Selain itu komoditi yang juga ikut turun di antaranya tepung terigu Segitiga Biru dari Rp14.000 menjadi Rp13.750/kg. Telur ayam kampung dari Rp59.800 menjadi Rp59.225/kg. Telur itik dari Rp35.400 menjadi Rp34.800/kg. Buncis dari Rp12.000 menjadi Rp10.000/kg. Wortel dari Rp13.000 menjadi Rp12.000/kg. Jeruk dari Rp16.000 menjadi Rp15.000/kg.
“Komoditas utama lainnya relatif stabil. Di antaranya beras kualitas I stabil pada harga Rp17.500/kg. Beras kualitas III stabil pada harga Rp14.500/kg. Daging sapi stabil pada harga Rp145.000/kg dan minyak goreng curah stabil pada harga Rp15.000/kg,” terangnya.
Putra menyebutkan, sesuai hasil rapat evaluasi penanganan inflasi Kota Padang Panjang, pertama untuk upaya pengendalian kenaikan harga beras dilakukan pengendalian hama tikus di Padang Panjang dan sekitarnya oleh Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan).
Kedua, untuk menyukseskan penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Padang Panjang pada September, Oktober dan November dilakukan Dispangtan bersama Dinsos PPKBPPPA, Kecamatan dan Kelurahan. Ketiga, digitalisasi pendataan penggilingan padi dan stok beras di penggilingan dilaksanakan Dispangtan.
Keempat, tindak lanjut hasil koordinasi dengan Bulog berupa fasilitasi kerja sama pedagang dengan Bulog untuk penyaluran beras SPHP menjadi tanggung jawab Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM. “Terakhir, Gerakan Stop Boros Pangan oleh Dispangtan dan dibantu Diskominfo,” terangnya. (*/jn02)
Halaman : 1 2






