Javanusa.com—Inggris dan Argentina kembali bertemu dalam laga sarat sejarah di semifinal Piala Dunia FIFA 2026.
Duel yang berlangsung di Atlanta Stadium, Rabu (15/7) waktu setempat bukan sekadar perebutan tiket menuju final, tetapi juga pertemuan dua tim yang sama-sama sedang berada dalam performa terbaik sepanjang turnamen.
Inggris Bidik Final Kedua dalam Sejarah Modern
Inggris hanya berjarak satu kemenangan dari final Piala Dunia kedua mereka sejak menjadi juara dunia pada 1966.
Namun, tantangan yang menanti tidak ringan karena mereka harus menghadapi Argentina, sang juara bertahan yang tampil konsisten sepanjang turnamen.
Perjalanan The Three Lions menuju semifinal diawali dengan kemenangan meyakinkan 4-2 atas Kroasia di Grup L. Setelah bermain imbang tanpa gol melawan Ghana, pasukan Thomas Tuchel memastikan status juara grup usai mengalahkan Panama 2-0.
Memasuki fase gugur, Inggris berkali-kali menunjukkan mental juara. Mereka bangkit dari ketertinggalan saat menyingkirkan RD Kongo pada Babak 32 Besar, kemudian mengalahkan tuan rumah Meksiko di Babak 16 Besar meski harus bermain dengan 10 pemain.
Ketangguhan itu kembali terlihat pada perempat final. Inggris membalikkan keadaan untuk menang 2-1 atas Norwegia berkat dua gol Jude Bellingham.
Semifinal kali ini menjadi kesempatan kedua Inggris dalam tiga edisi Piala Dunia terakhir. Pada Rusia 2018, Harry Kane dan rekan-rekannya harus mengakui keunggulan Kroasia setelah perpanjangan waktu. Sebelumnya, mereka juga gagal melaju ke final usai kalah adu penalti dari Jerman Barat pada Italia 1990.
Kane dan Bellingham Jadi Andalan Inggris
Harry Kane kembali menjadi motor serangan Inggris. Penyerang Bayern Munich itu telah mengoleksi enam gol dan bersaing dalam perebutan Sepatu Emas adidas.
Produktivitas Kane mendapat dukungan penuh dari Jude Bellingham. Gelandang muda tersebut juga sudah mencetak enam gol dari enam pertandingan, menjadikan Inggris sebagai tim pertama yang memiliki dua pemain dengan koleksi enam gol dalam satu edisi Piala Dunia.
Selain keduanya, Marcus Rashford turut menyumbang gol bagi Inggris. Anthony Gordon dan Bukayo Saka juga berperan penting melalui tiga assist yang mereka catatkan sepanjang turnamen.
Argentina Kejar Sejarah Pertahankan Gelar
Di kubu lawan, Argentina datang dengan ambisi mempertahankan trofi Piala Dunia. Jika berhasil, La Albiceleste akan menjadi negara pertama yang mampu mempertahankan gelar sejak Brasil melakukannya pada 1962.
Argentina membuka turnamen dengan kemenangan 3-0 atas Aljazair. Lionel Messi langsung mencuri perhatian melalui hat-trick yang menyamai rekor pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.
Kapten Argentina itu kemudian melampaui rekor tersebut lewat gol tambahan saat menghadapi Austria dan Yordania.
Messi juga mencetak gol ketika Argentina mengalahkan Tanjung Verde 3-2 setelah perpanjangan waktu serta menundukkan Mesir dengan skor sama pada Babak 16 Besar.
Perempat final kembali berlangsung sengit. Julian Alvarez dan Lautaro Martinez mencetak gol pada babak tambahan untuk membawa Argentina mengalahkan Swiss 3-1 sekaligus memastikan tempat di semifinal.
Kekuatan Argentina Tak Hanya Bergantung pada Messi
Meski Messi tetap menjadi pusat permainan Argentina, keberhasilan tim asuhan Lionel Scaloni dibangun lewat kontribusi kolektif.
Selain Messi, tujuh pemain lain sudah mencatatkan namanya di papan skor. Delapan pemain berbeda juga menyumbangkan assist sepanjang kompetisi.
Di sektor pertahanan, duet Cristian Romero dan Lisandro Martinez tampil solid menjaga lini belakang. Sementara itu, Emiliano Martinez kembali menunjukkan kualitasnya sebagai penjaga gawang andalan setelah meraih Sarung Tangan Emas pada Piala Dunia 2022.
Argentina kini mencapai semifinal Piala Dunia untuk keenam kalinya. Menariknya, mereka selalu berhasil melangkah ke final dalam lima semifinal sebelumnya.
Rivalitas Panjang di Piala Dunia
Pertemuan Inggris dan Argentina selalu menghadirkan cerita besar dalam sejarah Piala Dunia.
Inggris lebih dulu unggul melalui kemenangan 3-1 pada fase grup Piala Dunia 1962 dan menang 1-0 pada perempat final edisi 1966.
Argentina kemudian membalas pada Piala Dunia 1986 lewat pertandingan legendaris yang dikenang karena dua gol Diego Maradona, yakni “Gol Tangan Tuhan” dan aksi solo yang menjadi salah satu gol terbaik sepanjang sejarah turnamen.
Rivalitas berlanjut di Babak 16 Besar Piala Dunia 1998. Saat itu Argentina menang melalui adu penalti setelah laga dramatis yang diwarnai gol indah Michael Owen serta kartu merah kontroversial David Beckham.
Empat tahun kemudian, Beckham membalas kegagalan tersebut dengan mencetak gol penalti yang membawa Inggris menang 1-0 pada fase grup Piala Dunia 2002. Kekalahan itu membuat Argentina tersingkir di fase grup untuk pertama kalinya dalam 40 tahun.
Secara keseluruhan, kedua negara telah lima kali bertemu di Piala Dunia. Inggris membukukan tiga kemenangan, sedangkan Argentina meraih dua kemenangan.
Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026
Laga semifinal Inggris melawan Argentina berlangsung di Atlanta Stadium pada Rabu, 15 Juli. Kick-off dijadwalkan pukul 15.00 waktu Atlanta, 20.00 waktu London, 16.00 waktu Buenos Aires, atau Kamis, 16 Juli pukul 02.00 WIB.
Pemenang pertandingan ini akan melaju ke final Piala Dunia FIFA 2026 dan menghadapi pemenang laga Prancis kontra Spanyol pada 19 Juli di New York New Jersey Stadium. (*)
Perkiraan pemain Inggris
Pickford; James, Konsa, Guehi, O’Reilly; Anderson, Rice; Saka, Bellingham, Gordon; Kane
Perkiraan pemain Argentina
Emi Martinez; Molina, Romero, Lisandro Martinez, Tagliafico; De Paul, Paredes, Mac Allister, Fernandez; Messi, Alvarez






