Namun, Mahyeldi berharap agar semua perguruan tinggi di Sumbar dapat menciptakan suasana kondusif di lingkungan kampus, termasuk di UIN Bukittinggi.
“Indonesia akan menghadapi tahun politik, maka penting untuk menjaga kondusivitas dalam Masyarakat,” tutur Mahyeldi.
Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Ridha Ahida, menjelaskan kunjungannya untuk mengklarifikasi dan meminta maaf atas insiden tersebut.
Ia menyatakan mengundang Gubernur secara resmi untuk menjadi pemateri dalam acara tersebut.
Ridha juga menegaskan tidak ada aksi pengusiran terhadap Gubernur. Faktanya, Gubernur membatalkan penyampaian materi karena suasana yang tidak kondusif.
Hal ini dilakukan untuk menjaga harga diri Gubernur secara pribadi dan dalam kapasitasnya sebagai pemimpin pemerintahan.
Ridha mengungkapkan pesan-pesan yang disampaikan Gubernur akan menjadi acuan dalam penyelenggaraan pendidikan di UIN Bukittinggi ke depan.
Saat ini, pihak akademik sedang memproses oknum mahasiswa yang terlibat dalam insiden tersebut sesuai dengan Kode Etik Kemahasiswaan UIN Bukittinggi. (adpsb)
Halaman : 1 2






