Indonesia–Australia Perkuat Kerja Sama Pertanian dan Investasi Hilirisasi

Penulis -

Senin, 9 Februari 2026 - 12:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo menerima kunjungan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pada Jumat (6/2/2026). (Foto: BPMI Setpres)

Presiden Prabowo menerima kunjungan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pada Jumat (6/2/2026). (Foto: BPMI Setpres)

Jakarta, Javanusa—Presiden Prabowo menerima kunjungan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pada Jumat (6/2/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan kemitraan strategis dua negara, terutama di sektor pangan dan investasi industri.

Prabowo menegaskan sektor pertanian menjadi fokus utama kolaborasi Indonesia dan Australia. Kedua negara dinilai memiliki posisi geografis dekat dan sumber daya yang saling melengkapi.

Menurut Prabowo, kolaborasi ini mencakup teknologi, produksi, hingga distribusi pangan. Pemerintah mendorong model usaha patungan untuk mempercepat hasil konkret di lapangan.

“Di bidang pertanian, saya mengundang pihak Australia untuk mengembangkan joint venture di sektor pertanian di kedua negara guna mendukung ketahanan pangan,” kata Prabowo dalam keterangan resmi usai pertemuan.

Prabowo menyebut hubungan Indonesia dan Australia dibangun di atas kepercayaan. Kedekatan wilayah membuat rantai pasok dan distribusi pangan lebih efisien jika dikelola bersama.

“Indonesia dan Australia ditakdirkan untuk hidup berdampingan, dan kita membangun hubungan tersebut saling percaya,” ujarnya.

Kerja sama ini juga diarahkan agar berdampak langsung bagi petani, pelaku usaha pangan, dan industri pengolahan hasil pertanian.

Target Ketahanan dan Swasembada Pangan

Penguatan kemitraan pertanian Indonesia–Australia sejalan dengan agenda ketahanan pangan nasional. Pemerintah sebelumnya menyatakan capaian swasembada pangan sebagai tonggak kemandirian sektor strategis.

Pada Januari 2026, pemerintah mengumumkan peningkatan produksi dan cadangan pangan nasional. Namun, kolaborasi internasional tetap dibutuhkan untuk teknologi, riset benih, dan modernisasi alat pertanian.

Kerja sama dengan Australia dinilai relevan karena negara tersebut maju dalam mekanisasi pertanian dan manajemen lahan kering.

Tawarkan Investasi Hilirisasi dan Mineral Kritis

Selain pertanian, Prabowo juga menawarkan peluang investasi di sektor hilirisasi dan mineral kritis. Fokusnya adalah peningkatan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.

Baca Juga :  Wawako Ekos Albar Apresiasi Lomba Senam Kreasi GSSH Padang

Pemerintah membuka ruang bagi investor Australia untuk masuk ke industri pengolahan mineral strategis. Skema ini mendukung transformasi ekonomi berbasis industri hulu-hilir.

“Danantara siap bekerja sama dengan para mitranya di Australia untuk menjajaki peluang co-investment dan berbagai bentuk kemitraan lainnya,” kata Prabowo.

Danantara disebut sebagai entitas investasi strategis nasional yang akan menjadi penggerak kolaborasi. Lembaga ini diproyeksikan memfasilitasi pembiayaan dan kemitraan proyek prioritas.

Melalui skema co-investment, proyek pertanian dan hilirisasi diharapkan lebih cepat terealisasi. Pemerintah menargetkan dampak langsung terhadap lapangan kerja dan stabilitas pasokan pangan.

Pertemuan bilateral ini mempertegas arah baru kemitraan Indonesia–Australia. Fokusnya tidak hanya diplomasi, tetapi juga proyek konkret di sektor pertanian, ketahanan pangan, dan industri strategis. (*/red)

Berita Terkait

BGN Wajibkan 21.527 SPPG Perbarui SPK, Perketat Pengawasan Program MBG
Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi
BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Jadwal MotoGP Malaysia 2026 di Sepang: Ini Agenda Lengkapnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Teco Targetkan Kemenangan Kedua, Semen Padang Siap Hadapi Sumsel United

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Berita Terbaru

XLSMART membawa program Sisternet ke W20 USA 2026 untuk memperkuat keterampilan digital dan ekonomi perempuan Indonesia. (Foto: XLSMART)

Ekonomi Bisnis

XLSMART Bawa Solusi Pemberdayaan Perempuan Indonesia ke W20 USA 2026

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:21 WIB

Pemko Padang menargetkan 523 unit hunian tetap rampung pada 2027. Pembangunan tersebar di Balai Gadang, Sungkai, dan Kampung Lalang. (Foto: Pemko Padang)

Kota Padang

Pemko Padang Targetkan 523 Huntap Rampung pada 2027

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:12 WIB