Padang, Javanusa—Upaya inovatif penanggulangan stunting di Kota Padang mendapat dukungan dari kalangan akademisi.
Melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM), Departemen Kimia FMIPA Universitas Andalas bersama LPPM Unand menginisiasi program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) di Kelurahan Rawang, Padang Selatan.
Program ini memberdayakan ibu rumah tangga untuk memproduksi Virgin Coconut Oil (VCO) yang diperkaya prebiotik sebagai suplemen gizi bagi anak-anak dengan indikasi stunting.
Baca Juga: Pokja KB Kota Padang Dibentuk, Bantu Tekan Angka Stunting
Pada Sabtu (23/11/2024), bertempat di Kantor Lurah Rawang, dilakukan serah terima peralatan produksi VCO prebiotik kepada masyarakat setempat.
Penjabat Wali Kota Padang, Andree Algamar, menyambut baik inisiatif ini.
“Kolaborasi dengan perguruan tinggi sangat penting dalam upaya penanganan stunting. Program ini membuktikan peran aktif akademisi dalam membantu masyarakat,” ujarnya didampingi Camat Padang Selatan, Anhal Mulya Perkasa.
Andree mengungkapkan upaya kolektif berbagai pihak telah membuahkan hasil positif.
Prevalensi stunting di Kota Padang menunjukkan tren penurunan signifikan, dari 3,7 persen di tahun 2023 menjadi 2,53 persen per September 2024.
Prof. Dr. Armaini MS, Ketua PKM Departemen Kimia FMIPA Unand, menjelaskan program ini memiliki dua manfaat utama.
Selain menghasilkan suplemen gizi berkualitas untuk anak, program ini juga memberdayakan ibu rumah tangga sebagai produsen solusi gizi keluarga.
“VCO yang diperkaya prebiotik dapat menjadi solusi nutrisi harian untuk memperbaiki gangguan metabolik pada anak dengan stunting,” terang Prof. Armaini.
Ia berharap program serupa dapat diadopsi oleh kelurahan lain di Kota Padang untuk memperluas dampak positifnya.
Tim dosen Departemen Kimia FMIPA Unand akan terus mendampingi masyarakat dalam proses produksi dan pengembangan VCO prebiotik ini. (*/jn01)






