Gubernur Mahyeldi Tanam 1.000 Pohon di Hutan Kota Malvinas, Serukan Aksi Nyata Cegah Banjir dan Krisis Iklim

Penulis -

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumbar Mahyeldi memimpin penanaman 1.000 pohon di kawasan Hutan Kota Malvinas, Jumat (12/6/2026). (Foto: ADPSB)

Gubernur Sumbar Mahyeldi memimpin penanaman 1.000 pohon di kawasan Hutan Kota Malvinas, Jumat (12/6/2026). (Foto: ADPSB)

Padang, Javanusa—Gubernur Sumatera Barat (Padang) Mahyeldi Ansharullah menegaskan pemulihan lingkungan tidak dapat ditunda lagi.

Ia menyampaikan hal tersebut setelah banjir dan longsor meninggalkan kerusakan besar di berbagai wilayah Sumatera Barat.

Ia menilai bencana tersebut menjadi peringatan keras bagi semua pihak. Menurutnya, menjaga lingkungan jauh lebih murah dibandingkan biaya pemulihan kerusakan.

Mahyeldi menyampaikan pesan itu saat memimpin penanaman 1.000 pohon di kawasan Hutan Kota Malvinas. Lokasi berada di sempadan Sungai Batang Kuranji Sungai Batang Kuranji, Kota Padang, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan ini berlangsung dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Program ini juga mendukung rehabilitasi kawasan terdampak banjir besar pada akhir tahun lalu.

“Tidak boleh ditunggu lagi. Kita harus bertindak sekarang untuk pengendalian iklim karena ini menyangkut keberlangsungan hidup manusia itu sendiri,” kata Mahyeldi.

Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Aksi Lingkungan

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumbar menginisiasi kegiatan ini. Ratusan peserta dari pemerintah, BUMN, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas lingkungan, pelajar, dan organisasi masyarakat ikut terlibat aktif.

Mahyeldi menegaskan kolaborasi lintas sektor menjadi modal penting dalam membangun kepedulian lingkungan. Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam gerakan tersebut.

“Alhamdulillah hari ini kita hadir bersama. Ini bukan sekadar memperingati Hari Lingkungan Hidup, tetapi bagaimana membangun kepedulian terhadap sampah, melakukan penanaman, menjaga dan merawat pohon, serta mewariskan kepedulian lingkungan kepada generasi muda,” ujarnya.

Dampak Kerusakan Lingkungan Mulai Terlihat

Mahyeldi mengingatkan masyarakat telah merasakan langsung dampak kerusakan lingkungan. Ia menegaskan kerusakan alam memicu banjir, longsor, dan dampak yang lebih luas.

“Kita sudah merasakan akibatnya. Ketika lingkungan rusak, yang muncul adalah banjir, longsor, dan kerusakan yang lebih luas. Karena itu kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi karakter yang melekat dalam kehidupan kita,” tegasnya.

Baca Juga :  Piala Wali Kota Esports Series 2 Hadir Lagi, Total Hadiah Capai Rp 20 Juta
Sorotan Pendangkalan Sungai Batang Kuranji

Mahyeldi juga menyoroti kondisi Sungai Batang Kuranji yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi pascabanjir. Ia menilai kondisi ini perlu penanganan segera.

“Ketika lingkungan terganggu dan rusak, maka inilah hasilnya: banjir, longsor, sungai mengalami pendangkalan. Kalau sedimentasi tidak segera ditangani, saat curah hujan tinggi air tidak lagi tertampung dan risikonya banjir akan kembali melebar,” katanya.

Kerusakan Ekosistem dan Kerugian Triliunan Rupiah

Mahyeldi menyampaikan kerusakan akibat bencana tidak hanya merusak infrastruktur. Kerusakan juga mengganggu ekosistem yang menopang kehidupan.

“Saya baru mengetahui banyak pohon di kawasan ini mati. Dulu Malvinas sangat hijau. Ternyata banjir tidak hanya memakan korban manusia, tetapi juga mematikan tumbuhan dan merusak keseimbangan lingkungan,” ucapnya.

Ia juga menyebut total kerugian akibat banjir dan longsor mencapai sekitar Rp33 triliun.

“Kerusakan dan kerugian akibat banjir longsor itu tidak kurang dari Rp33 triliun. Nilainya setara beberapa kali kemampuan anggaran daerah. Ini menunjukkan menjaga lingkungan jauh lebih murah dibanding memperbaiki kerusakan,” ujar Mahyeldi.

Mahyeldi mengingatkan agar kawasan sempadan sungai tetap dijaga. Ia menekankan larangan pemanfaatan kembali untuk permukiman. Hal ini penting untuk mengurangi risiko bencana di masa depan.

Revitalisasi Kawasan Hutan Kota Malvinas

Kepala DLH Sumbar menjelaskan penanaman ini menjadi bagian dari revitalisasi kawasan sempadan Sungai Batang Kuranji. Kawasan tersebut sempat terendam banjir hingga sekitar dua meter dan menyebabkan ratusan pohon mati.

Sebanyak 1.000 bibit ditanam oleh sekitar 250 peserta. Peserta berasal dari OPD provinsi dan kota, instansi vertikal, BUMN, BUMD, perusahaan, komunitas, organisasi masyarakat, hingga kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

Bibit pohon berasal dari berbagai pihak, termasuk BPDAS Agam Kuantan, Dinas Kehutanan, PT Semen Padang, PT Incasi Raya Group, PT Pertamina Patra Niaga, PLN UID Sumbar, PLN PLTU Teluk Sirih, PTPN IV Regional 4, PT Supreme Energy Muara Laboh, dan sejumlah perusahaan lainnya.

Baca Juga :  Wako Fadly Amran Ajak PTS Bersinergi Wujudkan Padang Kota Smart dan Sehat
Harapan Jadi Gerakan Berkelanjutan

Ketua Pokdarwis Kota Padang, Renaldo Saputra Leo, berharap kegiatan ini menjadi awal kolaborasi jangka panjang. Ia menilai pemulihan kawasan harus berkelanjutan.

“Harapan kami ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Kami ingin Hutan Kota Malvinas berkembang menjadi Green Forest City yang memberi manfaat ekologis sekaligus ekonomi bagi masyarakat,” katanya. (*/adpsb)

Berita Terkait

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober
Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi
Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan
Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana
Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta
Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen
Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:43 WIB

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11 WIB

KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Berita Terbaru