Jakarta, Javanusa—Industri film Indonesia kembali diramaikan dengan hadirnya film terbaru berjudul Badut Gendong yang mengangkat kisah kelam di balik kehidupan seorang badut pengamen jalanan.
Film berdurasi 101 menit ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 27 Mei 2026. Diklasifikasikan untuk penonton usia 17 tahun ke atas oleh Lembaga Sensor Film (LSF).
Mengusung genre horor dan laga, film ini menawarkan kisah kelam yang memadukan tragedi personal, konflik sosial, hingga teror supranatural yang membayangi kehidupan tokoh utamanya.
Disutradarai oleh Charles Gozali dan diproduseri Linda Gozali, Badut Gendong dibintangi oleh Clara Bernadeth, Marthino Lio, dan Derby Romero.
Cerita berpusat pada Darso (Marthino Lio), seorang pengamen jalanan yang hidup sebagai badut dengan kostum “Badut Gendong”. Di balik profesinya, Darso menyimpan harapan besar untuk membangun kehidupan yang lebih baik bersama istrinya, Darsi.
Namun harapan itu runtuh ketika Darsi, yang tengah mengandung anak yang telah lama mereka nantikan, menjadi korban kekerasan brutal yang dilakukan oleh sekelompok preman. Peristiwa tragis tersebut tidak hanya merenggut nyawa Darsi, tetapi juga bayi yang dikandungnya.
Dalam kondisi duka mendalam, Darso membawa jasad istrinya kembali ke kampung halaman. Namun kepulangan itu justru membawanya pada kenyataan yang lebih mengerikan.
Kampung yang ia tinggalkan ternyata berada dalam kekacauan akibat ulah pengembang jahat yang memicu konflik di tengah warga.
Situasi semakin mencekam ketika sebuah perayaan desa berubah menjadi amukan massa, dipicu oleh ritual seorang dukun tetua desa yang diduga memanggil kekuatan gaib. Dari ritual tersebut, muncul kutukan yang menghadirkan entitas penuh dendam dan kemarahan.
Di tengah kekacauan yang semakin tak terkendali, Darso perlahan terseret ke dalam pusaran kekuatan gelap yang tidak hanya mengancam dirinya, tetapi juga menyentuh sisi terdalam dari hubungan dan kehilangan yang ia alami.
Film Badut Gendong menawarkan perpaduan drama emosional dan horor psikologis yang menyoroti tema kehilangan, dendam, serta batas tipis antara realitas dan kekuatan supranatural. (*/red)






