IKM Furnitur Jogja Tembus Pasar Eropa, CV Kayu Manis Ekspor 6 Kontainer ke 4 Negara

Penulis -

Selasa, 17 Februari 2026 - 08:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CV Kayu Manis asal Bantul mengekspor enam kontainer produk ke empat negara. (Foto: Kemenperin)

CV Kayu Manis asal Bantul mengekspor enam kontainer produk ke empat negara. (Foto: Kemenperin)

Jogjakarta, Javanusa—Industri kecil dan menengah (IKM)  furnitur Jogja berhasil menembus pasar Eropa setelah CV Kayu Manis asal Bantul mengekspor enam kontainer produk ke empat negara.

Ekspor ini menjadi bukti program pembinaan IKM mulai berdampak pada daya saing global. Pemerintah menilai sektor furnitur tetap prospektif meski pasar global berfluktuasi.

Industri furnitur termasuk sektor hilir padat karya dengan nilai tambah tinggi bagi ekonomi nasional. Kontribusinya tercatat sekitar 0,92 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas. Karena itu, pemerintah terus mendorong penguatan IKM agar naik kelas dan berorientasi ekspor.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan pembinaan dilakukan melalui program fasilitasi, modernisasi peralatan, dan promosi pasar. Pemerintah juga menggandeng berbagai mitra untuk memperkuat rantai pasok dan inovasi desain.

“Kami terus berkolaborasi agar industri furnitur dalam negeri inovatif dan mampu menjawab kebutuhan pasar global,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Senin (16/2/2026).

Ekspor 6 Kontainer ke Spanyol hingga Prancis

Salah satu hasil pembinaan terlihat dari kinerja CV Kayu Manis di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Perusahaan ini melepas ekspor enam kontainer furnitur pada 6 Februari 2026. Produk dikirim ke Spanyol, Italia, Prancis, dan Reunion.

Direktur Jenderal IKMA Kementerian Perindustrian, Reni Yanita, menyebut capaian tersebut sebagai contoh konkret IKM yang berhasil naik kelas. Menurut dia, kisah ini bisa menjadi referensi bagi pelaku IKM lain di daerah.

“CV Kayu Manis mampu menjawab tantangan pasar global. Ini bisa menjadi inspirasi bagi IKM lain untuk menembus ekspor,” katanya.

Berdasarkan data Trademap untuk kode HS 9401–9403, nilai ekspor furnitur Indonesia pada 2024 mencapai USD 1,91 miliar. Sementara periode Januari–November 2025 tercatat USD 1,67 miliar. Amerika Serikat masih menjadi tujuan utama dengan pangsa sekitar 54,6 persen.

Baca Juga :  Dekranasda Padang Panjang Perkuat Pembinaan UMKM, Fokus Kualitas Produk dan Pemasaran Digital

Namun, kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat ikut memengaruhi kinerja ekspor. Karena itu, pemerintah mendorong strategi diversifikasi pasar. Kawasan yang dibidik antara lain Eropa Timur, Timur Tengah, Amerika Latin, India, dan Jepang.

Peran Pembinaan dan Fasilitasi Mesin Produksi

Pembinaan IKM dilakukan melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka. Program utamanya meliputi restrukturisasi mesin dan peralatan produksi. Skema ini memberi potongan harga hingga 25 persen untuk mesin impor dan 45 persen untuk mesin dalam negeri.

Nilai fasilitasi berkisar Rp10 juta hingga Rp500 juta per perusahaan per tahun anggaran. Program ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi IKM. Dengan peralatan modern, pelaku usaha lebih siap memenuhi standar ekspor.

CV Kayu Manis beroperasi sejak 2001 dengan bahan baku utama kayu jati. Perusahaan memproduksi bathroom furniture dan indoor furniture untuk pasar ekspor. Saat ini fasilitas produksinya mencapai 10.000 meter persegi.

Kapasitas produksinya mencapai 120 kontainer per tahun. Perusahaan juga pernah mendapat fasilitasi pameran IFEX Virtual Showroom 2021 saat pandemi. Akses promosi digital saat itu membuka jejaring pembeli luar negeri.

Inovasi Produk Sesuai Tren Pasar

Direktur IKM Pangan, Furnitur dan Bahan Bangunan, Afrizal Haris, mengatakan keberhasilan ekspor tidak lepas dari inovasi desain. CV Kayu Manis mengembangkan produk knockdown furniture dengan kemasan ringkas. Model ini menekan biaya logistik dan memudahkan pengiriman.

Produk knockdown juga cocok untuk hunian modern dengan ruang terbatas. Desain fleksibel dan compact packaging menjadi nilai tambah di pasar Eropa. Strategi ini dinilai relevan dengan tren furnitur praktis dan efisien. (*/red)

Berita Terkait

Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar
SPKLU Center Pertama di Sumbar Diresmikan, Langkah Baru Menuju Green Province  
FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM, Sehari Bisa Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Sehari
Pertamina Cek Kualitas Pertalite di Padang, Sampel Diuji hingga Laboratorium Lemigas
Resmikan Al Harris Umrah, Fadly Amran Dorong Penguatan Ekonomi Haji dan Umrah
Pertalite Diduga Tercampur Material Asing, Pertamina Periksa 6 SPBU di Padang dan Agam

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Gulat Sumbang Dua Emas, Pasbar Buka Perolehan Medali di Porprov XVI Sumbar 2026

Berita Terbaru

Mikel Arteta sepakat memperpanjang kontrak di Arsenal. (Foto: IG @mikelarteta)

Olahraga

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Okt 2026 - 08:06 WIB