Tanah Datar, Javanusa—Groundbreaking hunian tetap (Huntap) Danantara di Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, resmi dimulai, Kamis (19/2/2026).
Prosesi ditandai pemukulan tabuah oleh COO Danantara sekaligus Ketua BP BUMN, Dony Oskaria.
Program ini menargetkan percepatan pemulihan pasca bencana di Sumatera Barat, sekaligus mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat terdampak.
COO Danantara, Dony Oskaria menegaskan Huntap bukan sekadar tempat tinggal. Ia menyebut proyek ini sebagai simbol kebangkitan ekonomi dan mental masyarakat Sumbar.
“Huntap ini bukan sekadar rumah. Ini simbol kebangkitan. Sumbar harus bangkit dari kondisi ekonomi saat ini,” kata Dony.
Ia memaparkan, pertumbuhan ekonomi Sumbar berada di kisaran 3,5 persen dengan inflasi sekitar 6 persen. Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi memicu persoalan sosial jika tidak segera diatasi.
Target Rampung 3–4 Bulan
Dony yang juga putra daerah Tanah Datar menargetkan pembangunan Huntap rampung dalam tiga hingga empat bulan. Rumah tersebut akan segera dihuni masyarakat terdampak bencana.
Tahap awal, sebanyak 80 unit rumah dibangun di atas lahan seluas 1,8 hektare.
Siapkan Lahan dan Program Ekonomi
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, memastikan dukungan penuh pemerintah daerah. Pemkab telah menyiapkan lahan tambahan sekitar 4 hektare sebagai cadangan pengembangan.
“Kami bergerak cepat. Saat daerah lain masih membangun huntara, kita sudah masuk tahap huntap,” ujar Eka Putra.
Selain hunian, Pemkab menyiapkan program pemberdayaan ekonomi. Pemerintah membentuk kelompok tani serta menyediakan mesin jahit untuk mendukung usaha masyarakat.
Sekolah Rakyat Tampung 3.000 Siswa
Sebagai bagian dari pemulihan jangka panjang, Danantara dan Pemkab juga merencanakan pembangunan Sekolah Rakyat. Fasilitas ini dirancang menampung sekitar 3.000 siswa dari jenjang SD hingga SMA dengan sistem asrama.
Eka menyebut pihaknya menerima hibah lahan 10,5 hektare dari keluarga Dony Oskaria. Proses administrasi tengah berjalan dan pembangunan ditargetkan dimulai pada 2026.
DPR RI Apresiasi Percepatan Huntap
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, mengapresiasi langkah cepat Danantara. Ia menilai percepatan pembangunan Huntap menjadi bukti sinergi BUMN dan pemerintah daerah.
“Hari ini kita menyaksikan groundbreaking Huntap di Tanah Datar. Pelayanan BUMN ke depan harus semakin cepat dan tepat,” ujarnya.
Andre berharap program serupa diperluas ke daerah lain di Sumbar yang terdampak bencana. Menurut dia, kualitas hunian tetap harus lebih baik dari hunian sementara sebelumnya.
Groundbreaking turut dihadiri Direktur Utama PT Nindya Karya, Wakil Direktur HKI, Direktur Utama Bank Syariah Indonesia, Komisaris PT Semen Padang, Komisaris InJourney, Ketua DPRD Tanah Datar, Forkopimda, serta jajaran Pemkab.
Dengan sinergi pemerintah daerah, Danantara, DPR RI, dan BUMN, Huntap Rambatan diharapkan menjadi model pemulihan pasca bencana berbasis hunian dan penguatan ekonomi lokal di Tanah Datar. (*/red)






