Javanusa.com—Gatal yang terus muncul selama berminggu-minggu tidak selalu sekadar masalah kulit. Keluhan tersebut dapat berkaitan dengan alergi, infeksi, kulit kering, hingga gangguan pada organ tubuh tertentu.
Jika rasa gatal tidak membaik meski sudah mendapat perawatan, mencari penyebabnya menjadi langkah penting. Penanganan yang tepat perlu menyesuaikan kondisi yang mendasarinya.
Gatal berkepanjangan atau pruritus kronis dapat muncul akibat berbagai kondisi. Dikutip dari Halodoc, berikut beberapa penyebab yang cukup sering ditemukan.
1. Dermatitis atopik dan dermatitis kontak
Eksim atau dermatitis atopik dapat menyebabkan kulit meradang dan terasa sangat gatal. Kondisi ini juga dapat muncul akibat kontak berulang dengan zat tertentu yang memicu alergi atau iritasi.
Paparan bahan pemicu secara terus-menerus dapat membuat keluhan sulit mereda. Karena itu, mengenali dan menghindari pemicunya menjadi bagian penting dalam perawatan.
2. Infeksi pada kulit
Infeksi juga dapat menyebabkan gatal yang berlangsung lama. Jamur, bakteri, hingga parasit seperti tungau penyebab skabies dapat memicu keluhan tersebut.
Kebiasaan menggaruk kulit membuat kondisi semakin sulit terkendali. Luka akibat garukan juga dapat membuka jalan bagi infeksi sekunder.
3. Kulit sangat kering
Kondisi kulit yang kehilangan banyak kelembapan atau xerosis dapat menimbulkan rasa gatal persisten. Keluhan biasanya semakin terasa ketika lapisan pelindung kulit mengalami gangguan.
Penggunaan pelembap secara rutin dapat membantu mempertahankan hidrasi kulit. Pemilihan produk juga sebaiknya menyesuaikan kondisi dan sensitivitas kulit.
4. Gangguan pada organ tubuh
Gatal yang menyebar ke berbagai bagian tubuh terkadang berkaitan dengan penyakit sistemik. Beberapa kondisi yang dapat memicu keluhan tersebut antara lain penyakit ginjal kronis, gangguan hati, penyakit tiroid, dan diabetes.
Karena itu, gatal berkepanjangan tanpa penyebab kulit yang jelas perlu mendapat perhatian. Dokter dapat melakukan pemeriksaan untuk mencari kemungkinan penyakit yang mendasarinya.
5. Gangguan saraf
Kerusakan atau gangguan pada serabut saraf juga dapat menimbulkan sensasi gatal. Kondisi ini termasuk dalam gatal neuropatik.
Salah satu contohnya dapat berkaitan dengan herpes zoster. Pada kondisi tertentu, sistem saraf mengirimkan sinyal sensasi yang kemudian otak rasakan sebagai gatal.
Cara merawat kulit yang terasa gatal
Selain mendapatkan penanganan sesuai penyebabnya, beberapa langkah sederhana dapat membantu mengurangi iritasi.
Gunakan pelembap secara teratur, terutama setelah mandi. Langkah ini membantu mempertahankan kelembapan sekaligus memperkuat fungsi pelindung kulit.
Hindari menggaruk bagian tubuh yang terasa gatal. Garukan dapat menyebabkan luka, memperparah peradangan, serta meningkatkan risiko infeksi.
Pilih sabun dengan bahan yang lembut dan hindari produk yang mengandung pewangi kuat atau alkohol. Pakaian berbahan halus dan longgar, seperti katun, juga dapat mengurangi gesekan pada kulit.
Kompres dingin dapat menjadi pilihan ketika rasa gatal muncul. Suhu dingin membantu memberikan sensasi menenangkan pada area kulit yang mengalami keluhan.
Kapan gatal harus diperiksakan ke dokter?
Gatal yang tidak membaik selama sekitar dua minggu sebaiknya tidak diabaikan. Pemeriksaan medis semakin penting jika keluhan terus memburuk atau menyebar ke seluruh tubuh.
Segera konsultasikan kondisi tersebut apabila gatal disertai luka bernanah atau demam. Dokter dapat membantu menentukan penyebab sekaligus memberikan penanganan yang sesuai. (*)






