Karawang, Javanusa—Indonesia resmi mencapai swasembada pangan nasional tahun 2025. Pengumuman ini disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Panen Raya di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Rabu (7/1/2026).
“Dengan ini saya mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan tahun 2025 bagi seluruh bangsa Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden menegaskan swasembada pangan merupakan tonggak fundamental kemerdekaan. Menurutnya, bangsa tidak merdeka jika kebutuhan pangannya masih bergantung negara lain.
“Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau pangan tergantung bangsa lain,” tegas Presiden.
Pengalaman Indonesia selama pandemi Covid-19 menjadi peringatan penting. Saat itu, sejumlah negara produsen beras menahan ekspor untuk kebutuhan domestik masing-masing.
Saat dilantik, Presiden Prabowo menargetkan swasembada pangan dapat tercapai dalam empat tahun. Namun, berkat kerja keras seluruh elemen pertanian nasional, target tersebut berhasil hanya dalam satu tahun.
“Satu tahun kita sudah swasembada, satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri,” ungkap Presiden Prabowo.
Apresiasi Presiden untuk Petani dan Penyuluh
Presiden memberikan apresiasi tinggi kepada petani, penyuluh, dan komunitas pertanian. Ia menyebut pencapaian ini sebagai bukti nyata kemampuan bangsa Indonesia berdiri mandiri.
“Hari ini saudara memberi bukti nyata tonggak penting kemerdekaan bangsa Indonesia,” ucap Presiden.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi atas perhatian Presiden Prabowo terhadap sektor pertanian. Ia menekankan swasembada pangan hasil kerja kolektif Kabinet Merah Putih dan seluruh insan pertanian.
“Seluruh petani Indonesia mengucapkan terima kasih atas perhatian luar biasa Bapak Presiden,” ujar Mentan.
Mentan menambahkan swasembada pangan nasional menjadi salah satu capaian terbaik Kabinet Merah Putih sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. (*/BPMI Setpres)






