Javanusa.com—Industri film Indonesia kembali menghadirkan drama keluarga yang sarat emosi. Film Dua Nafas dijadwalkan tayang di bioskop mulai 2 Juli 2026.
Dengan kisah menyentuh tentang cinta tanpa syarat antara seorang nenek dan cucunya yang terpisah oleh waktu.
Film berdurasi 93 menit ini telah mengantongi klasifikasi Semua Umur dari Lembaga Sensor Film (LSF), sehingga dapat dinikmati seluruh anggota keluarga.
Drama Keluarga Sarat Makna
Disutradarai Hasto Broto, Dua Nafas diproduseri oleh Syakir Daulay bersama Park Joung-Kuk. Film ini menghadirkan jajaran pemain seperti Syakir Daulay, Aty Cancer, Auzan Noh Karepesina, Adelia Rasya, Bilqis Hafsa, dan Mantra Gurindam Smaratungga.
Mengusung genre drama keluarga, film ini menyoroti hubungan antara nenek dan cucu yang dipenuhi kasih sayang, pengorbanan, serta penyesalan yang datang di penghujung waktu.
Kisah dimulai ketika Wati, perempuan berusia 30 tahun, menitipkan putranya yang berusia delapan tahun, Anto kepada ibu mertuanya, Mariyam, di sebuah desa terpencil. Keputusan tersebut membuat Anto harus meninggalkan kehidupan nyaman yang selama ini ia nikmati di Jakarta.
Anto Belajar Memahami Arti Keluarga
Hari-hari pertama di desa menjadi masa yang sulit bagi Anto. Ia merasa terasing karena harus tinggal di rumah sederhana bersama sang nenek dan beradaptasi dengan lingkungan yang sangat berbeda.
Namun seiring waktu, Anto mulai menemukan kebahagiaan baru. Kehadiran Putri dan Udin, dua sahabat yang selalu menemaninya, perlahan membuatnya merasa diterima dan nyaman menjalani kehidupan di desa.
Persahabatan itu sekaligus mengajarkan Anto tentang arti kebersamaan dan kasih sayang yang selama ini tidak ia sadari.
Pertemuan yang Berakhir Duka
Alur cerita kemudian bergerak 16 tahun ke depan. Anto tumbuh menjadi seorang dokter dan memutuskan kembali ke kampung halaman untuk menemui Mariyam yang telah merawatnya sejak kecil.
Ia membawa ijazah kedokteran sebagai simbol keberhasilan sekaligus ungkapan terima kasih kepada nenek yang telah berkorban demi masa depannya.
Saat tiba di rumah, Anto mendapati meja makan telah dipenuhi berbagai hidangan kesukaannya. Namun suasana bahagia itu berubah menjadi kesedihan mendalam.
Mariyam yang kini berusia 81 tahun ditemukan telah meninggal dunia dalam posisi duduk. Sosok nenek tersebut seolah masih menunggu kedatangan cucu yang sangat dicintainya hingga akhir hayat.
Pesan Tentang Cinta dan Pengorbanan
Momen emosional tersebut menjadi titik puncak cerita yang mengingatkan pentingnya menghargai orang-orang terdekat selagi masih memiliki kesempatan.
Melalui kisah sederhana namun kuat, Dua Nafas menyampaikan pesan tentang cinta tanpa syarat, kerinduan, pengorbanan orang tua, serta bakti seorang cucu kepada nenek yang membesarkannya.
Dengan tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, film ini berpotensi menjadi salah satu tontonan keluarga yang menyentuh hati pada musim liburan pertengahan tahun 2026. (*/red)






