Padang, Javanusa—Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggelar babak final Coding Competition tingkat SD dan SMP se-Kota Padang di Gedung Youth Center, Jumat (30/1/2026).
Kegiatan ini menjadi panggung unjuk kebolehan 100 siswa terbaik di bidang pemrograman dasar dan logika digital.
Ajang tersebut merupakan puncak program kolaborasi Disdikbud Kota Padang dengan Ruangguru. Program penguatan literasi digital ini telah berjalan sejak Februari 2025.
Asisten I Setda Kota Padang, Tarmizi Ismail menegaskan kompetisi ini sejalan dengan Program Unggulan (Progul) Wali Kota dalam mewujudkan Padang Smart City.
“Pemerintah berkomitmen membangun kota pintar melalui kolaborasi. Kompetisi ini menjadi sarana menjaring dan mengasah bibit unggul sejak dini,” ujar Tarmizi.
Menurutnya, penguasaan teknologi menjadi modal penting menghadapi tantangan global. Namun, kompetensi digital harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter.
Teknologi dan Karakter Harus Seimbang
Tarmizi menekankan tiga nilai utama kepada peserta. Pertama, menjadi sumber daya manusia berkualitas dan kompetitif secara internasional.
Kedua, penguasaan teknologi harus disertai etika dan sopan santun. Ketiga, peserta diminta tetap menjunjung nilai budaya lokal.
“Meski menguasai coding, siswa tidak boleh melupakan jati diri dan adat Minangkabau,” katanya.
Libatkan 61 Sekolah dan 1.545 Siswa
Sekretaris Disdikbud Padang, Nurfitri, menyebut program ini melibatkan 61 sekolah. Total peserta pelatihan coding mencapai 1.545 siswa dari jenjang SD dan SMP.
Program ini juga memperkuat ekosistem digital sekolah. Sebanyak 150 guru penggerak digital dilatih melalui 15 sesi pelatihan intensif.
“Hari ini kita menyaksikan 100 karya terbaik, terdiri dari 50 tingkat SD dan 50 tingkat SMP,” ujar Nurfitri.
Menurutnya, capaian tersebut membuktikan siswa Padang mampu menguasai teknologi sejak usia dini.
Pemko Padang mendorong agar program ini diperluas ke sekolah lain. Guru yang telah mengikuti pelatihan diminta mengintegrasikan literasi digital dalam pembelajaran harian.
Tarmizi juga berpesan kepada para peserta untuk terus belajar. Ia menegaskan kompetisi ini merupakan awal perjalanan menuju masa depan digital. (*/red)






