Gubernur Mahyeldi: Pendidikan Sumbar Harus Kembangkan Potensi dan Kemandirian Siswa

Penulis -

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumbar Mahyeldi saat menghadiri Seminar Nasional dalam rangka peringatan 100 tahun Institut Nasional Sjafei (INS) Kayutanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (31/10/2026). (Foto: Adpsb)

Gubernur Sumbar Mahyeldi saat menghadiri Seminar Nasional dalam rangka peringatan 100 tahun Institut Nasional Sjafei (INS) Kayutanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (31/10/2026). (Foto: Adpsb)

Padang Pariaman, Javanusa—Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menekankan pentingnya pendidikan yang mampu mengembangkan potensi setiap peserta didik.

Menurutnya, pendidikan harus membentuk generasi yang mandiri, kreatif, dan unggul sesuai bakat serta kemampuan masing-masing.

Mahyeldi menyampaikan hal tersebut saat menjadi narasumber Seminar Nasional dalam rangka peringatan 100 tahun Institut Nasional Sjafei (INS) Kayutanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (31/10/2026).

Ia menilai sistem pendidikan perlu memberi ruang bagi keberagaman karakter dan kemampuan siswa. Setiap anak memiliki potensi berbeda yang perlu dikenali, dikembangkan, dan diarahkan secara optimal.

Mahyeldi Tekankan Pendidikan yang Berpusat pada Potensi Siswa

Mahyeldi menjelaskan bahwa pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu pengetahuan. Pendidikan juga bertujuan menumbuhkan, memfasilitasi, mengembangkan, dan melindungi potensi yang dimiliki setiap individu.

Dalam proses tersebut, guru memegang peran penting untuk mendorong perkembangan peserta didik. Guru perlu memberikan motivasi, stimulasi, serta arahan agar siswa mampu mengenali dan mengoptimalkan kemampuan dirinya.

Karena itu, Mahyeldi mengajak seluruh insan pendidikan untuk menerapkan pendekatan pembelajaran yang menghargai keunikan setiap peserta didik.

INS Kayutanam dan Warisan Pemikiran Engku Mohammad Sjafei

Pada kesempatan tersebut, Mahyeldi juga mengajak insan pendidikan menggali kembali pemikiran tokoh pendidikan Sumbar, Engku Mohammad Sjafei.

Menurutnya, Sjafei telah meletakkan dasar pendidikan yang menekankan kemandirian, kreativitas, dan pembentukan karakter peserta didik.

Mahyeldi menilai Sumbar memiliki kontribusi besar dalam perjalanan pendidikan nasional. Hal itu terlihat dari banyaknya tokoh bangsa yang berasal dari daerah tersebut.

“Sumbar memiliki sejarah panjang dalam perkembangan pendidikan nasional. Itu dirandai dengan banyak lahirnya tokoh bangsa dari Sumbar,” ucapnya.

Ia menambahkan, warisan sejarah dan intelektual tersebut perlu terus dipelihara. Salah satu upayanya melalui penguatan hubungan ranah dan rantau serta pengenalan kembali tokoh-tokoh Minangkabau yang memiliki kiprah di tingkat internasional.

Baca Juga :  Lulusan SMAKPA Padang Diburu Industri, 153 Alumni Terserap Sebelum Pelantikan

“Momentum satu abad INS Kayutanam ini menjadi pengingat bagi kita semua, untuk memperkuat sektor pendidikan di Sumbar,” ajaknya.

Fasli Jalal Soroti Kesamaan Pemikiran Tokoh Pendidikan

Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan INS Kayutanam, Fasli Jalal, menyoroti kesamaan pemikiran Engku Mohammad Sjafei dan Ki Hajar Dewantara dalam membangun pendidikan nasional.

Menurut Fasli, kedua tokoh tersebut memiliki semangat yang sama untuk memerdekakan bangsa melalui pendidikan. Mereka memandang pendidikan sebagai sarana membentuk manusia yang mandiri dan berkarakter.

Fasli menjelaskan, pemikiran Engku Mohammad Sjafei menitikberatkan pada pengembangan kemandirian, penggalian potensi individu, serta pendidikan yang berakar pada kebudayaan sendiri.

Ia berharap nilai-nilai tersebut terus diterapkan dan dikembangkan di INS Kayutanam maupun lembaga pendidikan lainnya di Sumbar.

Dengan demikian, warisan pemikiran pendidikan Engku Mohammad Sjafei dapat terus memberikan kontribusi lebih luas bagi kemajuan bangsa dan dunia. (*)

Berita Terkait

Disdikbud Padang Latih 350 Guru SMP Kuasai AI dan Konten Digital Pembelajaran
SMPN 17 Padang Jadi Sekolah Percontohan LMS Ruang Kelas Digital
Ratusan Pelajar Sumbar Adu Kemampuan di Pra-OSN 2026, Siap Menuju Panggung Nasional
Semarak HSN 2026, Ponpes Modern Hijrah Medina Lengayang Padukan Pendidikan Agama, Kreativitas dan Kewirausahaan
Inovasi Biodiesel dari Limbah, Siswa SMK SMAK Padang Raih Juara 2 dan Poster Terbaik di Lomba Kimia XXX Unand
Sekolah di Padang Kembali Tatap Muka 22 Oktober 2026, Siswa Wajib Pakai Masker
Disdikbud Padang Dampingi 342 Guru SD Cegah Perundungan dan Kekerasan di Sekolah
MTsN 5 Kota Padang Raih Tiga Gelar di Kejurda FORBASI Sumbar, Lolos ke Kejurnas Bandung

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Kemenhaj Perkuat Transformasi Layanan Haji dengan Tiga Pilar: Humanis, Profesional, dan Adaptif

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, Cek Status Keberangkatan di Sini

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Kemenhaj Catat 244 Kasus Haji dan Umrah, Potensi Kerugian Jemaah Capai Rp247,65 Miliar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pakai Direct Flight, Hindari Transit Singapura-Malaysia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:07 WIB

Kemenhaj Perkuat Pengawasan Umrah, Antisipasi Situasi Darurat dan Force Majeure

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Kemenhaj dan Kemenbud Jajaki Pembentukan Museum Haji Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Menhaj Irfan Yusuf Buka Suara soal Pengangkatan Anaknya sebagai Tenaga Ahli

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Jadwal Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Masuk Asrama Mulai 10 April

Berita Terbaru