Padang, Javanusa—Arumi Andika berdiri tegak dengan tatapan lurus dan penuh keyakinan di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Jumat (8/5/2026). Ia menunjukkan sikap disiplin Paskibraka yang sudah melekat kuat dalam dirinya.
Siswi SMA Adabiah 2 Padang itu mengikuti suasana pelepasan dengan tenang. Namun, ia tetap menyimpan beban emosional yang tidak ringan di balik sikap tegasnya.
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir melepas Arumi bersama sembilan Paskibraka terbaik lainnya.
Mereka akan berjuang di seleksi tingkat Provinsi Sumatera Barat hingga nasional.
Ujian Keluarga di Tengah Seleksi
Di balik seragam Merah Putih, Arumi menghadapi ujian keluarga yang berat. Ayahnya saat ini menjalani perawatan di RSUP M. Djamil Padang.
Kondisi sang ayah sempat kritis setelah operasi akibat serangan stroke. Tim medis sebelumnya merawatnya di ruang ICU sebelum memindahkannya ke ruang perawatan biasa.
Arumi menghadapi situasi ini bersamaan dengan persiapan seleksi Paskibraka 2026. Ia menilai kondisi tersebut sebagai persimpangan antara tugas negara dan tanggung jawab keluarga.
Kondisi Ayah Mulai Membaik
Arumi mengaku sedikit lebih tenang setelah kondisi ayahnya membaik. Perubahan itu membuatnya semakin kuat menjalani proses seleksi.
“Ayah saya sakit stroke dan sekarang dirawat di RSUP M. Djamil.
Kemarin habis operasi dan sempat di ICU,” kata Arumi dengan suara tenang. Ia tetap memikirkan kondisi ayahnya setiap waktu. Namun, ia memilih menjadikannya sebagai sumber semangat.
Semangat Tak Tergoyahkan
Arumi menegaskan kondisi keluarga tidak mengganggu fokusnya. Ia justru menjadikannya dorongan untuk berprestasi lebih tinggi.
“Tidak mengganggu, ini justru jadi semangat untuk membanggakan orang tua,” tegasnya.
Ia mengubah rasa sedih menjadi energi saat latihan. Setiap usaha ia anggap sebagai bentuk doa untuk kesembuhan ayahnya.
Target Menuju IPDN
Arumi menargetkan kelolosan sebagai Paskibraka tingkat nasional. Ia melihat langkah itu sebagai awal perjalanan masa depannya.
“Target saya jadi Paskibraka, ini awal jalan cita-cita saya. Cita-cita saya IPDN,” ujarnya.
Ia tetap optimistis meski ayahnya belum bisa mendampingi langsung. Arumi percaya dukungan batin tetap menguatkan perjuangannya.
“Insyaallah saya tetap semangat membanggakan orang tua,” tutupnya. (*/red)






