Javanusa.com—Piala Dunia FIFA 2026 mulai memperlihatkan siapa saja pemain yang tampil paling berpengaruh setelah dua pertandingan fase grup.
Melalui FIFA Power Rankings yang didukung Aramco, FIFA merilis daftar pemain dengan kontribusi terbaik berdasarkan analisis data pada aspek ofensif, kreativitas, dan pertahanan.
Nama Deniz Undav, Michael Olise, serta Derek Cornelius kini memimpin masing-masing kategori berkat performa impresif mereka.
FIFA Power Rankings Semakin Menggambarkan Performa Pemain
FIFA Power Rankings menggunakan sistem penilaian berbasis data untuk mengukur kontribusi pemain sepanjang turnamen.
Penilaian tersebut menggabungkan berbagai indikator berbobot dari aksi nyata di lapangan, mulai dari penyelesaian peluang, penciptaan serangan, hingga kemampuan bertahan.
Setelah dua matchday fase grup rampung, klasemen individu mulai menunjukkan pemain yang mampu menjaga konsistensi maupun mereka yang melonjak berkat penampilan luar biasa.
Deniz Undav Kuasai Kategori Ofensif

Striker Jerman Deniz Undav mencatat nilai 8,93 dan melonjak sepuluh posisi hingga menjadi pemain ofensif terbaik turnamen.
Kontribusinya sangat besar saat Jerman mencetak sembilan gol dalam kemenangan atas Curacao dan Pantai Gading. Undav terlibat langsung dalam lima gol melalui tiga gol dan dua assist.
Efektivitasnya juga sangat tinggi. Empat tembakan yang dilepaskan seluruhnya mengarah ke gawang dan menghasilkan tiga gol, sekaligus memperlihatkan kualitas penyelesaian akhirnya.
Di bawah Undav, Lionel Messi memperoleh nilai 8,36. Meski turun satu peringkat, kapten Argentina tetap menjadi motor serangan La Albiceleste setelah mencetak lima gol dalam dua pertandingan.
Messi membukukan 13 tembakan dengan delapan mengarah tepat sasaran, serta melakukan 11 progresi bola yang mempertegas perannya sebagai kreator sekaligus penyelesai serangan.
Sementara itu, Kylian Mbappe bertahan di posisi ketiga dengan nilai 8,08. Penyerang Prancis tersebut telah mencetak empat dari enam gol Les Bleus, disertai 21 progresi bola dan tujuh tembakan tepat sasaran dari total 12 percobaan.
Pergerakan terbesar juga datang dari winger Belanda Crysencio Summerville yang naik sebelas posisi ke peringkat keenam setelah mencetak dua gol dan satu assist.
Di belakangnya, Maxi Araujo dari Uruguay melesat delapan belas peringkat menuju posisi ketujuh. Ia berkontribusi langsung dalam seluruh tiga gol Uruguay melalui dua gol dan satu assist.

Michael Olise Jadi Pemain Paling Kreatif

Pada kategori kreativitas, Michael Olise dari Prancis berhasil mengambil alih posisi teratas dengan nilai 8,13.
Olise tampil dominan dalam membangun serangan Prancis melalui tiga assist pada dua laga pertama. Ia juga mencatatkan 31 line break, termasuk 29 berasal dari distribusi umpannya yang sukses membelah pertahanan lawan.
Julio Enciso dari Paraguay naik ke posisi kedua dengan nilai 7,84. Meski Paraguay meraih satu kemenangan dan satu kekalahan, Enciso tetap menjadi penggerak utama serangan lewat dua assist, 12 progresi bola, dan sembilan keberhasilan melewati lawan.
Posisi ketiga ditempati Brahim Diaz dari Maroko dengan nilai 7,51. Gelandang serang tersebut memainkan peran penting ketika Maroko menahan Brasil dan mengalahkan Skotlandia.
Diaz membukukan akurasi umpan tinggi dengan 58 operan sukses dari 61 percobaan, ditambah dua assist serta 13 progresi bola.
Mohamed Salah mengikuti di peringkat keempat setelah mencetak satu gol dan dua assist bagi Mesir. Kapten Pharaohs itu juga menghasilkan 12 line break melalui umpan serta menerima bola sebanyak 72 kali sepanjang dua pertandingan.
Salah satu lonjakan paling mencolok datang dari Lamine Yamal. Bintang muda Spanyol tersebut naik 25 posisi ke urutan ketujuh berkat kontribusi 12 progresi bola, sembilan line break, dan enam dribel sukses ketika Spanyol mengalahkan Arab Saudi 4-0 setelah sebelumnya bermain imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde.

Derek Cornelius Masih Jadi Bek Terbaik

Kategori pertahanan masih dipimpin bek Kanada Derek Cornelius dengan nilai 7,50.
Cornelius menjadi fondasi kokoh pertahanan Kanada yang belum terkalahkan. Ia mencatatkan 19 perebutan bola, 16 sapuan, lima tekel, dan sembilan duel udara yang dimenangkan.
Bek Belgia Brandon Mechele menjadi pemain dengan kenaikan terbesar di posisi bek. Ia melonjak 42 peringkat ke posisi kedua setelah membantu Belgia hanya kebobolan satu gol dalam dua pertandingan.
Mechele mengoleksi 22 perebutan bola dan delapan intersepsi, termasuk saat Belgia mampu mempertahankan hasil imbang melawan Iran meski bermain dengan sepuluh orang.
Posisi ketiga ditempati Pico Lopes dari Tanjung Verde. Bek Shamrock Rovers tersebut menjadi kunci keberhasilan negaranya menahan Spanyol dan Uruguay. Lopes membukukan 24 perebutan bola, 21 sapuan, serta 11 blok sepanjang dua laga pertama.
Di posisi berikutnya, Ismail Yuksek dari Turki naik 24 peringkat ke urutan keempat berkat 13 tekel dan 18 perebutan bola, meski negaranya sudah tersingkir dari turnamen.
Sementara itu, lonjakan paling spektakuler dicatat bek Amerika Serikat Chris Richards. Ia melesat 134 posisi hingga masuk sepuluh besar FIFA Power Rankings setelah mengumpulkan 16 perebutan bola, 13 sapuan, dan delapan kemenangan duel udara. Richards kini menjadi salah satu pemain bertahan terbaik turnamen bersama rekan setimnya, Tyler Adams. (*/red)







