Industri Permesinan Tumbuh 18,75 Persen, Jadi Penopang Sektor ILMATE

Penulis -

Selasa, 12 Agustus 2025 - 17:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FGD Industrial Research and Development Sektor Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian di Bandung, Selasa (12/8). (Foto: Kemenperin)

FGD Industrial Research and Development Sektor Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian di Bandung, Selasa (12/8). (Foto: Kemenperin)

Bandung, Javanusa—Kinerja industri logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika (ILMATE) mencatatkan pertumbuhan positif pada triwulan II 2025.

Data Kementerian Perindustrian menunjukkan sektor ini tumbuh 5,19 persen secara tahunan (year-on-year), dengan subsektor industri mesin dan perlengkapan melonjak hingga 18,75 persen—tertinggi sejak 2012.

Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Direktorat Jenderal ILMATE Kemenperin, Solehan, menyebut lonjakan tersebut didorong meningkatnya belanja modal pemerintah sebesar 30,37 persen.

“Kenaikan belanja modal berdampak langsung pada produksi dan investasi. Jika didukung kebijakan pro-industri, pertumbuhan ini bisa lebih tinggi lagi,” ujarnya pada Focus Group Discussion (FGD) Industrial Research and Development Sektor Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian di Bandung, Selasa (12/8).

Transformasi Teknologi dan SDM

Solehan menegaskan, penguasaan teknologi industri adalah keniscayaan untuk mewujudkan visi Indonesia sebagai salah satu dari 10 ekonomi terbesar dunia. Transformasi menuju digitalisasi dan otomatisasi dinilai strategis untuk meningkatkan daya saing nasional.

“Strategi ini harus diiringi penguatan SDM, pembangunan infrastruktur digital, dan inovasi berkelanjutan. Dengan pendekatan ini, industri nasional bisa menciptakan nilai tambah tinggi sekaligus menjaga keberlanjutan pertumbuhan,” katanya.

Pemerintah, lanjut Solehan, juga mengakselerasi kemandirian produksi mesin dan peralatan industri melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan lembaga riset.

Langkah ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat daya saing di pasar global.

Peran Indonesia Manufacturing Center

Sebagai wujud komitmen, Kemenperin membentuk Indonesia Manufacturing Center (IMC) untuk memfasilitasi kolaborasi industri, akademisi, lembaga litbang, dan pengguna.

IMC berfungsi mempercepat hilirisasi teknologi serta menghasilkan produk permesinan sesuai kebutuhan pasar.

“Pemerintah juga menyiapkan insentif seperti super tax deduction bagi industri yang berinvestasi di penelitian dan pengembangan,” ujar Solehan.

Baca Juga :  Police Women Run IV 2026 Diikuti 3.400 Pelari, Bukittinggi Jadi Panggung Sport Tourism Sumbar

Melalui forum FGD, lanjutnya, para pemangku kepentingan membahas peluang riset bersama untuk memperkuat industri permesinan nasional. “Kolaborasi solid diyakini akan melahirkan inovasi yang menjawab tantangan zaman dan kebutuhan pasar,” katanya.

Teknologi untuk Pertanian

Pengawas Alat dan Mesin Pertanian Madya BRMP Kementan, Harsono, menambahkan, adopsi teknologi di sektor pertanian mampu meningkatkan produktivitas hingga 50 persen, menekan biaya operasional, dan membuka akses pasar lebih luas.

“Alsintan dan teknologi modern adalah kunci transformasi pertanian. Dengan sinergi semua pihak, visi pertanian efisien, produktif, dan berdaya saing global bisa terwujud,” tegasnya.

Ekosistem Inovasi Otomasi dan Robotik

Ketua Umum Asosiasi Robot Industri Indonesia (ASRII), Malik Khidir, menilai pengembangan ekosistem inovasi menjadi langkah penting memperkuat daya saing. Menurutnya, IMC harus menjadi pusat kolaborasi otomasi dan robotik, dari riset hingga komersialisasi produk.

FGD ini juga menghadirkan PT Kubota Indonesia, pelopor mesin diesel nasional yang telah mengekspor produknya ke tujuh negara, termasuk Australia dan Afrika Selatan.

Acara mendapat sambutan positif dari pengusaha dan akademisi yang berharap IMC segera beroperasi sebagai solusi tantangan industri manufaktur dalam negeri. (*/red)

Sumber: Kemenperin

Berita Terkait

Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat
Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Mahaputera kepada 7 Tokoh TNI, Ini Daftarnya

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Gulat Sumbang Dua Emas, Pasbar Buka Perolehan Medali di Porprov XVI Sumbar 2026

Berita Terbaru

Mikel Arteta sepakat memperpanjang kontrak di Arsenal. (Foto: IG @mikelarteta)

Olahraga

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Okt 2026 - 08:06 WIB