Pasbar, Javanusa—Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pemkab Pasbar) melalui Tim Penggerak (TP) PKK terus mematangkan persiapan Nagari Ranah Air Haji dalam menghadapi Lomba Dasawisma tingkat Provinsi Sumbar yang berlangsung pada Maret mendatang.
Salah satu bentuk dukungannya, Ketua TP PKK Pasaman Barat, Ny. Sifrowati Yulianto, bersama jajaran pengurus melakukan pemantauan dan pembinaan langsung ke lokasi Dasawisma di Nagari Ranah Air Haji, Senin (2/2).
Ny. Sifrowati mengatakan, seluruh unsur PKK kabupaten, kecamatan, hingga nagari harus bergerak serentak. Menurut dia, indikator lomba menilai aspek administrasi, inovasi program, hingga dampak ke keluarga binaan.
“Kita harus menyatukan langkah agar semua indikator penilaian terpenuhi maksimal. Sinergi lintas tingkatan menjadi kunci,” kata Sifrowati.
Ia menambahkan, tim kabupaten fokus menyamakan format laporan, bukti kegiatan, dan data pendukung. Dengan begitu, materi yang ditampilkan saat penilaian provinsi lebih kuat dan terukur.
Peran Dasawisma dan Posyandu Diperkuat
TP PKK juga mendorong kelompok Dasawisma dan Posyandu memperbaiki kesiapan teknis di lapangan. Koordinasi rutin diminta dilakukan hingga hari penilaian.
Menurut Sifrowati, kolaborasi kader menjadi faktor penentu keberhasilan program. Tanpa kerja bersama, program yang sudah dirancang sulit menunjukkan hasil nyata.
“Tanpa kebersamaan dan koordinasi, pelaksanaan di lapangan tidak akan optimal. Semua kader harus aktif,” ujarnya.
Fokus pada Ketahanan Pangan Keluarga
Ia menegaskan, Lomba Dasawisma tidak hanya berorientasi pada kelengkapan administrasi. Program harus memberi dampak langsung bagi kesejahteraan keluarga.
Dalam satu kelompok Dasawisma yang berisi maksimal 20 kepala keluarga, setiap rumah tangga didorong memiliki praktik ketahanan pangan. Contohnya melalui pemanfaatan pekarangan, tanaman pangan, dan gizi keluarga.
“Dasawisma harus menjadi motor ketahanan pangan keluarga. Jadikan lomba sebagai sarana pemberdayaan, bukan sekadar penilaian,” tegasnya.
Pemkab Pasbar menargetkan Nagari Ranah Air Haji tampil sebagai model pelaksanaan Dasawisma berkelanjutan. Pembinaan akan terus dilakukan hingga jadwal penilaian provinsi berlangsung.
Selain mengejar prestasi lomba, pemerintah daerah ingin memastikan program Dasawisma berjalan konsisten. Program ini dinilai strategis untuk mendukung kesehatan, gizi, dan ekonomi keluarga di tingkat nagari. (*/red)






