Pessel, Javanusa—Di tengah kesibukannya sebagai pengusaha dan aktivis organisasi, Hardimen SPd.I, MPd memantapkan langkah untuk maju sebagai kandidat Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Pesisir Selatan.
Pria kelahiran Nagari Duku, 39 tahun silam itu mengaku terdorong oleh kuatnya dukungan masyarakat serta dorongan internal organisasi Muhammadiyah.
Dukungan tersebut dilatari atas keinginannya untuk menjadikan organisasi tersebut bisa menjadi motor penggerak ketahanan pangan demi tercapainya kesejahteraan masyarakat di daerah sejuta pesona tersebut.
Sejak bergabung dengan organisasi Muhammadiyah tahun 2010, Hardimen juga telah menapaki berbagai jenjang organisasi di Pesisir Selatan dan Sumbar secara umumnya.
Mulai dari pengalaman sebagai anggota KNPI Kabupaten Pesisir Selatan hingga KNPI Sumbar hingga perannya kini sebagai Wakil Sekretaris MUI dan BKMT Kabupaten Pesisir Selatan.
Semua pengalaman itu ia yakini menjadi bekal memimpin PDPM Pesisir Selatan ke depan.
“Pemuda Muhammadiyah harus bisa menjadi garda terdepan dalam ketahanan pangan. Kami ingin membangun masyarakat yang mandiri dan sejahtera,” ujarnya dengan senyum.
Hal itu memang tidak berlebihan, sebab pendidikan formal yang ditempuh Hardimen juga mendukung visinya. Lulusan Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam, ia lulus dengan gelar M Pd pada tahun 2021.
Pendidikan itu menurutnya memberi pemahaman yang kuat tentang kepemimpinan, manajemen, dan pendidikan pemuda.
Tak hanya di bidang organisasi, Hardimen juga menekuni dunia usaha. Ia memiliki penggilingan padi dengan produk unggulan “Beras Rajo Pasisia” serta bisnis alat kesehatan.
Pengalaman ini memberinya pemahaman mendalam tentang rantai pasok pangan, kualitas produk, serta manajemen bisnis yang efektif.
“Pengalaman mengelola usaha memberi saya wawasan penting tentang bagaimana ketahanan pangan bisa dibangun dari hulu hingga hilir,” jelasnya.
Prestasi Hardimen pun tak kalah mentereng. Ia pernah menjadi anggota Paskibra Kabupaten Pesisir Selatan pada 2005 dan dinobatkan sebagai Pemuda Pelopor pada 2008.
Pada tahun 2010, ia dipercaya pula menjadi Pemangku Ketahanan Pangan Provinsi Sumbar, menegaskan komitmennya di bidang pangan sejak muda.
Motivasi Hardimen untuk memimpin PDPM sangat jelas, yakni mendukung program pemerintah, mengatasi masalah pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan membangun kemandirian bangsa.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tapi juga soal kualitas, distribusi, dan kesadaran masyarakat,” tegasnya.
Dalam visi yang diusung, Hardimen ingin Muhammadiyah Pesisir Selatan menjadi penggerak utama inovasi dan kerja sama, khususnya di bidang pangan.
Misi yang ia bawa mencakup peningkatan kapasitas pemuda, pengembangan program pertanian berkelanjutan, hingga kolaborasi dengan pemerintah dan stakeholder terkait.
“Saya ingin Muhamadiyah tidak hanya aktif secara organisasi, tapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Hardimen menyadari tantangan yang ada. Indonesia masih menghadapi keterbatasan lahan pertanian, perubahan iklim, penurunan produktivitas, dan kurangnya regenerasi petani. Namun, ia yakin dengan program berbasis komunitas, semua itu bisa diatasi.
“Saya ingin menghadirkan program yang menarik bagi pemuda, sehingga mereka mau turun langsung ke lapangan dan ikut mengembangkan ketahanan pangan,” ujarnya.
Motto yang ia pegang adalah “Membangun Ketahanan Pangan, Membangun Masa Depan untuk Pangan Kuat, Pemuda Hebat”. Moto tersebut bukan sekadar kata-kata, tetapi landasan setiap rencana dan strategi yang ia susun.
Dalam kesehariannya, Hardimen tetap sederhana. Hobi dan makanan favoritnya mungkin tak banyak diketahui publik, tapi ia mengaku menikmati kopi setengah manis sebagai kesederhanaan yang menenangkan di tengah kesibukan.
Keluarga menjadi sumber semangatnya. Istri dan anaknya selalu menjadi pendukung utama setiap langkah yang ia ambil.
“Keluarga adalah motivasi terbesar saya,” ungkap ayah Hadil Zayan Al Bukhari ini lagi.
Pengalaman Hardimen menunjukkan bahwa integritas, dedikasi, dan manajemen yang baik adalah kunci keberhasilan organisasi. Ia ingin membawa Muhammadiyah Kabupaten Pesisir Selatan menjadi organisasi yang tidak hanya eksis, tapi juga memberi manfaat nyata.
Dengan pengalaman, visi, dan motivasi yang kuat, suami Widya Natalia, SPd, MPd T, ini siap membawa organisasi Muhammadiyah menjadi lebih inovatif, berdaya, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Organisasi Muhammadiyah harus menjadi contoh bagi semua. Secara bersama pula kita melalui organisasi ini bisa membangun ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan di daerah yang kita cintai ini,” tutupnya. (yoniks)






