Jakarta, Javanusa—Pelaku industri kecil menengah (IKM) sektor kerajinan mencatat transaksi ekspor senilai sekitar Rp1,83 miliar sepanjang Januari–April 2026.
Nilai tersebut berasal dari pengiriman produk dekorasi rumah milik PT Indo Risakti yang menembus sejumlah pasar internasional.
Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) menyebut ekspor tersebut merupakan hasil dari perluasan akses pasar internasional melalui pameran dagang.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan partisipasi IKM dalam pameran internasional membuka peluang bertemu pembeli global sekaligus memperluas jaringan bisnis.
“Akses pameran internasional menjadi kesempatan bagi IKM untuk menunjukkan bahwa produknya mampu bersaing dengan produk dari negara lain,” kata Agus dalam keterangan di Jakarta, Selasa (10/3).
Salah satu pelaku usaha yang memanfaatkan fasilitas tersebut adalah PT Indo Risakti, perusahaan kerajinan dan dekorasi rumah yang berbasis di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Perusahaan ini mengekspor produknya ke Amerika Serikat, Korea Selatan, Prancis, dan Inggris.
Direktur Jenderal IKMA, Reni Yanita, menyampaikan pelepasan ekspor dilakukan pada 10 Maret 2026 dengan total nilai USD108 ribu atau sekitar Rp1,83 miliar untuk periode Januari–April 2026.
Rinciannya, ekspor Januari 2026 ke Amerika Serikat mencapai USD26 ribu. Pada Februari 2026, pengiriman ke Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Prancis mencapai USD27 ribu.
Selanjutnya pada Maret 2026 ekspor ke Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis mencapai USD34 ribu. Pada April 2026, perusahaan dijadwalkan kembali mengirim produk ke Amerika Serikat senilai USD20 ribu.
Total volume pengiriman selama periode tersebut mencapai 9.514 unit produk dekorasi rumah.
Menurut Reni, keberhasilan tersebut menunjukkan produk kerajinan Indonesia dapat diterima pasar global, terutama ketika memenuhi standar kualitas dan permintaan pasar internasional.
PT Indo Risakti sebelumnya merupakan salah satu peserta yang difasilitasi Ditjen IKMA pada pameran internasional Ambiente Frankfurt di Frankfurt, Jerman pada 2025.
Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Kemenperin, Budi Setiawan, mengatakan sebelum mengikuti pameran internasional, pelaku IKM melalui proses kurasi dan pendampingan agar mampu memenuhi tren serta standar pasar global.
PT Indo Risakti didirikan pada 2012 oleh Windu Sinaga dan Riris Simanjuntak. Perusahaan ini memproduksi berbagai dekorasi rumah seperti keranjang, kotak hias, dekorasi dinding, dan cermin.
Produk tersebut dibuat dari bahan alami seperti enceng gondok, pandan laut, mendong, batang pisang, hingga akar kayu yang diolah menjadi produk dekorasi rumah bernilai tambah.
Dalam operasionalnya, perusahaan mempekerjakan 20 karyawan tetap dan bermitra dengan 15 koordinator perajin yang masing-masing membina sekitar 100 perajin di desa-desa sekitar Yogyakarta. Saat permintaan meningkat, produksi dapat melibatkan hingga 800 hingga 1.500 perajin.
Saat ini produk PT Indo Risakti telah dipasarkan ke sejumlah negara seperti Belanda, Prancis, Jerman, Uruguay, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Afrika Selatan, dengan pasar utama masih berada di Amerika Serikat dan Eropa.
Perusahaan juga telah mengantongi beberapa sertifikasi, antara lain Sertifikat Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK), Business Social Compliance Initiative (BSCI), serta program Sustaining Competitive and Responsible Enterprises (SCORE) dari International Labour Organization. (*/red)






