IKM Kerajinan Catat Ekspor Rp1,83 Miliar, Produk Home Decor Bantul Tembus AS dan Eropa

Penulis -

Jumat, 13 Maret 2026 - 22:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelepasan ekspor produk kerajinan PT Indo Risakti. (Foto: Kemenperin)

Pelepasan ekspor produk kerajinan PT Indo Risakti. (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Javanusa—Pelaku industri kecil menengah (IKM) sektor kerajinan mencatat transaksi ekspor senilai sekitar Rp1,83 miliar sepanjang Januari–April 2026.

Nilai tersebut berasal dari pengiriman produk dekorasi rumah milik PT Indo Risakti yang menembus sejumlah pasar internasional.

Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) menyebut ekspor tersebut merupakan hasil dari perluasan akses pasar internasional melalui pameran dagang.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan partisipasi IKM dalam pameran internasional membuka peluang bertemu pembeli global sekaligus memperluas jaringan bisnis.

“Akses pameran internasional menjadi kesempatan bagi IKM untuk menunjukkan bahwa produknya mampu bersaing dengan produk dari negara lain,” kata Agus dalam keterangan di Jakarta, Selasa (10/3).

Salah satu pelaku usaha yang memanfaatkan fasilitas tersebut adalah PT Indo Risakti, perusahaan kerajinan dan dekorasi rumah yang berbasis di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Perusahaan ini mengekspor produknya ke Amerika Serikat, Korea Selatan, Prancis, dan Inggris.

Direktur Jenderal IKMA, Reni Yanita, menyampaikan pelepasan ekspor dilakukan pada 10 Maret 2026 dengan total nilai USD108 ribu atau sekitar Rp1,83 miliar untuk periode Januari–April 2026.

Rinciannya, ekspor Januari 2026 ke Amerika Serikat mencapai USD26 ribu. Pada Februari 2026, pengiriman ke Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Prancis mencapai USD27 ribu.

Selanjutnya pada Maret 2026 ekspor ke Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis mencapai USD34 ribu. Pada April 2026, perusahaan dijadwalkan kembali mengirim produk ke Amerika Serikat senilai USD20 ribu.

Total volume pengiriman selama periode tersebut mencapai 9.514 unit produk dekorasi rumah.

Menurut Reni, keberhasilan tersebut menunjukkan produk kerajinan Indonesia dapat diterima pasar global, terutama ketika memenuhi standar kualitas dan permintaan pasar internasional.

Baca Juga :  Pendidikan Vokasi Jadi Fondasi SDM Industri, Kemenperin Perkuat Link and Match dengan Dunia Usaha

PT Indo Risakti sebelumnya merupakan salah satu peserta yang difasilitasi Ditjen IKMA pada pameran internasional Ambiente Frankfurt di Frankfurt, Jerman pada 2025.

Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Kemenperin, Budi Setiawan, mengatakan sebelum mengikuti pameran internasional, pelaku IKM melalui proses kurasi dan pendampingan agar mampu memenuhi tren serta standar pasar global.

PT Indo Risakti didirikan pada 2012 oleh Windu Sinaga dan Riris Simanjuntak. Perusahaan ini memproduksi berbagai dekorasi rumah seperti keranjang, kotak hias, dekorasi dinding, dan cermin.

Produk tersebut dibuat dari bahan alami seperti enceng gondok, pandan laut, mendong, batang pisang, hingga akar kayu yang diolah menjadi produk dekorasi rumah bernilai tambah.

Dalam operasionalnya, perusahaan mempekerjakan 20 karyawan tetap dan bermitra dengan 15 koordinator perajin yang masing-masing membina sekitar 100 perajin di desa-desa sekitar Yogyakarta. Saat permintaan meningkat, produksi dapat melibatkan hingga 800 hingga 1.500 perajin.

Saat ini produk PT Indo Risakti telah dipasarkan ke sejumlah negara seperti Belanda, Prancis, Jerman, Uruguay, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Afrika Selatan, dengan pasar utama masih berada di Amerika Serikat dan Eropa.

Perusahaan juga telah mengantongi beberapa sertifikasi, antara lain Sertifikat Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK), Business Social Compliance Initiative (BSCI), serta program Sustaining Competitive and Responsible Enterprises (SCORE) dari International Labour Organization. (*/red)

Berita Terkait

Fadly Amran Lantik Indra Noferi sebagai Dewas Perumda PSM Padang
Tekan Inflasi dan Lonjakan Harga Cabai, Pemko Padang Gelar Gerakan Pangan Murah di Batang Arau
Fadly Amran Sambut Investasi Green SM Rp500 Miliar, Taksi Listrik Segera Hadir di Padang
Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:20 WIB

MUI Sesalkan Konser Andrea Bocelli Tetap Digelar, Minta Pemerintah Tinjau Ulang Izin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Erick Yusuf: Film Buya Hamka Jadi Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bunga Nafisa dan Deandra Nadira Rilis Single Dar Der Dor Ser, Usung Musik Endikup

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Gandeng LDR Team, Lindee Cremona Rilis Single Dewasaku Membanggakanmu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Ruth Garcia Rilis Lagu Salahkah, Ungkap Pergulatan Batin Usai Dikhianati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

AI Mampu Bikin Film, Nezar Patria Soroti Tantangan Baru Sensor Film

Berita Terbaru