Javanusa.com—Teror pembunuhan misterius mulai menghantui Desa Lobang Buaya jauh sebelum tragedi berdarah 30 September 1965.
Korban tewas dengan luka mengerikan, sementara pesan-pesan aneh pada tubuh mereka memicu ketakutan warga.
Kisah tersebut menjadi latar utama film horor Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah. Film garapan Hanung Bramantyo ini akan tayang di bioskop mulai 1 Oktober 2026.
Film berdurasi 99 menit itu menghadirkan Baskara Mahendra sebagai Letnan Soegeng. Carissa Perusset memerankan Arum Wangi, istri baru sang letnan.
Selain keduanya, film ini turut menampilkan Iskak Khivano, Mathias Muchus, dan Anya Zen. Lembaga Sensor Film menetapkan film tersebut untuk penonton 17 tahun ke atas.
Pembunuhan Misterius Mengawali Teror
Cerita berlangsung sekitar setahun sebelum tragedi 30 September 1965. Saat itu, Desa Lobang Buaya menghadapi serangkaian pembunuhan yang sulit dijelaskan.
Para tokoh desa menjadi sasaran. Warga menemukan tubuh korban dengan punggung berlubang dan sayatan yang membentuk sejumlah kata.
Beberapa tulisan tersebut berbunyi “Tamak”, “Lamis”, dan “Maruk”. Temuan itu membuat pembunuhan terlihat seperti bagian dari pesan tertentu.
Ketakutan pun semakin meluas. Isu mengenai sosok Hantu Bolong mulai beredar di tengah masyarakat.
Letnan Soegeng Memburu Dalang Teror
Situasi desa semakin rumit ketika ketegangan politik mulai terasa. Aparat kemudian menugaskan Letnan Soegeng untuk mencari pelaku di balik rangkaian pembunuhan.
Soegeng menghadapi masyarakat yang mulai terpecah oleh rasa takut. Ia juga harus mencari hubungan antara korban, pesan misterius, dan kemunculan Hantu Bolong.
Di tengah penyelidikan itu, masalah lain muncul di rumahnya. Arum Wangi mengalami gangguan dari sosok perempuan yang terus menuntut agar tubuhnya dikembalikan.
Teror tersebut tidak berhenti pada kemunculan sosok gaib. Arwah itu juga memanggil Arum dengan sebutan Ronggeng.
Teror Arwah Berkaitan dengan Ritual Gelap
Temuan Soegeng perlahan mengubah arah penyelidikannya. Ia mulai melihat hubungan antara gangguan yang dialami Arum dan pembunuhan di desa.
Keduanya ternyata mengarah pada sebuah ritual gelap. Ritual tersebut sengaja dirancang untuk menyebarkan ketakutan di tengah masyarakat.
Semakin jauh Soegeng mencari jawaban, semakin besar pula ancaman yang ia hadapi. Ia akhirnya menyadari bahwa rangkaian pembunuhan itu bukan sekadar teror di sebuah desa.
Misteri Lobang Buaya Menuju Tragedi Nasional
Film Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah menghubungkan misteri pembunuhan dan teror supernatural dengan gejolak sejarah Indonesia menjelang 1965.
Dalam cerita, berbagai peristiwa di desa tersebut menjadi bagian dari rangkaian yang mengarah pada tragedi nasional. Soegeng harus menghentikan teror sebelum semuanya terlambat.
Jika gagal, Lobang Buaya akan menjadi saksi awal menuju salah satu bab paling kelam dalam sejarah Indonesia. Film ini memadukan horor, misteri, dan latar sejarah dalam satu cerita. (*)






