Padang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang mulai membangun hunian tetap (Huntap) Balai Gadang untuk 209 keluarga korban banjir bandang akhir November 2025. Lokasi huntap ini diklaim aman dari banjir dan tsunami serta telah lolos verifikasi Badan Geologi Nasional.
Pembangunan huntap tersebut menjadi solusi permanen bagi warga yang saat ini masih tinggal di hunian sementara dan Rusunawa Lubuk Buaya.
Asisten II Setdako Padang, Didi Aryadi, mengatakan pembangunan Huntap Balai Gadang merupakan bentuk komitmen Pemko Padang terhadap korban bencana.
“Sebagai bentuk perhatian kepada korban banjir bandang akhir November lalu, kami membangun huntap bagi mereka yang terdampak,” ujar Didi Aryadi.
Ia berharap keberadaan hunian tetap ini dapat memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi warga terdampak bencana.
Lokasi Huntap Aman dari Banjir dan Tsunami
Huntap Balai Gadang dibangun di atas lahan milik Pemko Padang yang berada di kawasan Bumi Perkemahan Pramuka, Kecamatan Koto Tangah. Menurut Didi, lokasi tersebut telah melalui kajian Badan Geologi Nasional dan dinyatakan layak secara geologis.
“Lokasinya aman dari gempa, banjir, dan tsunami karena berada di kawasan yang lebih tinggi,” kata Didi.
Verifikasi ini menjadi dasar utama Pemko Padang memilih Balai Gadang sebagai lokasi huntap.
209 Unit Rumah di Atas Lahan 2,9 Hektare
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat (DPUPR) Padang, Tri Hadiyanto, menyebutkan jumlah unit huntap yang dibangun mencapai 209 unit.
Bangunan tersebut berdiri di atas lahan seluas 2,9 hektare dengan pola perumahan terencana. Setiap rumah memiliki tipe 36 dengan luas tanah 78 meter persegi. “Konsep bangunan couple, dua jadi satu, dengan jarak antar rumah satu meter,” ujar Tri Hadiyanto.
Desain ini disesuaikan dengan keterbatasan lahan sekaligus menjaga sirkulasi udara dan cahaya. Pembangunan Huntap Balai Gadang mulai dikerjakan pada Senin, 26 Januari 2026.
Proyek ini dilaksanakan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi sebagai mitra sosial Pemko Padang. Pekerja Sosial Yayasan Buddha Tzu Chi, Kahar, menjelaskan huntap dibangun sesuai standar Rumah Sederhana.
“Bangunan berdinding bata merah dengan atap seng dan kuda-kuda baja ringan,” jelas Kahar.
Setiap unit dilengkapi dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, instalasi listrik, dan air bersih. Hunian tersebut diharapkan menjadi tempat tinggal yang nyaman dan aman bagi korban banjir bandang Padang. (*/red)






