Jakarta, Javanusa—Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menggerakkan program “Jaga Jakarta Bersih, Pilah Sampah”.
Program ini menjadi langkah awal perubahan sistem pengelolaan sampah langsung dari sumbernya.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Moh. Jumhur Hidayat, menegaskan pemerintah pusat mendukung penuh gerakan tersebut. Ia juga meminta masyarakat ikut aktif memilah sampah dari rumah.
Menurut Jumhur, gerakan pilah sampah harus menjadi gerakan bersama warga Jakarta. Selain menjaga kebersihan lingkungan, langkah itu juga dapat menciptakan nilai ekonomi dari sampah.
“Saya memastikan inisiatif Jakarta ini mendapat dukungan penuh dan harus berhasil. Gerakan ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi juga gerakan warga Jakarta,” ujar Jumhur.
Ia menilai gerakan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat di berbagai daerah dalam memperlakukan sampah secara lebih bijak.
Pemprov DKI Libatkan Seluruh Elemen Masyarakat
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan gerakan “Jaga Jakarta Bersih, Pilah Sampah” akan berjalan secara menyeluruh dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Pramono menyebut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjalankan program itu dengan dukungan Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan Kementerian Lingkungan Hidup.
“Hari ini Pemerintah Jakarta resmi memulai gerakan pilah sampah. Gerakan ini akan berjalan masif di seluruh Jakarta,” kata Pramono.
Sebagai bentuk dukungan kebijakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menerbitkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.
Aturan tersebut mewajibkan warga Jakarta memilah sampah rumah tangga. Pemerintah mulai memberlakukan kebijakan itu pada 10 Mei 2026, bertepatan dengan rangkaian HUT ke-499 DKI Jakarta.
Sampah Rumah Tangga Jadi Tantangan Terbesar
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan persoalan terbesar pengelolaan sampah berada di tingkat rumah tangga. Karena itu, perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor penting.
Menurut Zulhas, gerakan pilah sampah dapat membantu mengurangi beban sampah sekaligus memperbaiki sistem pengelolaan lingkungan.
“Yang paling berat memang sampah rumah tangga. Karena itu, gerakan pilah sampah sangat penting,” ujar Zulhas.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memulai gerakan tersebut dan berharap daerah lain mengikuti langkah serupa.
Pendampingan Pengelolaan Sampah Berjalan Sejak 2024
KLH/BPLH telah mendampingi transformasi pengelolaan sampah di DKI Jakarta sejak akhir 2024.
Pada 17 Februari 2025, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyerahkan roadmap fase pertama transformasi pengelolaan sampah. Program itu mencakup percontohan pemilahan sampah di tingkat kelurahan, RT/RW, hingga rumah tangga.
Sebelumnya, KLH/BPLH bersama pemerintah daerah juga mendeklarasikan gerakan pilah sampah di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Timur.
Kini, pemerintah memperluas implementasi gerakan tersebut ke seluruh wilayah DKI Jakarta.
Gerakan “Jaga Jakarta Bersih, Pilah Sampah” diharapkan menjadi solusi pengelolaan sampah di ibu kota. Selain itu, program tersebut juga ditargetkan menjadi model nasional menuju pengelolaan sampah 100 persen pada 2029. (*/red)






