Gandeng Ninik Mamak dan Bundo Kanduang, Pemko Padang Kejar Zero ATS 2029

Penulis -

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasis membuka Rakor Sinergi Nagari Penanganan ATS di Kota Padang, Senin (12/10/2026). (Foto: Pemko Padang)

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasis membuka Rakor Sinergi Nagari Penanganan ATS di Kota Padang, Senin (12/10/2026). (Foto: Pemko Padang)

Padang, Javanusa—Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus memperkuat penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) untuk mencapai target zero ATS pada 2029.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan Adalah melibatkan sinergi pemerintah kelurahan bersama ninik mamak, bundo kanduang, dan masyarakat untuk mengembalikan anak-anak yang tidak bersekolah ke jalur pendidikan.

Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Sinergi Nagari Penanganan ATS yang diikuti lurah, ninik mamak, dan bundo kanduang se-Kota Padang di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang, Senin (12/10/2026).

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat membuka rakor menegaskan penanganan anak tidak sekolah membutuhkan kerja sama seluruh unsur masyarakat.

Ia meminta camat, lurah, RT/RW, LKAAM, KAN, dan bundo kanduang terlibat aktif dalam pendataan, edukasi, serta pendampingan anak.

Menurutnya, kolaborasi hingga tingkat lingkungan sangat penting untuk menemukan anak yang belum mengakses pendidikan sekaligus mengidentifikasi kendala yang mereka hadapi.

“Penanganan ATS membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pemerintahan hingga tingkat paling bawah. Untuk itu, camat, lurah, hingga RT/RW, termasuk LKAAM, KAN, dan bundo kanduang, diminta aktif memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya pendidikan bagi anak,” kata Maigus.

Faktor Ekonomi hingga Perundungan Jadi Penyebab ATS

Maigus menjelaskan bahwa persoalan anak tidak sekolah tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan ekonomi. Faktor pergaulan, kondisi lingkungan, pola asuh, serta kurangnya perhatian orang tua juga dapat memengaruhi keberlanjutan pendidikan anak.

Selain itu, perundungan atau bullying dapat menimbulkan trauma dan membuat anak enggan kembali ke sekolah. Karena itu, pemerintah perlu memahami penyebab setiap kasus agar dapat memberikan penanganan yang sesuai.

Maigus juga mengajak masyarakat menghidupkan kembali nilai kebersamaan dalam filosofi Minangkabau, yakni anak dipangku, kemenakan dibimbing, dan orang kampung diperhatikan.

Baca Juga :  Padang Usulkan DJKA Biayai Penjagaan Perlintasan Sebidang 2026

Menurutnya, semangat tersebut dapat menjadi landasan bagi masyarakat untuk saling peduli terhadap masa depan anak, termasuk mereka yang menghadapi hambatan dalam memperoleh pendidikan.

Sekitar 2.000 Anak ATS Kembali Mengakses Pendidikan

Sementara itu, Sekretaris Disdikbud Kota Padang, Ikhwansyah, mengungkapkan bahwa pemerintah telah menginput data lebih dari 6.000 anak tidak sekolah. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.000 anak berhasil ditangani dan diarahkan kembali mengakses pendidikan.

Disdikbud menjalankan sejumlah intervensi untuk membantu anak-anak tersebut. Langkahnya meliputi bantuan pendidikan, pendampingan administrasi, serta penyediaan akses ke jalur pendidikan formal maupun nonformal.

Ikhwansyah meminta masyarakat segera melaporkan anak yang ingin melanjutkan sekolah, tetapi terkendala biaya, kepada lurah setempat. Dengan laporan tersebut, pemerintah dapat mengidentifikasi kebutuhan dan mencarikan solusi.

“Kalau ada anak yang ingin sekolah tetapi terkendala biaya, segera laporkan ke lurah. Pemerintah akan hadir mencarikan solusi agar tidak ada lagi anak-anak Kota Padang yang putus sekolah,” ujar Ikhwansyah.

