Jakarta, Javanusa—Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul angkat suara terkait isu mark up harga sepatu siswa Sekolah Rakyat. Isu tersebut belakangan viral di media sosial dan memicu polemik publik.
Ia menegaskan, informasi yang beredar tidak benar dan memutarbalikkan fakta untuk membentuk narasi negatif di tengah masyarakat.
“Itu fitnah, hoax,” tegasnya saat konferensi pers di kantor Kementerian Sosial, Selasa (5/5/2026). Ia didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.
Gus Ipul kemudian menunjukkan potongan narasi dan foto yang beredar melalui layar digital. Foto tersebut menampilkan dirinya bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyerahkan sepatu kepada siswa Sekolah Rakyat.
Ia menjelaskan, dokumentasi itu berasal dari kegiatan Dialog Pilar-Pilar Sosial se-Malang Raya pada 2 Mei 2025.
Menurutnya, sepatu tersebut merupakan hadiah dari Gubernur Khofifah kepada 10 siswa Sekolah Rakyat. Bantuan itu bersumber dari APBD Pemerintah Provinsi Jawa Timur, bukan dari pengadaan Kementerian Sosial.
“Sepatu yang dari Bu Khofifah itu pemberian untuk siswa Sekolah Rakyat di Jawa Timur,” jelasnya.
Perbedaan Spesifikasi dan Harga Sepatu
Gus Ipul menegaskan, membandingkan satu foto sepatu bermerek dengan seluruh pengadaan sepatu tidak tepat. Setiap jenis sepatu memiliki fungsi, spesifikasi, dan harga berbeda sesuai kebutuhan siswa.
Ia tetap mengapresiasi masyarakat yang aktif mengawal program pemerintah, termasuk Sekolah Rakyat.
“Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan pendapat dan melakukan pengawasan,” katanya.
Transparansi Proses Pengadaan
Sebagai bentuk transparansi, Gus Ipul memaparkan proses pengadaan sepatu siswa secara terbuka. Ia menjelaskan angka Rp700 ribu yang beredar merupakan pagu anggaran, bukan harga pembelian riil.
Menurutnya, seluruh proses pengadaan berjalan sesuai ketentuan melalui mekanisme transparan dan kompetitif. Penetapan pemenang didasarkan pada penawaran terbaik yang memenuhi spesifikasi.
Ia menambahkan, penanggung jawab pengadaan adalah PPK atau Pokja yang menjalankan prosedur sesuai aturan.
“Pemenangnya yang menawarkan harga paling efisien dan memenuhi standar yang ditetapkan,” ujarnya.
Rincian Jenis Sepatu Siswa
Pada 2025, pengadaan sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat mencakup beberapa jenis sesuai kebutuhan aktivitas.
Sepatu tersebut meliputi sepatu PDL untuk kegiatan luar ruang, sepatu PDH untuk belajar di kelas, sepatu olahraga, serta sepatu harian untuk lingkungan asrama.
Seluruh paket sudah termasuk kaos kaki sehingga kebutuhan dasar siswa terpenuhi tanpa biaya tambahan.
Selain sepatu PDL dengan pagu Rp700 ribu, jenis sepatu lain memiliki harga lebih rendah. Kisaran harga berada antara Rp200 ribu hingga Rp300 ribu sesuai fungsi dan spesifikasi.
Komitmen Integritas dan Pengawasan
Gus Ipul menegaskan komitmen menjaga integritas dalam setiap proses pengadaan barang dan jasa di Kementerian Sosial. Ia bersama Agus Jabo memastikan tidak ada intervensi dalam proses tersebut.
“Kami tidak akan mencampuri atau mengarahkan proses pengadaan barang dan jasa,” tegasnya.
Ia juga menekankan seluruh proses berada dalam pengawasan dan terbuka untuk audit. Setiap dugaan penyimpangan akan diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Jika ada bukti kuat, kami akan menjadi pihak pertama yang melaporkannya kepada aparat penegak hukum,” kata Gus Ipul. (*/red)






