Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis Angkat Kisah Keluarga, Menteri Ekraf Dorong Penguatan Industri Perfilman Nasional

Penulis -

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya saat menerima audiensi Producer and Director Ferly Halim di Autograph Tower, Jakarta, Selasa (23/6). (Foto: Kemenekraf)

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya saat menerima audiensi Producer and Director Ferly Halim di Autograph Tower, Jakarta, Selasa (23/6). (Foto: Kemenekraf)

Jakarta, Javanusa—Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menilai film Takkan Kubiarkan Kau Menangis menjadi contoh karya kreatif yang mampu menggabungkan nilai edukasi, pesan sosial, dan kolaborasi lintas subsektor.

Menurutnya, film semacam ini dapat memperkuat ekosistem perfilman nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.

Saat menerima audiensi Producer and Director Ferly Halim di Autograph Tower, Jakarta, Selasa (23/6), Menteri Ekraf mengatakan industri film Indonesia menunjukkan perkembangan yang semakin positif.

Ia melihat peningkatan kualitas produksi, keberagaman genre, hingga bertambahnya rumah produksi yang ikut meramaikan industri.

“Sekarang kita melihat semakin banyak pelaku industri kreatif yang membuat film. Baik dari rumah produksi yang sudah lama maupun yang baru berkembang. Kualitas karya semakin baik, genre semakin beragam, dan pasar film Indonesia masih memiliki potensi besar. Kementerian Ekraf terus membuka ruang kolaborasi agar ekosistem perfilman semakin kuat,” ujar Menteri Ekraf.

Ia menambahkan, film tidak lagi sekadar menjadi hiburan, tetapi juga memiliki fungsi strategis sebagai media penyampai nilai sosial kepada masyarakat.

“Film ini menarik karena menggabungkan berbagai unsur kreatif, tidak hanya dari sisi cerita tetapi juga melalui kolaborasi dengan subsektor musik. Kementerian Ekraf akan terus mendukung penguatan karya kreatif melalui berbagai bentuk amplifikasi agar semakin banyak masyarakat yang mengenal dan mengapresiasi karya lokal,” lanjutnya.

Angkat Hubungan Anak dan Ibu

Dalam kesempatan yang sama, Producer and Director Langit Pictures, Ferly Halim, menjelaskan Takkan Kubiarkan Kau Menangis mengangkat kisah hubungan seorang anak dengan ibunya.

Film drama keluarga tersebut mengajak penonton memahami pentingnya komunikasi serta mempererat ikatan emosional dalam keluarga.

“Film ini kami buat sebagai persembahan seorang anak kepada ibunya. Kami ingin menyampaikan bahwa film bukan hanya tentang hiburan. Tetapi juga bisa menjadi alat edukasi karena masyarakat dapat melihat, merasakan, dan mengambil pesan dari cerita yang disampaikan,” kata Ferly Halim.

Baca Juga :  Siap Mencekam! Film Dewi Siluman Ular Rilis 12 November 2026, Intip Sinopsis Lengkapnya

Ferly berharap dukungan pemerintah dapat memperluas publikasi film sehingga pesan yang dibawanya menjangkau masyarakat lebih luas.

Tayang Juli 2026, Bidik Pasar Internasional

Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis diproduksi di Semarang, Jawa Tengah, dengan menghadirkan kekayaan budaya lokal melalui penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa Jawa. Produksi ini juga mempertemukan unsur perfilman dan musik melalui kolaborasi berbagai talenta kreatif.

Film tersebut dijadwalkan mulai tayang di bioskop pada 16 Juli 2026. Selain menyasar penonton dalam negeri, proses penjajakan distribusi ke pasar internasional juga tengah berlangsung.

Bagi Kementerian Ekraf, industri film merupakan salah satu sektor strategis yang mampu menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia atau the new engine of growth.

Melalui kolaborasi lintas sektor, pemerintah terus mendorong lahirnya karya-karya lokal yang memiliki daya saing global. Sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan nilai budaya bagi masyarakat.

Hadir mendampingi Menteri Ekraf, Deputi Bidang Kreativitas Media Cecep Rukendi serta Direktur Film, Animasi, dan Video Doni Setiawan. (*/red)

Berita Terkait

Erick Yusuf: Film Buya Hamka Jadi Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan
Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!
AI Mampu Bikin Film, Nezar Patria Soroti Tantangan Baru Sensor Film
Sinopsis Film Serangan Balik di Netflix: Aksi Lukman Sardi Melawan Sindikat Kriminal
Siap Mencekam! Film Dewi Siluman Ular Rilis 12 November 2026, Intip Sinopsis Lengkapnya
Paolo Octaviano Rilis That’s Why I Love You, Lagu yang Tersimpan Sejak 2008
5 Film Indonesia Tayang 22 Oktober 2026: Ada Pirunduk hingga Siti Si Vampir
Sinopsis Film Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih? Saat Kawan Magang Berubah Jadi Lawan Korporat

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Mobil Hiace Slip dan Hantam Truk di Jalan Solok-Padang, 7 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Polres Pariaman Bongkar Penimbunan 360 Liter Bio Solar Bersubsidi, Pria Lansia Ditangkap  

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:38 WIB

Satpol PP Padang Tertibkan Lapak PKL yang Gunakan Fasum di Jalan Khatib Sulaiman

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Residivis Pencurian Ponsel Ditangkap  di Belakang Plaza Andalas

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pencuri Komponen Pendeteksi Banjir di Padang Ditangkap, 2 Kabur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Polda Sumbar Ungkap Dugaan Judi Togel Online di Padang, Uang Rp4,15 Juta Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Modus Penimbunan BBM Subsidi di Sumbar, Pelaku Gunakan Kantong Plastik dan Kotak Ikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Polda Sumbar Ungkap 24 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 25 Tersangka Diamankan

Berita Terbaru