GJAW 2025 Perkuat Ekosistem Otomotif dan Kendaraan Listrik Nasional

Penulis -

Minggu, 23 November 2025 - 07:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Setia Diarta membuka GJAW 2025 di ICE BSD, Tangerang pada Jumat (21/11). (Foto: Kemenperin)

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Setia Diarta membuka GJAW 2025 di ICE BSD, Tangerang pada Jumat (21/11). (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Perindustrian terus memperkuat fondasi industri otomotif sebagai sektor penggerak utama perekonomian nasional.

Dalam meningkatkan daya saing dan memperluas pasarnya, Kemenperin melakukan berbagai program strategis, salah satunya dengan mendukung kegiatan pameran otomotif GAIKINDO Jakarta Auto Week (GJAW) 2025, yang berperan penting dalam mempromosikan produk otomotif dalam negeri.

“GJAW menjadi wadah strategis untuk menampilkan inovasi industri otomotif nasional, termasuk perluasan penggunaan kendaraan rendah emisi. Kami berharap gelaran ini tidak hanya memperkuat daya saing, tetapi juga menarik investasi baru di sektor otomotif,” ujar Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Setia Diarta mewakili Menteri Perindustrian saat membuka GJAW 2025 di ICE BSD, Tangerang pada Jumat (21/11).

Berdasarkan data BPS Triwulan III 2025, sektor Industri Pengolahan Nonmigas (IPNM) mencatat pertumbuhan positif 5,58% (YoY), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,04%.

Sektor ini juga menjadi penyumbang terbesar sumber pertumbuhan ekonomi sebesar 1,04%. Kontribusi IPNM terhadap PDB mencapai 17,39%, meningkat dari 16,92% pada triwulan sebelumnya.

Selain itu, laporan Manufacturing Value Added (MVA) dari World Bank menempatkan Indonesia pada posisi ke-13 dunia dan pertama di ASEAN, dengan nilai MVA tahun 2024 mencapai USD 265,07 miliar, jauh di atas rata-rata global USD 78,73 miliar. Kinerja tersebut menempatkan Indonesia sejajar dengan negara industri besar seperti Inggris, Rusia, dan Prancis.

Dirjen ILMATE menuturkan, pertumbuhan manufaktur tidak terlepas dari peran kinerja industri otomotif. Pada Triwulan III 2025, kontribusi subsektor ini mencapai 1,28% terhadap PDB nasional.

Saat ini, Indonesia memiliki 39 pabrikan kendaraan roda empat dengan kapasitas produksi 2,39 juta unit per tahun, dan 82 pabrikan kendaraan roda dua dan tiga dengan kapasitas hingga 11,2 juta unit per tahun.

Baca Juga :  Kemenperin Dorong IKM Drone Tembus Pasar Global Lewat Sertifikasi Internasional

Pada periode Januari–September 2025, produksi kendaraan roda empat mencapai 0,85 juta unit, dengan ekspor Completely Built Up (CBU) sebesar 0,38 juta unit atau hampir 45% dari total produksi. Untuk roda dua dan tiga, produksi mencapai 5,25 juta unit dengan ekspor CBU sebesar 0,41 juta unit.

Melihat potensi pasar domestik, Setia mengatakan, industri otomotif nasional baik kendaraan roda empat maupun roda dua dinilai memiliki ruang pertumbuhan pasar yang sangat besar.

Data Vehicles in Use 2024 dari OICA menunjukkan tingkat kepemilikan mobil (Car Ownership Ratio/COR) Indonesia baru mencapai 99 per 1.000 penduduk. Angka tersebut masih jauh di bawah Malaysia dengan angka COR sebesar 490, Thailand sebesar 275, dan Singapura sebanyak 211.

Dari total investasi, kategori bus listrik, mobil listrik, serta kendaraan roda dua dan tiga listrik telah mencapai Rp5,76 triliun. Dengan rincian kapasitas produksi industri bus listrik nasional sebesar 4.100 unit per tahun, mobil listrik mencapai kapasitas 110.660 unit per tahun, dan roda dua serta tiga listrik mencapai 2,51 juta unit per tahun.

“Sepanjang tahun 2022 hingga September 2025, produksi kendaraan rendah emisi karbon (LCEV) mencapai 878 ribu unit, dengan melibatkan 274 industri komponen lokal serta menyerap 182.348 tenaga kerja. Kami optimis, kinerja industri kendaraan listrik nasional ini akan terus berkembang secara signifikan,” katanya.

Pemerintah telah melakukan penyesuaian batas minimal Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk kendaraan listrik, yaitu 40% hingga 2026, 60% pada periode 2027–2029, dan 80% mulai 2030.

Kebijakan ini ditujukan untuk memperkuat industri komponen dalam negeri sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia sebagai basis produksi kendaraan listrik global. Saat ini terdapat tujuh perusahaan produsen kendaraan listrik yang telah memenuhi nilai TKDN 40–80%.

Baca Juga :  Wulan Aprilianti dari Kemenperin Motivasi Siswa Baru SMK SMAK Padang: Lulusan Vokasi Harus Siap Kerja

Kemenperin menyampaikan apresiasi kepada para pelaku industri yang menghadirkan lini kendaraan elektrifikasi, khususnya Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

Kehadiran peserta GJAW merupakan bukti nyata industri Indonesia siap bergerak bersama menuju masa depan yang lebih hijau dan rendah emisi karbon.

Melalui berbagai kebijakan dan insentif strategis, Kemenperin akan mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik, termasuk insentif PPnBM DTP untuk kendaraan hybrid dan PPN DTP bagi kendaraan bermotor listrik.

Langkah ini semakin menegaskan komitmen pemerintah bersama pelaku usaha untuk membangun industri otomotif yang berdaya saing, modern, dan berkelanjutan.

“Kami memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan GAIKINDO Jakarta Auto Week 2025. Semoga pameran ini dapat menjadi katalis positif bagi pertumbuhan industri otomotif dan perekonomian nasional,” tutur Setia.

Pada laporannya, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) Putu Juli Ardika menuturkan, GJAW 2025 menghadirkan exhibitor lebih dari 80 merek yang terdiri dari 33 merek kendaraan penumpang, 2 perusahaan karoseri, 10 merek kendaraan roda dua, serta lebih dari 40 merek pendukung industri otomotif.

“Pameran ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk terbaru, tetapi juga edukasi publik mengenai arah transformasi industri menuju kendaraan rendah emisi,” kata Putu. (*/red)

Berita Terkait

Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar
SPKLU Center Pertama di Sumbar Diresmikan, Langkah Baru Menuju Green Province  
FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM, Sehari Bisa Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Sehari
Pertamina Cek Kualitas Pertalite di Padang, Sampel Diuji hingga Laboratorium Lemigas
Resmikan Al Harris Umrah, Fadly Amran Dorong Penguatan Ekonomi Haji dan Umrah
Pertalite Diduga Tercampur Material Asing, Pertamina Periksa 6 SPBU di Padang dan Agam

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru

Mikel Arteta sepakat memperpanjang kontrak di Arsenal. (Foto: IG @mikelarteta)

Olahraga

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Okt 2026 - 08:06 WIB