Industri Pengolahan Dominasi PDB Nasional 2025, Kontribusi Tembus 19,07 Persen

Penulis -

Kamis, 5 Februari 2026 - 21:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin)

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Javanusa—Industri pengolahan mendominasi PDB nasional 2025 dengan kontribusi 19,07 persen menurut data BPS, sekaligus mencatat pertumbuhan tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Sektor ini juga menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi dibanding lapangan usaha lain. Pemerintah menilai tren ini menegaskan penguatan struktur industri nasional.

Data tersebut dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dan dikutip Kementerian Perindustrian sebagai indikator kinerja sektor manufaktur nasional.

Berdasarkan data BPS, kontribusi industri pengolahan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 19,07 persen pada 2025. Angka ini naik dibanding 2024 sebesar 18,98 persen dan 2023 sebesar 18,67 persen.

Kenaikan bertahap ini menunjukkan sektor manufaktur tetap menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia. Industri pengolahan juga konsisten menjadi kontributor terbesar dibanding sektor lainnya.

Selama periode 2023–2025, pertumbuhan industri pengolahan tercatat positif dan stabil. Pada 2023 tumbuh 4,64 persen, lalu 4,43 persen pada 2024, dan meningkat menjadi 5,30 persen pada 2025.

Capaian 2025 menjadi pertumbuhan tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Kondisi ini memperkuat peran industri pengolahan sebagai motor pemulihan dan ekspansi ekonomi nasional.

Industri pengolahan juga memberi sumbangan terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Pada 2023 kontribusinya terhadap pertumbuhan mencapai 0,95 persen, turun sedikit menjadi 0,90 persen pada 2024, lalu naik ke 1,07 persen pada 2025.

Artinya, lebih dari satu persen pertumbuhan ekonomi nasional ditopang sektor ini. Peran tersebut menjadikannya sektor kunci dalam struktur ekonomi domestik.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan dominasi industri pengolahan terlihat dari berbagai indikator utama. Mulai dari kontribusi PDB, pertumbuhan sektoral, hingga kinerja perdagangan luar negeri.

“Industri pengolahan tidak hanya menjadi kontributor terbesar, tetapi juga mendominasi pertumbuhan ekonomi nasional dibanding sektor lainnya,” ujar Agus di Jakarta, Kamis (5/2).

Baca Juga :  Perkuat Hilirisasi Singkong, Kemenperin Pacu Daya Saing Industri Pangan

Ia menambahkan, capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor manufaktur tetap resilien di tengah tekanan global.

Ekspor Naik, Tren Impor Menurun

Kinerja ekspor industri pengolahan menunjukkan tren meningkat. Pada 2023 ekspor tumbuh 1,73 persen, melonjak menjadi 6,85 persen pada 2024, dan kembali naik menjadi 7,03 persen di 2025.

Sebaliknya, impor barang dan jasa masih menunjukkan tren penurunan. Tercatat minus 1,24 persen pada 2023, lalu turun 8,15 persen pada 2024, dan minus 4,77 persen pada 2025.

Menurut Agus, kombinasi ekspor yang naik dan impor yang menurun menandakan struktur industri dalam negeri semakin kuat. Kondisi ini juga mengurangi ketergantungan pada produk luar.

“Data BPS menunjukkan kenaikan ekspor dan penurunan tren impor dalam tiga tahun terakhir. Ini membuktikan penguatan struktur industri nasional sudah terjadi,” katanya.

Memasuki 2026, Kementerian Perindustrian menyiapkan langkah lanjutan untuk menjaga momentum pertumbuhan. Salah satunya melalui integrasi industri kecil ke rantai pasok industri besar dalam negeri.

Program ini mengikuti arahan Presiden Prabowo untuk memperkuat pemerataan ekonomi. Selain itu, kebijakan tersebut sejalan dengan agenda Asta Cita dan Strategi Baru Industri Nasional (SBIN).

“Kami akan meningkatkan integrasi industri kecil ke dalam rantai pasok industri nasional. Ini penting untuk kemandirian industri dan pemerataan ekonomi,” ujar Agus.

Bantah Deindustrialisasi Dini

Pemerintah menilai data BPS membantah anggapan deindustrialisasi dini. Kontribusi terhadap PDB, sumbangan pertumbuhan, dan kinerja ekspor-impor dinilai masih solid.

Menurut Agus, meski 2025 penuh tantangan global, industri pengolahan tetap tumbuh kuat hingga akhir tahun. Ia juga mengapresiasi pelaku industri yang menjaga produksi dan optimisme.

“Publikasi BPS atas pertumbuhan ekonomi nasional membuktikan industri pengolahan tidak mengalami deindustrialisasi, apalagi deindustrialisasi dini,” tegasnya. (*/red)

Baca Juga :  IKM Kerajinan Catat Ekspor Rp1,83 Miliar, Produk Home Decor Bantul Tembus AS dan Eropa

Berita Terkait

Fadly Amran Lantik Indra Noferi sebagai Dewas Perumda PSM Padang
Tekan Inflasi dan Lonjakan Harga Cabai, Pemko Padang Gelar Gerakan Pangan Murah di Batang Arau
Fadly Amran Sambut Investasi Green SM Rp500 Miliar, Taksi Listrik Segera Hadir di Padang
Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Kemenhaj Catat 244 Kasus Haji dan Umrah, Potensi Kerugian Jemaah Capai Rp247,65 Miliar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pakai Direct Flight, Hindari Transit Singapura-Malaysia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:07 WIB

Kemenhaj Perkuat Pengawasan Umrah, Antisipasi Situasi Darurat dan Force Majeure

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Kemenhaj dan Kemenbud Jajaki Pembentukan Museum Haji Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Menhaj Irfan Yusuf Buka Suara soal Pengangkatan Anaknya sebagai Tenaga Ahli

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Jadwal Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Masuk Asrama Mulai 10 April

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Belanja Haji Tembus Rp4 Triliun, Menhaj Dorong UMKM Daerah Perluas Pasar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Menhaj Perketat Istitaah Kesehatan Jemaah Haji, Imbau Travel Pilih Penerbangan Langsung

Berita Terbaru