Padang, Javanusa—Hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat yang disertai angin kencang melanda seluruh wilayah di 11 kecamatan Kota Padang sejak Senin (3/8/2026) siang hingga saat ini.
Curah hujan yang tinggi menyebabkan genangan mulai muncul di sejumlah kawasan permukiman dan ruas jalan, sehingga BPBD Kota Padang mengerahkan personel untuk membantu warga terdampak.
Curah hujan yang tinggi mengakibatkan beberapa titik permukiman dan ruas jalan mulai tergenang air. Kondisi tersebut terjadi di Kuranji, Gunung Pangilun, Lubuk Begalung, Koto Tangah, serta beberapa lokasi lainnya.
BPBD Kota Padang juga menerima sejumlah laporan dari masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat di lokasi terdampak.
BPBD Kerahkan Personel untuk Evakuasi
Merespons kondisi tersebut, BPBD Kota Padang segera menerjunkan personel ke lapangan. Tim bekerja sama dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana dan Kelompok Siaga Bencana (KSB) untuk melakukan evakuasi serta penanganan awal di wilayah terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Sejumlah titik di Padang mulai tergenang dan laporan warga sudah masuk. Tim BPBD bersama TRC dan Kelompok Siaga Bencana langsung bergerak ke lapangan untuk melakukan penanganan serta evakuasi secara cepat,” ujar Hendri Zulviton.
Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
BPBD Kota Padang mengimbau masyarakat agar membatasi aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak. Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan serta memastikan saluran air atau drainase di lingkungan sekitar tidak tersumbat.
Hendri Zulviton mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi akibat cuaca ekstrem.
“Masyarakat kami imbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan air, banjir bandang, hingga tanah longsor di kawasan rawan,” katanya.
Personel Siaga Penuh Selama 24 Jam
BPBD Kota Padang memastikan seluruh personel beserta sarana dan prasarana berada dalam kondisi siaga penuh selama 24 jam. Langkah ini untuk merespons setiap aduan maupun laporan darurat dari masyarakat.
Hendri Zulviton juga meminta masyarakat tetap tenang dan terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi.
“Tetap tenang, batasi aktivitas luar rumah jika tidak mendesak, dan pantau terus perkembangan cuaca dari kanal resmi. Seluruh tim kami bersiap siaga penuh menindaklanjuti setiap laporan warga,” tutupnya. (*)






