Padang, Javanusa—Dukungan masyarakat Minang di perantauan ikut menguatkan perjuangan Kafilah Sumatera Barat (Sumbar) pada MTQ Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah.
Ikatan Keluarga Minang (IKM) Semarang tak hanya menyambut kedatangan kafilah, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan konsumsi dan menghadirkan dukungan budaya Minangkabau.
Mereka secara bergiliran menyiapkan makan siang dan makan malam untuk para kafilah.
Ketua IKM Semarang, Nafrizon Bogek, mengatakan makanan tersebut langsung dikirim ke hotel tempat Kafilah Sumbar menginap.
“Perantau kita yang punya usaha rumah makan di Semarang, kita gilir untuk menyediakan makan siang dan malam setiap hari. Langsung kita antar ke hotel tempat kafilah menginap,” ujar Bogek di Semarang, Senin (14/9/2026).
Selain makanan, IKM Semarang bersama Pemerintah Provinsi Sumbar juga rutin menyediakan buah-buahan. Langkah itu bertujuan membantu menjaga kondisi fisik peserta selama menjalani rangkaian perlombaan.
“Buah-buahan ini juga penting untuk menjaga kebutuhan vitamin dan stamina kafilah. Agar para kafilah sehat selalu selama mengikuti perlombaan,” katanya.
Sambutan Bernuansa Budaya Minangkabau
Dukungan IKM Semarang sudah terlihat sejak Kafilah Sumbar tiba di Kota Semarang. Rombongan mendapat sambutan Tari Minang di Bandara Ahmad Yani.
Mahasiswa Minang yang berada di Semarang ikut tampil dalam penyambutan tersebut. Keterlibatan mereka kemudian berlanjut dalam berbagai agenda MTQ Nasional.
Pada pawai ta’aruf, IKM Semarang membantu menghadirkan kendaraan hias dengan miniatur Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi.
Kehadiran kendaraan hias itu semakin semarak dengan pertunjukan gandang tasa. Kesenian tersebut sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Minangkabau kepada masyarakat yang mengikuti rangkaian MTQ Nasional.
Dukungan serupa tampak dalam defile Kontingen Sumbar saat pembukaan MTQ Nasional di Lapangan Pancasila. IKM Semarang mengikutsertakan mahasiswa Minang dengan mengenakan pakaian adat Minangkabau.
Kolaborasi Ranah dan Rantau
Bogek menjelaskan, seluruh dukungan tersebut lahir dari koordinasi IKM Semarang dengan Kabag Bina Mental Biro Kesra Setdaprov Sumbar, Marwansyah.
Menurutnya, koordinasi berlangsung cukup singkat karena persiapan baru dilakukan beberapa hari sebelum kedatangan rombongan. Namun, kekompakan perantau Minang membuat berbagai kebutuhan dapat dipenuhi.
“Saya mendapatkan nomor kontak Pak Datuk (Marwansyah) dari Ketua IKM Jawa Tengah tiga hari sebelum kedatangan. Jadi komunikasinya singkat. Namun berkat kekompakan perantau IKM Semarang, semuanya berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Marwansyah menyampaikan apresiasi kepada IKM Semarang atas dukungan yang diberikan kepada Kafilah Sumbar. Ia menilai keterlibatan para perantau mencerminkan kuatnya hubungan masyarakat Sumbar di ranah dan rantau.
“Semuanya terlaksana berkat kolaborasi yang baik antara ranah dan rantau. Terima kasih kepada IKM Semarang yang telah berkontribusi cukup besar terhadap Kafilah Sumbar,” katanya.
Ia juga menyebut dukungan perantau sebagai tambahan semangat bagi para peserta yang tengah membawa nama Sumbar dalam MTQ Nasional XXXI.
“Dukungan seperti ini tentu memberikan semangat bagi kafilah. Mereka tidak hanya merasa membawa nama Sumbar, tetapi juga merasakan bahwa masyarakat Minang di rantau ikut mendoakan dan mendukung perjuangan mereka,” tambahnya. (*)