Pemko Padang Siapkan Jalur Pendidikan Nonformal

Untuk memperluas akses pendidikan, Pemerintah Kota Padang juga menyediakan alternatif melalui program pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C. Jalur ini dapat menjadi pilihan bagi anak yang enggan kembali ke sekolah formal.

Maigus menegaskan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan sebagai bekal untuk membangun masa depan. Karena itu, pemerintah berupaya memastikan hambatan biaya maupun persoalan lainnya tidak menghalangi anak untuk belajar.

“Pendidikan harus menjadi prioritas karena setiap anak berhak mendapatkan pendidikan demi masa depannya. Pemko Padang menyediakan alternatif jalur pendidikan nonformal melalui Paket A, B, dan C bagi anak yang enggan kembali ke sekolah formal,” kata Maigus.

Ia menambahkan, penanganan ATS menjadi salah satu perhatian serius Pemko Padang di bawah kepemimpinan Wali Kota Padang, Fadly Amran.

Baca Juga :  Sejumlah Bandara Kembali Dibuka, Penerbangan Terdampak Abu Gunung Anak Krakatau Pulih

“Penanganan ATS menjadi perhatian serius Pemko Padang di bawah kepemimpinan Bapak Wali Kota Padang, Fadly Amran. Melalui Program Unggulan (Progul) Padang Juara dan Smart Surau, kami ingin pendidikan menjadi prioritas utama yang sejalan dengan visi Kota Padang sebagai kota pintar dan kota sehat,” tutur Maigus.

Melalui penguatan koordinasi pemerintah dan masyarakat, Pemko Padang berupaya menekan jumlah anak tidak sekolah secara bertahap.

Sinergi tersebut diharapkan mempercepat pencapaian target zero ATS pada 2029 sekaligus memastikan lebih banyak anak mendapatkan kesempatan belajar. (*)

Berita Terkait

Pimpin Monthly Meeting, Fadly Amran Tekankan Percepatan Penanganan Banjir dan Pelayanan Publik
Terima Kunjungan Majlis Belia Malaysia, Wako Fadly Amran Jajaki Kerja Sama Ekonomi dan Gastronomi
MTQ ke-42 Kota Padang Dimulai, 22 Peserta Bersaing di Cabang Tilawah Anak-anak
FKS Kota Padang Ikuti Verifikasi KKS Sumbar 2026, Bidik Swasti Saba Wistara
Terima Kunjungan Majlis Belia Malaysia, Fadly Amran Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Gastronomi
Rang Solok Baralek Gadang 2026, Wali Kota Solok Ikuti Tradisi Bakaua
Fadly Amran Terima Bantuan BNI Wilayah 02 untuk Warga Terdampak Banjir di Padang
MTQ ke-42 Kota Padang Resmi Dibuka, 663 Kafilah dari 11 Kecamatan Siap Bersaing

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:51 WIB

Derby Situjuah Membara! Payakumbuh vs Limapuluh Kota Berebut Emas Futsal Porprov Sumbar 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:39 WIB

Wushu Payakumbuh Raih 4 Emas dan 1 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Kota Padang Juara Umum Berkuda Memanah Porprov Sumbar XVI 2026, Raih 11 Emas

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Persib Bandung Bangkit dari Ketertinggalan Dua Gol, Tahan Dewa United 2-2

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Persib Bandung Comeback, Osmar Loss Kecewa Dewa United Gagal Menang

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Gladbach Takluk 1-2 dari Cologne, Kevin Diks dkk Terpuruk di Dasar Klasemen

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Cagliari Tahan Juventus 1-1, Gol Randal Kolo Muani Selamatkan Si Nyonya Tua

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:16 WIB

Tanpa Jay Idzes, Sassuolo Tahan AC Milan 1-1

Berita Terbaru

Ilustrasi wanita selfie. (Foto: AI Generated)

Lifestyle

Selfie Artinya: Swafoto, Narsisme Atau Aktualisasi Diri?

Senin, 12 Okt 2026 - 19:12 WIB