Geber Mas 2026 Digelar Serentak di 50 Ribu Masjid dan Musala, Dorong Budaya Rumah Ibadah Bersih

Penulis -

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menag Nasaruddin Umar secara simbolis menerima alat kebersihan dalam kegiatan Kick off Geber Mas di Masjid Fatahillah, Jakarta. Senin, (10/8/2026). (Foto: Akmalul Iman/Kemenag)

Menag Nasaruddin Umar secara simbolis menerima alat kebersihan dalam kegiatan Kick off Geber Mas di Masjid Fatahillah, Jakarta. Senin, (10/8/2026). (Foto: Akmalul Iman/Kemenag)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Agama (Kemenag) menggerakkan lebih dari 50 ribu masjid dan musala di Indonesia dalam Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Geber Mas) 2026, Senin (10/8/2026).

Gerakan tersebut menyasar kebersihan rumah ibadah hingga lingkungan di sekitarnya. Kemenag juga mendorong Geber Mas menjadi gerakan berkelanjutan yang menumbuhkan kesadaran ekologis masyarakat.

Peluncuran nasional Geber Mas berlangsung secara hybrid dari Masjid Fatahillah, Balai Kota DKI Jakarta. Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin langsung kick off kegiatan tersebut.

Menag: Masjid Harus Nyaman untuk Beribadah

Dalam arahannya, Nasaruddin Umar menekankan bahwa kebersihan masjid tidak sekadar berkaitan dengan kondisi fisik bangunan.

Menurut dia, masjid memiliki kedudukan sebagai ruang sakral yang mempertemukan manusia dengan Tuhan. Karena itu, lingkungan rumah ibadah perlu terjaga agar jamaah dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan khusyuk.

“Rumah ibadah adalah meeting point antara hamba dengan Tuhan. Bagaimana orang bisa berkonsentrasi dalam ibadah kalau tempatnya kotor, pengap, atau tidak nyaman?” ujarnya di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Menag juga mengingatkan bahwa ajaran agama memandang kebersihan dalam cakupan yang luas. Selain kebersihan fisik, masyarakat perlu memperhatikan kebersihan batin.

Meski demikian, kebersihan lingkungan tetap menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana ibadah yang baik. Karena itu, ia mengajak masyarakat menjadikan kegiatan membersihkan masjid sebagai aktivitas bersama.

Nasaruddin bahkan mendorong keluarga untuk ikut terlibat dalam merawat rumah ibadah. Ia meminta masyarakat tidak hanya membersihkan bagian dalam masjid, tetapi juga fasilitas dan lingkungan sekitar.

“Datanglah ke masjid bersama keluarga. Bersihkan karpetnya, toiletnya, lingkungannya, perbaiki yang rusak. Jangan hanya masjidnya yang dibersihkan, tetapi juga selokan dan area di sekitarnya,” pesannya.

Geber Mas Jadi Bagian dari Penguatan Ekoteologi

Nasaruddin mengatakan Geber Mas berkaitan dengan agenda Kementerian Agama dalam mengembangkan fungsi rumah ibadah. Pemerintah ingin masjid memiliki peran lebih besar dalam kehidupan sosial masyarakat.

Baca Juga :  Mahyeldi Buka MTQ ke-42 Sijunjung, Tekankan Pengamalan Al-Qur’an dalam Kehidupan

Masjid, kata dia, tidak seharusnya hanya berfungsi sebagai tempat pelaksanaan ibadah. Rumah ibadah juga dapat menjadi pusat pendidikan, pemberdayaan ekonomi, kebudayaan, dan penguatan kehidupan sosial umat.

“Kita ingin rumah ibadah bukan hanya tempat beribadah. Rumah ibadah harus menjadi pusat penguatan ekonomi umat, budaya umat, dan peradaban umat. Kalau selama ini umat yang memberdayakan masjid, ke depan masjid yang memberdayakan umat,” tegasnya.

Pandangan tersebut menjadi bagian dari upaya mengubah pola hubungan masyarakat dengan rumah ibadah. Masjid diharapkan tidak hanya menerima dukungan dari jamaah, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi kehidupan umat.

Diikuti Lebih dari 50 Ribu Masjid dan Musala

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Abu Rokhmad mengatakan Geber Mas 2026 menjadi bagian dari rangkaian peringatan Muharram.

Gerakan ini sekaligus menjalankan dua agenda prioritas Menteri Agama, yaitu penguatan ekoteologi dan pemberdayaan rumah ibadah.

“Gerakan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung Indonesia yang bersih, sehat, resik, dan indah. Karena itu, hari ini diikuti lebih dari 50 ribu masjid dan mushola di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Menurut Abu Rokhmad, Geber Mas tidak boleh berhenti setelah peluncuran. Ia meminta gerakan tersebut berkembang menjadi kebiasaan yang dilakukan secara rutin.

Para pengurus masjid, masyarakat, dan penyuluh agama menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan gerakan tersebut. Penyuluh agama juga diminta memberi perhatian terhadap kondisi rumah ibadah di wilayah masing-masing.

Fokus kebersihan mencakup sejumlah area yang kerap terabaikan. Di antaranya toilet, kamar mandi, tempat wudu, saluran air, serta lingkungan sekitar masjid.

“Masjid yang bersih akan membuat ibadah lebih nyaman. Karena itu kami berharap para penyuluh agama memberikan perhatian lebih terhadap rumah-rumah ibadah di wilayahnya masing-masing,” katanya.

Baca Juga :  Ny. Dian Puspita Fadly Amran Buka Bazar Ramadan DWP RSUP M. Djamil Padang
Pemprov DKI Dorong Pengelolaan Sampah di Masjid

Asisten Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi DKI Jakarta Ali Maulana Hakim menyatakan dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan Geber Mas.

Menurut Ali, gerakan tersebut sejalan dengan upaya membangun kebiasaan hidup bersih sekaligus pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Ia juga mengusulkan agar kegiatan kebersihan masjid berjalan bersama program pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Pengurangan penggunaan plastik sekali pakai serta penerapan prinsip reduce, reuse, recycle (3R) juga perlu mendapat perhatian.

“Masjid yang bersih akan melahirkan lingkungan yang bersih. Karena itu Gebermas perlu terus dijaga sebagai gerakan bersama yang berkelanjutan,” katanya.

Rumah Ibadah Didorong Jadi Pusat Gerakan Ekologi

Kementerian Agama berharap keterlibatan lebih dari 50 ribu masjid dan musala membuat Geber Mas berkembang menjadi gerakan sosial-keagamaan berskala nasional.

Gerakan tersebut tidak hanya menyasar ruang utama masjid. Tempat wudu, toilet, saluran air, halaman, hingga lingkungan sekitar juga menjadi bagian dari perhatian.

Melalui Geber Mas, Kementerian Agama ingin menjadikan rumah ibadah sebagai salah satu titik tumbuh kesadaran ekologis masyarakat. Kebersihan masjid diharapkan berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan dan pemberdayaan umat. (*)

Berita Terkait

Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa
Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan
Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:17 WIB

BPK Periksa Kepatuhan Belanja Pemko Padang, Maigus Nasir Minta OPD Transparan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Kemnaker)

Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:41 WIB