Indonesia-Selandia Baru Perkuat Genetika Ternak untuk Dongkrak Produksi Susu dan Daging

Penulis -

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia dan Selandia Baru memperkuat kerja sama di bidang genetika dan pembibitan ternak untuk mendukung peningkatan produktivitas susu dan daging. (Foto: Ditjen PKH Kementan)

Indonesia dan Selandia Baru memperkuat kerja sama di bidang genetika dan pembibitan ternak untuk mendukung peningkatan produktivitas susu dan daging. (Foto: Ditjen PKH Kementan)

Jakarta, Javanusa—Indonesia dan Selandia Baru memperkuat kolaborasi di bidang genetika dan pembibitan ternak.

Kerja sama ini menyasar peningkatan kualitas genetik ternak agar produksi susu dan daging nasional semakin optimal.

Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam Workshop on the Development of a Genetic Selection Index di Jakarta, Senin (10/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian awal dari Dairy Cooperation Program Indonesia-Selandia Baru.

Workshop berlangsung secara luring dan daring. Perwakilan Unit Pelaksana Teknis (UPT) perbibitan dari lingkup Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian turut mengikuti kegiatan tersebut.

Seleksi Genetik Berbasis Data

Sekretaris Ditjen PKH Kementerian Pertanian, Nuryani Zainuddin, menilai peningkatan mutu genetik menjadi langkah penting dalam mempercepat produktivitas peternakan Indonesia.

Menurutnya, kebutuhan terhadap susu dan daging terus menuntut peningkatan kualitas populasi ternak. Karena itu, sistem pembibitan membutuhkan metode evaluasi yang mengandalkan ilmu pengetahuan serta data.

“Peningkatan mutu genetik populasi ternak bukan lagi sebuah pilihan, tetapi merupakan kebutuhan mutlak. Kita perlu beralih dari seleksi konvensional menuju evaluasi genetik yang berbasis ilmu pengetahuan dan data,” ujar Nuryani.

Pendekatan Genetic Selection Index memungkinkan peternak dan pengelola pembibitan menilai sejumlah karakter ternak secara bersamaan.

Penilaian tersebut tidak hanya mencakup kemampuan menghasilkan susu atau daging. Faktor lain seperti kesuburan, efisiensi pakan, ketahanan terhadap penyakit, serta kemampuan beradaptasi dengan iklim juga menjadi pertimbangan.

Dengan metode tersebut, keputusan dalam program pembibitan dapat menjadi lebih terukur. Pendekatan ini juga mendukung pengembangan ternak yang produktif sekaligus berkelanjutan.

Selandia Baru Berbagi Pengalaman

First Secretary (Primary Industries) Kedutaan Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Sarah Fish, mengatakan hubungan kedua negara dalam sektor pertanian terus berkembang.

Baca Juga :  Pesona Budaya Tabuik Piaman 2024 Dimulai, Ditandai Prosesi “Maambiak Tanah”

Menurut Sarah, kerja sama Indonesia dan Selandia Baru kini tidak hanya berfokus pada perdagangan. Kedua negara juga memperkuat pertukaran pengetahuan dan peningkatan kapasitas, terutama dalam pengembangan sektor sapi perah.

Pengembangan genetika ternak, lanjut Sarah, menjadi salah satu bidang yang memiliki peluang besar untuk diperluas melalui kerja sama kedua negara.

“Sepanjang 2025, Ministry of Primary Industries dan Ditjen PKH bekerja sama untuk mengidentifikasi berbagai cara praktis yang dapat dilakukan Selandia Baru untuk mendukung pengembangan sektor sapi perah Indonesia,” imbuh Sarah.

Ia mengatakan Selandia Baru memiliki pengalaman dalam pengembangan genetika ternak dan indeks seleksi. Pengalaman tersebut dapat menjadi referensi bagi Indonesia dalam membangun sistem pembibitan sapi perah dan sapi potong yang lebih modern.

Strategi tersebut juga diarahkan pada peningkatan efisiensi ekonomi. Dengan pemilihan ternak berdasarkan karakter genetik yang tepat, program pembibitan dapat menghasilkan populasi dengan produktivitas dan efisiensi yang lebih baik.

Perkuat Kapasitas UPT Perbibitan

Kolaborasi Indonesia dan Selandia Baru juga diharapkan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia di lingkungan UPT perbibitan Indonesia.

Peningkatan kapasitas tersebut penting agar pendekatan berbasis data dapat diterapkan secara lebih luas dalam program pembibitan nasional.

Pada akhirnya, kerja sama genetika ternak ini ditujukan untuk mendukung ketersediaan sapi yang lebih produktif, efisien, dan mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan Indonesia.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi pembibitan nasional sekaligus meningkatkan produktivitas sektor susu dan daging. (*)

Berita Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru