Gebyar Pajak Sumbar, Muhidi Dorong Warga Taat Bayar PKB untuk Perkuat Pembangunan

Penulis -

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Sumbar Muhidi saat menghadiri kegiatan Gebyar Pajak. (Foto: Ist)

Ketua DPRD Sumbar Muhidi saat menghadiri kegiatan Gebyar Pajak. (Foto: Ist)

Padang, Javanusa—Ketua DPRD Sumatera Barat (Sumbar) Muhidi mengajak masyarakat meningkatkan kepatuhan membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Ia menilai, ketaatan membayar pajak turut menentukan kekuatan keuangan daerah dalam membiayai pembangunan dan pelayanan publik.

Muhidi menyampaikan hal itu saat menghadiri Gebyar Pajak pada Sabtu (3/10/2026). Ia mengapresiasi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumbar serta berbagai pihak yang ikut mendukung kegiatan tersebut.

Menurut Muhidi, pemerintah perlu membangun kesadaran pajak, bukan sekadar mengejar kepatuhan melalui penerapan sanksi.

“Pajak merupakan salah satu penopang utama pembangunan daerah. Karena itu, yang perlu kita bangun bukan hanya kepatuhan karena adanya sanksi, tetapi kesadaran bahwa membayar pajak merupakan tanggung jawab sekaligus kontribusi nyata masyarakat untuk pembangunan,” kata Muhidi.

PKB Jadi Sumber Penting Pendapatan Daerah

Muhidi menjelaskan, kondisi fiskal daerah berpengaruh langsung terhadap kemampuan pemerintah menjalankan program pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Kebutuhan pembangunan terus meningkat. Pada saat yang sama, pemerintah daerah juga menghadapi penyesuaian dan efisiensi transfer keuangan dari pemerintah pusat.

Kondisi tersebut membuat Sumatera Barat perlu memperkuat sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu sektor yang memiliki peran strategis ialah Pajak Kendaraan Bermotor.

Muhidi meminta pemerintah mengoptimalkan potensi PKB dengan pendekatan yang mengutamakan pelayanan dan edukasi.

“Jangan sampai masyarakat membayar pajak hanya karena takut terkena sanksi. Kita ingin kepatuhan itu tumbuh karena kesadaran,” ujarnya.

Ia menilai kepatuhan membayar PKB juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia usaha. Penerimaan tersebut dapat mendukung pembangunan serta pemeliharaan berbagai infrastruktur.

Data Kendaraan Harus Terus Diperbarui

Muhidi menyebut pemerintah perlu memperkuat basis data kendaraan sebagai langkah awal meningkatkan penerimaan PKB.

Data tersebut harus menggambarkan kendaraan yang terdaftar, kendaraan aktif membayar pajak, kendaraan menunggak, serta wilayah dengan tingkat kepatuhan rendah.

Baca Juga :  Muhidi Bagikan Kisah Perjuangan, Dorong Pelajar Padang Jadi Generasi Unggul Lewat Literasi

Data yang akurat akan membantu pemerintah menyusun kebijakan berdasarkan kondisi aktual. Dengan begitu, strategi peningkatan penerimaan tidak hanya mengandalkan capaian pada tahun sebelumnya.

“Langkah kedua adalah memperluas dan mempermudah akses pelayanan pembayaran pajak,” ujarnya.

Menurut Muhidi, masyarakat tidak boleh menghadapi hambatan membayar pajak akibat jarak, waktu, prosedur, atau keterbatasan informasi.

Karena itu, pemerintah perlu memperkuat layanan jemput bola. Samsat keliling, layanan di pusat aktivitas masyarakat, hingga kanal digital dapat menjadi bagian dari strategi tersebut.

“Pemerintah jangan hanya menunggu masyarakat datang. Pemerintah juga harus aktif mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Edukasi Pajak Perlu Masuk Media Digital

Selain pelayanan, Muhidi menilai pemerintah perlu memperbarui cara menyampaikan edukasi perpajakan.

