Pasbar, Javanusa—Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Ny. Sifrowati Yulianto mengajak orang tua dan guru untuk lebih aktif membentengi anak dari dampak negatif era digital.
Hal itu ia sampaikan saat menghadiri beberapa acara perpisahan murid taman kanak-kanak (TK) di Kecamatan Pasaman dan Kinali, Kamis (19/6/2025).
Antara lain TK Negeri Pembina Pasaman, TK Alam Qu Ainur Rahmah di Balerong Pusako Anak Nagari, TK Anak Nagari Kinali, TK ABA Lintang Selatan, serta SDN 30 Pasaman.
Dalam sambutannya, Ny. Sifrowati menyoroti pentingnya pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai pondasi karakter anak.
Ia menekankan, kemajuan teknologi digital memang tidak bisa dielakkan, namun perlu diimbangi dengan penguatan nilai moral sejak dini.
“Anak-anak tumbuh di tengah arus informasi yang deras. Tidak semua informasi baik untuk mereka. Karena itu, keluarga dan sekolah harus hadir sebagai garda utama pembentukan karakter,” tegas Sifrowati.
Ia mengingatkan agar orang tua tidak terlalu bergantung pada penggunaan gadget dalam mendidik anak. Selain itu, capaian akademik seharusnya tidak menjadi satu-satunya tujuan pendidikan.
“Tanamkan juga nilai empati, sopan santun, serta kebiasaan baik lainnya. Semua itu akan menjadi bekal penting bagi mereka menghadapi masa depan,” tambahnya.
Pemda Dorong Penguatan PAUD
Kepala Bidang Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) Dinas Pendidikan Pasbar, Samsul Bahri, turut memberikan apresiasi atas semangat para pendidik dan orang tua dalam mengembangkan lembaga PAUD.
Meski pembangunan fisik belum sepenuhnya merata, Dinas Pendidikan tetap berkomitmen untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan anak usia dini di Pasbar.
“Fasilitas memang masih terbatas, tetapi dukungan terhadap kemajuan TK dan PAUD tetap menjadi perhatian kami,” ujarnya.
TK Negeri Pembina Lepas 120 Siswa
Kepala TK Negeri Pembina Pasaman, Henni Trianti, menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak atas dukungan yang diberikan selama proses pembelajaran.
Sebanyak 120 siswa mengikuti acara perpisahan tahun ini. Henni berharap nilai-nilai seperti kemandirian, kemampuan sosial, dan pendidikan agama yang sudah ditanamkan bisa terus berkembang di jenjang berikutnya.
“Kami juga mohon maaf apabila selama proses belajar ada kekurangan. Kami sangat menghargai kepercayaan dan kerja sama orang tua selama ini,” tutup Henni. (*/red)






