Javanusa.com—Film fiksi ilmiah Indonesia Akal Imitasi akan hadir di bioskop pada 17 September 2026. Disutradarai Zhaddam A Nurdin, film berdurasi 98 menit ini mengangkat isu kecerdasan buatan, kesenjangan akses teknologi, persahabatan, serta makna kecerdasan di tengah perkembangan AI.
Berlatar tahun 2029, cerita Akal Imitasi mengikuti kehidupan siswa di SD Cendekia Bangsa yang mulai menerapkan sistem pembelajaran berbasis kecerdasan buatan bernama PIKO.
Teknologi tersebut dirancang untuk membantu proses belajar, tetapi penerapannya justru memunculkan persoalan baru ketika akses terhadap fitur teknologi tidak dimiliki semua siswa secara setara.
Neo (Arziqy Herdi Pratama) menjadi salah satu siswa yang memiliki akses PIKO Premium. Dukungan teknologi tersebut membuatnya mampu mempertahankan prestasi akademik.
Di sisi lain, Ika (Zaskia Alya Kyla), siswi cerdas yang berasal dari keluarga sederhana, harus menghadapi keterbatasan akses dalam proses belajarnya.
Pertemuan Ika dan Rafi Mengubah Cara Pandang tentang Kecerdasan
Perbedaan kondisi tersebut membuat Ika berada dalam situasi penuh tekanan. Ketika rasa putus asa membawanya ke sebuah tempat misterius bernama BLOX HUB, ia bertemu dengan Rafi (Rance Allen Wright).
Pertemuan tersebut kemudian mengubah cara Ika memandang proses belajar sekaligus mempertanyakan kembali arti kecerdasan.
Namun, hubungan Ika dan Rafi tidak berjalan sederhana. Persahabatan mereka justru membawa persoalan yang lebih besar setelah sebuah perusahaan teknologi memburu Rafi. Perusahaan tersebut berusaha menutupi sebuah rahasia yang berpotensi memengaruhi masa depan sistem pendidikan.
Melalui premis tersebut, Akal Imitasi tidak hanya menawarkan cerita fiksi ilmiah dengan latar perkembangan AI, tetapi juga membawa pertanyaan mengenai ketimpangan akses teknologi.
Film ini memperlihatkan bagaimana kecerdasan buatan yang semestinya menjadi alat bantu pendidikan dapat menghadirkan persoalan baru apabila manfaatnya tidak dapat dirasakan secara merata.
Selain itu, kisah Ika dan Rafi menjadi bagian penting dalam film untuk mengeksplorasi pemaknaan kecerdasan. Film ini menempatkan teknologi bukan semata-mata sebagai perangkat masa depan, melainkan sebagai bagian dari perubahan cara manusia belajar, berinteraksi, dan menentukan kemampuan seseorang.
Film Akal Imitasi memiliki klasifikasi Semua Umur. Film ini dibintangi Teuku Rifnu Wikana, Tika Bravani, Zaskia Alya Kyla, Arizqy Hardi Pratama, Rance Allen Wright, dan Kaysha Varisha Wahab. Produksi film ditangani oleh produser Liani Kawati dan Suherman Suhari. (*)