Menurutnya, sosialisasi tidak cukup melalui penyuluhan, spanduk, maupun kegiatan formal. Pemerintah perlu menggunakan pola komunikasi yang dekat dengan kebiasaan masyarakat.

“Media sosial, video pendek, konten kreatif, radio, serta kolaborasi dengan tokoh masyarakat, komunitas otomotif, pemerintah nagari, generasi muda dan pelaku usaha dinilai dapat menjadi sarana untuk memperluas edukasi perpajakan,” ujarnya.

Materi edukasi juga harus sederhana dan mudah dipahami. Masyarakat perlu mengetahui waktu pembayaran, prosedur, lokasi layanan, serta manfaat pajak bagi pembangunan daerah.

Gebyar Pajak Diharapkan Berlanjut

Muhidi berharap Gebyar Pajak tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Ia ingin kegiatan tersebut berkembang menjadi gerakan untuk membangun budaya taat pajak hingga tingkat nagari dan lingkungan masyarakat.

Di sisi lain, ia meminta pemerintah menerapkan aturan secara adil dan konsisten. Wajib pajak yang memenuhi kewajibannya tepat waktu harus mendapatkan rasa keadilan.

Sementara itu, pemerintah tetap perlu menggunakan pendekatan persuasif dan edukatif kepada masyarakat yang memiliki tunggakan. Namun, penegakan aturan harus tetap berjalan sesuai ketentuan hukum.

Baca Juga :  Reses di Padang Sarai, Muhidi Tekankan Pentingnya Menyiapkan Generasi Muda Hadapi Persaingan Global

“Edukasi dan pelayanan yang baik harus berjalan bersama dengan penegakan aturan. Terhadap pelanggaran atau tunggakan yang ditangani berdasarkan ketentuan hukum, pemerintah juga harus bertindak secara konsisten dan proporsional,” tuturnya.

Transparansi Pajak Perkuat Kepercayaan Publik

Muhidi turut menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan penerimaan pajak. Menurutnya, masyarakat perlu memahami penggunaan pajak yang mereka bayarkan.

Penerimaan pajak menjadi salah satu sumber pembiayaan pembangunan. Dana tersebut turut mendukung infrastruktur, pelayanan publik, serta terciptanya lingkungan ekonomi yang lebih kondusif.

DPRD Sumbar, kata Muhidi, mendorong peningkatan penerimaan PKB melalui sejumlah strategi. Langkah itu meliputi pendataan yang akurat, pelayanan yang mudah, komunikasi publik yang kreatif, perlakuan yang adil, serta penegakan aturan secara konsisten.

Upaya tersebut membutuhkan kerja sama lintas sektor. Pemerintah daerah, kepolisian, Jasa Raharja, pemerintah kabupaten dan kota, pemerintah nagari, komunitas, dunia usaha, media, serta masyarakat perlu mengambil peran.

“Semoga melalui Gebyar Pajak ini semakin banyak masyarakat yang sadar, semakin mudah masyarakat memenuhi kewajibannya, dan semakin kuat kemampuan fiskal Sumatera Barat untuk membiayai pembangunan,” kata Muhidi. (*)

Berita Terkait

Muhidi Dorong Satu Kelurahan Satu Masjid Ramah Anak di Sumbar
Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Mahasiswa Perkuat Literasi, Kuasai Teknologi dan Berpikir Kritis
Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Guru Fisika Cetak Generasi Unggul dan Berkarakter
Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Gerakan Satu Kelurahan Satu Masjid Ramah Anak
Evi Yandri Ajak Warga Sumbar Aktif Cegah Penyalahgunaan Narkoba
Jalan Fisika I dan II Limau Manis Selatam Diaspal, Warga Apresiasi Ketua DPRD Sumbar Muhidi
Sosialisasikan Perda Penanggulangan Bencana, Doni Harsiva Yandra Ingatkan Pentingnya Mitigasi
Iqra Chissa Dorong Ketahanan Keluarga di Sumbar, Soroti Pola Asuh Anak di Era Digital

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:02 WIB

Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Optimalkan PAD Lewat Digitalisasi, Pemko Padang Jajaki Kerja Sama dengan BRI

Berita Terbaru