Indonesia Raih 5 Emas di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Lampaui Target dan Cetak Sejarah

Penulis -

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kontingen Indonesia mengakhiri perjuangan di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan torehan lima medali emas. (Foto: Gilang/Kemenpora.go.id)

Kontingen Indonesia mengakhiri perjuangan di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan torehan lima medali emas. (Foto: Gilang/Kemenpora.go.id)

Jakarta, Javanusa—Kontingen Indonesia menutup perjuangan di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan lima medali emas. Raihan itu melampaui target empat emas yang ditetapkan sebelum keberangkatan ke Jepang.

Secara keseluruhan, Indonesia membawa pulang 39 medali dari Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Perinciannya terdiri atas lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu.

Capaian tersebut menjadi modal penting bagi pembinaan olahraga nasional. Terlebih, seluruh emas Indonesia berasal dari cabang olahraga yang masuk dalam daftar 21 cabor unggulan.

Lima Emas dari Empat Cabang Olahraga

Dua emas Indonesia datang dari bulu tangkis. Tim beregu putra menyumbangkan satu emas, sedangkan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin meraih emas dari nomor ganda putra.

Tiga emas lainnya berasal dari angkat besi, panjat tebing, dan panahan. Rahmat Erwin Abdullah berjaya di angkat besi, sementara Desak Made Rita Kusuma Dewi mempersembahkan emas dari panjat tebing.

Nurisa Dian Ashrifah kemudian mencatat sejarah melalui cabang panahan. Medali emas yang diraihnya menjadi emas pertama Indonesia dari panahan sepanjang keikutsertaan di Asian Games.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengapresiasi perjuangan seluruh unsur kontingen Indonesia. Ia menyebut keberhasilan tersebut lahir dari kerja bersama atlet, pelatih, ofisial, federasi, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), dan Chef de Mission (CdM).

“Saya ingin memberikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh atlet yang sudah berjuang membawa nama Indonesia dan berhasil membawa pulang medali. Kepada para pelatih, ofisial dan seluruh federasi yang menyiapkan tim dan memastikan proses pembinaan berjalan, juga kepada KOI dan seluruh jajaran CdM yang memastikan dukungan penuh agar kontingen bisa fokus bertanding, saya ucapkan terima kasih. Lima emas ini bukan hasil kerja satu pihak, tetapi hasil dari ekosistem olahraga yang bekerja bersama,” ujar Menpora Erick.

Baca Juga :  Camat Lubeg Tutup Palapa Cup II, Ajak Peserta Tingkatkan Prestasi
Erick Thohir: Target Prestasi Harus Berbasis Pemetaan

Erick menilai keberhasilan Indonesia melewati target emas menunjukkan pentingnya perencanaan prestasi yang terukur. Menurutnya, pemerintah harus menentukan sasaran berdasarkan pemetaan kekuatan setiap cabang dan potensi atlet.

“Kita datang dengan target empat emas, dan Alhamdulillah kita pulang dengan lima emas. Ini menunjukkan bahwa target yang kita tetapkan harus lahir dari pemetaan yang benar. Kita harus tahu cabang mana yang punya peluang, siapa atletnya, bagaimana performanya, bagaimana persiapannya, dan seberapa realistis target yang kita pasang. Jadi target bukan angka yang dibuat di atas kertas, tetapi angka yang punya dasar dan bisa dipertanggungjawabkan,” jelas Erick.

Pendekatan tersebut, lanjutnya, dapat membuat persiapan kontingen lebih terarah. Pemerintah juga bisa menempatkan sumber daya pada cabang dan atlet dengan peluang prestasi yang lebih kuat.

“Kita tidak bisa lagi mengirim sebanyak-banyaknya tanpa melihat peta kekuatan. Kita harus semakin teliti menentukan siapa yang berangkat, di nomor apa kita bertanding, dan di mana peluang medalinya. Dengan begitu, target yang kita tetapkan juga terukur, persiapannya jelas, dan evaluasinya bisa dilakukan secara objektif,” tegasnya.

Lima Emas Jadi Modal Menuju Olimpiade 2028

Erick menilai hasil Asian Games Aichi-Nagoya 2026 memberikan sinyal positif bagi pembinaan olahraga Indonesia. Pasalnya, lima emas tersebut berasal dari cabang yang juga dipertandingkan di Olimpiade.

Empat cabor tersebut adalah panahan, bulu tangkis, panjat tebing, dan angkat besi. Pemerintah pun ingin mempertahankan pembinaan secara konsisten agar prestasi di level Asia berlanjut ke panggung dunia.

“Lima emas kita datang dari cabang-cabang yang juga dipertandingkan di Olimpiade. Ini penting. Artinya, kita punya fondasi yang harus terus kita jaga dan kembangkan. Panahan, bulu tangkis, panjat tebing, dan angkat besi harus kita bina secara konsisten, bukan hanya untuk SEA Games dan Asian Games, tetapi kita siapkan untuk bisa bersaing dan meraih medali di Olimpiade 2028,” tambah Menpora Erick.

Baca Juga :  Sejarah Terukir! Bayer Leverkusen Juarai Bundesliga 2023/2024
Medali Perak Jadi Potensi Baru

Selain lima emas, Erick juga menyoroti sejumlah cabang yang berhasil mencapai final dan menyumbangkan medali perak. Menurutnya, hasil tersebut menunjukkan adanya potensi yang masih dapat dikembangkan.

Voli pantai menjadi salah satu cabang yang mendapat perhatian. Tim Indonesia mampu mencapai final dan membawa pulang medali perak setelah bersaing hingga pertandingan terakhir.

“Kita juga harus melihat cabang yang belum emas tetapi sudah mampu masuk final. Voli pantai salah satunya. Mereka sudah membuktikan bisa bersaing sampai pertandingan terakhir dan membawa pulang perak. Ini potensi yang harus kita lihat, kita pelajari, dan kita bina. Jangan sampai karena belum emas, kita langsung menganggap selesai. Justru dari hasil seperti ini kita bisa melihat cabang mana yang punya peluang untuk kita dorong lebih jauh ke level dunia,” ujar Erick.

Hasil Asian Games Aichi-Nagoya 2026 selanjutnya menjadi bahan evaluasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama seluruh pemangku kepentingan olahraga.

Evaluasi tersebut akan menjadi dasar untuk memperkuat strategi pembinaan atlet menuju ajang multievent internasional berikutnya. Fokusnya mencakup persiapan menghadapi SEA Games 2027 hingga Olimpiade 2028. (*)

Berita Terkait

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang
Teco Targetkan Kemenangan Kedua, Semen Padang Siap Hadapi Sumsel United
Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya
Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8
Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3
Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal
Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup
Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB