Gempa M7,7 NTT: 87 Orang Meninggal, 150.576 Warga Mengungsi

Penulis -

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah tenaga medis di KRI dr. Soeharso-990 sedang melakukan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak gempa NTT di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, NTT pada Sabtu (22/8). (Foto: Bidang Komunikasi Kebencanaan/Muhammad Arfari Dwiatmojdo)

Sejumlah tenaga medis di KRI dr. Soeharso-990 sedang melakukan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak gempa NTT di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, NTT pada Sabtu (22/8). (Foto: Bidang Komunikasi Kebencanaan/Muhammad Arfari Dwiatmojdo)

Labuan Bajo, Javanusa—Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) menimbulkan dampak besar di sejumlah wilayah.

Hingga Sabtu (22/8/2026), Pos Pendamping Nasional mencatat 87 orang meninggal dunia, 1.298 warga terluka, dan 150.576 orang mengungsi.

Gempa Susulan Tembus 5.000 Kejadian

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 5.012 gempa susulan hingga Jumat (21/8), pukul 05.00 WIB.

Gempa susulan tersebut memiliki magnitudo yang beragam. Gempa terbesar mencapai M6,2, sedangkan yang terkecil tercatat M1,1.

Dari ribuan gempa susulan itu, sebanyak 124 kejadian dirasakan oleh masyarakat di wilayah terdampak.

Korban Meninggal Capai 87 Orang

Pos Pendamping Nasional mencatat 87 korban meninggal dunia hingga Sabtu (22/8), pukul 16.00 WIB.

Kabupaten Manggarai mencatat jumlah korban meninggal terbanyak dengan 31 orang. Berikutnya Manggarai Timur 30 orang, Nagekeo 13 orang, Sikka 9 orang, Ngada 4 orang, Ende 2 orang, dan Manggarai Barat 1 orang.

Sementara itu, jumlah korban luka mencapai 1.298 orang. Rinciannya terdiri atas 336 orang luka berat, 61 luka sedang, dan 895 luka ringan.

Sebanyak enam korban lainnya masih menjalani proses pendataan. Manggarai Timur menjadi wilayah dengan korban luka terbanyak, yakni 643 orang, disusul Manggarai dengan 285 orang.

Lebih dari 150 Ribu Warga Mengungsi

Dampak gempa juga memaksa 150.576 warga meninggalkan tempat tinggal mereka untuk mencari lokasi yang lebih aman.

Kabupaten Manggarai menampung 41.427 pengungsi. Kemudian Nagekeo 34.256 orang, Manggarai Timur 31.372 orang, dan Manggarai Barat 19.954 orang.

Jumlah pengungsi di Sikka mencapai 17.587 orang. Sementara itu, Ende mencatat 3.429 pengungsi dan Ngada sebanyak 2.551 orang.

Bantuan Logistik Capai 954 Ton

Pemerintah terus mengirimkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Pos Pendukung Logistik Nasional (Posduklognas) di Halim Perdanakusuma mencatat 147 ton bantuan telah dikirim pada Sabtu (22/8) melalui 10 sorti penerbangan.

Baca Juga :  24 Pendonor Darah Sukarela Padang Raih Satyalencana Kebaktian Sosial

Dari jumlah tersebut, sebanyak 70 ton bantuan menuju Labuan Bajo. Sebanyak 77 ton lainnya dikirim ke Maumere.

Jika dihitung sejak 15 hingga 22 Agustus 2026, total bantuan yang sudah didistribusikan mencapai 954 ton melalui 68 sorti penerbangan.

Sebanyak 651 ton bantuan dikirim ke Labuan Bajo, sedangkan 303 ton lainnya menuju Maumere.

Ribuan Personel Dikerahkan

Penanganan darurat juga melibatkan ribuan personel gabungan dari berbagai unsur. Data Pos Pendamping Nasional mencatat 5.832 personel TNI dan 238 personel Polri telah terlibat dalam operasi tersebut.

Selain itu, sebanyak 903 relawan dari 104 organisasi ikut membantu penanganan bencana.

Jumlah tersebut belum mencakup seluruh tim dari kementerian dan lembaga yang turut diterjunkan, termasuk personel Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

KRI dr. Suharso Perkuat Layanan Kesehatan

Memasuki hari kedelapan penanganan, dukungan medis bertambah dengan kedatangan KRI dr. Suharso 990 di Pelabuhan Reo.

Personel TNI Angkatan Laut dari kapal tersebut kemudian mendirikan rumah sakit lapangan di Lapangan Waso dan Wangkong, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.

Kapal rumah sakit itu memiliki fasilitas untuk menangani tindakan medis besar. Fasilitas tersebut juga mencakup ruang rawat inap dengan kapasitas hingga 75 pasien.

Rumah Sakit Terapung Layani Korban di Manggarai Timur

Dukungan kesehatan juga datang dari Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga milik Ikatan Alumni Universitas Airlangga.

Kapal tersebut bersandar di Teluk Nangalirang, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.

Keberadaan dua fasilitas kesehatan terapung dan rumah sakit lapangan tersebut memperkuat layanan medis bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi M7,7 NTT. (*)

Berita Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru