Padang, Javanusa—Guru Taman Kanak-kanak (TK) Aisyiyah Kota Padang didorong memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sebagai alat bantu pembelajaran.
Teknologi tersebut dapat membantu guru menyiapkan materi yang lebih kreatif dan sesuai dengan usia anak.
Pesan itu disampaikan Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Padang, Dian Puspita Fadly Amran, saat membuka pelatihan pemanfaatan AI bagi guru TK Aisyiyah, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan berlangsung di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang dan diikuti puluhan guru TK.
AI Bantu Guru Menyiapkan Bahan Ajar
Dian Puspita mengatakan, perkembangan AI sudah masuk ke berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan anak usia dini.
Menurutnya, guru dapat menggunakan teknologi tersebut untuk membantu membuat bahan ajar dan cerita yang sesuai dengan tahap perkembangan anak.
“AI merupakan alat bantu luar biasa bagi guru, kita dapat membuat bahan ajar dan cerita sesuai usia anak,” ungkap Dian Puspita di hadapan peserta.
Namun, ia mengingatkan guru agar tidak menyerahkan seluruh proses pendidikan kepada teknologi. Guru tetap memiliki peran penting dalam membangun hubungan langsung dengan anak.
Peran tersebut mencakup penanaman nilai keagamaan, pembentukan perilaku, pemberian keteladanan, hingga menghadirkan kasih sayang dalam proses belajar.
“Secanggih apapun AI, tidak akan dapat menggantikan guru, ciptaan Allah tidak bisa digantikan AI, kita sebagai guru punya hati seorang pendidik,” terang Ketua TP-PKK Kota Padang itu.
Guru Diminta Verifikasi Informasi dari AI
Dian Puspita juga mengingatkan pentingnya sikap kritis ketika menggunakan AI. Guru perlu memeriksa kembali informasi yang muncul sebelum menggunakannya dalam pembelajaran.
“Kita harus cari tahu sumbernya, apakah benar, apalagi tentang pendidikan, kita kroscek sumber sesuai dengan literature yang sudah ada,” pesannya.
Ia mengapresiasi para guru Aisyiyah yang menyempatkan diri mempelajari teknologi baru tersebut.
Menurut Dian Puspita, kemauan untuk beradaptasi dapat membantu guru mengembangkan keterampilan dan kreativitas dalam mengajar.
Guru TK Perlu Terus Memperbarui Kompetensi
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Syafrizal Syair, menekankan pentingnya kualitas pendidikan pada tahap usia dini.
Ia mengibaratkan anak usia dini sebagai kertas kosong. Menurutnya, pendidikan di TK menjadi salah satu tahap awal yang membentuk arah perkembangan anak.
“Coretan pertama tidak boleh salah, kalau salah, anak akan mendapat arah yang salah dalam kehidupan,” ungkapnya.
Syafrizal berharap pemanfaatan AI dapat membantu guru menghasilkan bahan ajar yang lebih beragam. Materi pembelajaran yang sebelumnya monoton diharapkan menjadi lebih menarik bagi anak.
“Guru harus update diri dalam kompetensi mendidik,” katanya.
Aisyiyah Dorong Adaptasi terhadap Teknologi
Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah, Masni Bujang, menyebut pelatihan AI sebagai bagian dari upaya meningkatkan keterampilan guru.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi tolok ukur bagi pengembangan kompetensi tenaga pendidik TK Aisyiyah di masa mendatang.
Masni juga menilai pelatihan tersebut menunjukkan komitmen Aisyiyah Kota Padang dalam merespons perkembangan teknologi.
“Kita peduli dengan kemajuan zaman, kalau tidak kita akan digilas zaman,” ucapnya.
Pelatihan Berkolaborasi dengan Penerbit Erlangga
Pelatihan pemanfaatan AI bagi guru TK Aisyiyah ini merupakan hasil kolaborasi TK Aisyiyah dengan Penerbit Erlangga.
Gilang Dwi Nanda dari Erlangga hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut. Manajer Erlangga Arif Mulyadi juga turut hadir.
Selain itu, kegiatan dihadiri Ketua Majelis PAUD, Dasar, dan Menengah (Dasmen) Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Padang, Hildawati Syafei, serta sejumlah undangan lainnya. (*)






