Padang, Javanusa—Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah mengajak masyarakat meningkatkan kepatuhan membayar pajak kendaraan bermotor.
Menurutnya, penerimaan pajak memiliki peran penting dalam menopang pembangunan dan pelayanan publik di Sumbar.
Ajakan tersebut disampaikan Mahyeldi saat menghadiri Gebyar Pajak 2026 di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Sabtu (3/10/2026) malam. Kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Sumatera Barat ke-81.
Mahyeldi mengatakan pemerintah terus memperluas akses pembayaran pajak agar masyarakat tidak menghadapi kendala jarak maupun waktu.
“Banyak pilihan-pilihan yang saat ini tersedia, itu semuanya bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam membayar pajak,” ujar Mahyeldi.
Layanan Pajak Makin Dekat dengan Masyarakat
Pemprov Sumbar menghadirkan sejumlah inovasi untuk mendekatkan pelayanan perpajakan kepada warga. Beberapa di antaranya Samsat Nagari, Samsat Malam Minggu, layanan pembayaran saat Car Free Day, serta kios e-Samsat.
Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat memilih lokasi dan waktu pembayaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.
Mahyeldi menyebut jangkauan Samsat Nagari juga terus diperluas. Layanan tersebut kini telah menjangkau sejumlah wilayah, termasuk kawasan yang berada di perbatasan Sumatera Barat dengan provinsi tetangga.
“Bahkan layanan itu kini sudah sampai ke pelosok-pelosok negeri,” ujarnya.
Namun, kemudahan akses saja belum cukup. Mahyeldi menilai pemerintah dan masyarakat perlu membangun kesadaran bersama agar kewajiban membayar pajak berjalan secara konsisten.
Pajak Kendaraan Dukung Pembangunan Daerah
Mahyeldi menegaskan penerimaan pajak kembali kepada masyarakat melalui berbagai program pembangunan dan pelayanan pemerintah daerah.
Karena itu, ia berharap kemudahan layanan yang tersedia dapat mendorong lebih banyak warga memenuhi kewajiban pajaknya tepat waktu.
“Semoga dengan kemudahan itu, masyarakat juga menjadi semakin taat dalam membayar pajak kendaraannya,” harapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Sumbar H. Muhidi menilai Gebyar Pajak 2026 memiliki fungsi lebih luas daripada sekadar kegiatan apresiasi bagi wajib pajak.
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk memperkuat kesadaran sekaligus membangun budaya taat pajak di tengah masyarakat.
“Gebyar Pajak bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk membangun kesadaran, kepatuhan, dan budaya masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan daerah,” kata Muhidi.
Sediakan Hadiah hingga Paket Makanan Tradisional
Kepala Bapenda Sumbar Al Amin menjelaskan Gebyar Pajak 2026 terlaksana melalui kolaborasi Pemprov Sumbar dengan Kepolisian, PT Jasa Raharja, Bank Indonesia, dan Bank Nagari.
Panitia menyiapkan sejumlah hadiah untuk masyarakat dalam kegiatan tersebut. Hadiahnya terdiri dari tiga paket umrah, tiga unit sepeda motor, lima unit sepeda listrik, sembilan gram emas, serta 81 helm.
Selain hadiah, masyarakat juga dapat membeli makanan tradisional dengan harga khusus.
“Selain itu, tersedia 3.000 paket makanan tradisional yang dapat dibeli masyarakat dengan harga Rp81. Paket tersebut merupakan dukungan Bank Indonesia Perwakilan Sumbar,” ungkap Al Amin.
Al Amin menegaskan seluruh rangkaian Gebyar Pajak 2026 tidak menggunakan dana APBD.
Dukungan kegiatan berasal dari mitra yang terlibat, termasuk UPTD Samsat dan Bapenda di seluruh Sumbar. Dengan demikian, pelaksanaan kegiatan tetap berjalan tanpa membebani anggaran pendapatan dan belanja daerah. (*)






