Filter Air Jepang Terpasang di SMPN 2 Pariaman, Ubah Air Tak Layak Konsumsi Jadi Aman Diminum

Penulis -

Kamis, 30 Oktober 2025 - 20:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Pariaman, Yota Balad memperlihatkan hasil filtrasi telah bebas kuman berdasarkan pengujian dari CCR Corporation Japan. (Foto: Kominfo Pariaman)

Wali Kota Pariaman, Yota Balad memperlihatkan hasil filtrasi telah bebas kuman berdasarkan pengujian dari CCR Corporation Japan. (Foto: Kominfo Pariaman)

Pariaman, Javanusa—Pemasangan hibah filter air bersih dari CCR Corporation Japan melalui perwakilan Indonesia di SMPN 2 Pariaman hampir rampung.

Wali Kota Pariaman, Yota Balad, meninjau langsung proses penyelesaiannya pada Kamis (30/10). Menurut Yota Balad, bantuan ini menjadi bentuk nyata kerja sama lintas negara dalam meningkatkan kesehatan dan kebersihan lingkungan sekolah.

“SMPN 2 dipilih sebagai penerima pertama karena kondisi geografisnya berada di kawasan bekas rawa dan memiliki lebih dari 600 siswa. Filter yang diberikan mampu menampung hingga seribu anak, sehingga mencukupi kebutuhan air bersih untuk seluruh siswa dan guru,” ujarnya.

Yota menjelaskan, hasil sementara uji laboratorium menunjukkan air hasil filtrasi telah bebas kuman (nol kuman) berdasarkan pengujian dari CCR Corporation Japan.

Uji lanjutan juga dilakukan oleh UPTD Laboratorium Lingkungan Dinas Perkim dan Dinas Kesehatan Kota Pariaman untuk memastikan kualitas air benar-benar layak konsumsi.

“Sebelumnya kadar kuman mencapai seratus, kini sudah nol setelah proses penyaringan. pH air juga normal dan aman diminum. Dalam beberapa hari ke depan, anak-anak sudah bisa menikmati air bersih ini karena pemasangan utamanya selesai, tinggal memperpanjang pipa ke lingkungan dalam sekolah,” tambahnya.

Ia menilai hasil uji tersebut menjadi bukti efektivitas teknologi penyaringan air asal Jepang yang tidak hanya menjernihkan air, tetapi juga membunuh kuman tanpa bahan kimia berbahaya.

Hibah ini juga membuka peluang kerja sama jangka panjang antara Pemko Pariaman dan pihak Jepang di bidang teknologi lingkungan.

Sementara itu, Direktur CCR Corporation Japan perwakilan Indonesia, Yasumasa Sasahara, menyebut pemasangan filter air nol kuman di SMPN 2 Pariaman telah selesai, hanya menyisakan beberapa penyesuaian teknis kecil.

“Kami memilih Kota Pariaman karena pemerintah daerahnya responsif dan memiliki kepedulian tinggi terhadap kesehatan anak-anak,” ungkapnya.

Baca Juga :  Warga Padang Diimbau Kibarkan Bendera Merah Putih Selama Agustus 2025

Selain menghibahkan filter air, CCR Corporation Japan berencana membuka kantor cabang di Kota Pariaman bulan depan dan merekrut tenaga kerja lokal.

“Ini bukan hanya soal hibah, tapi juga peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Kami ingin berkontribusi terhadap lingkungan belajar yang sehat sekaligus membuka lapangan kerja bagi warga Pariaman. Kesehatan anak-anak adalah prioritas utama kami,” tutup Yasumasa. (*/red)

Berita Terkait

Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km
Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah
Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi
DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran
Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang
Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau
Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba
Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Kemenhaj Catat 244 Kasus Haji dan Umrah, Potensi Kerugian Jemaah Capai Rp247,65 Miliar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pakai Direct Flight, Hindari Transit Singapura-Malaysia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:07 WIB

Kemenhaj Perkuat Pengawasan Umrah, Antisipasi Situasi Darurat dan Force Majeure

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Kemenhaj dan Kemenbud Jajaki Pembentukan Museum Haji Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Menhaj Irfan Yusuf Buka Suara soal Pengangkatan Anaknya sebagai Tenaga Ahli

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Jadwal Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Masuk Asrama Mulai 10 April

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Belanja Haji Tembus Rp4 Triliun, Menhaj Dorong UMKM Daerah Perluas Pasar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Menhaj Perketat Istitaah Kesehatan Jemaah Haji, Imbau Travel Pilih Penerbangan Langsung

Berita Terbaru