Jakarta, Javanusa—Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan tiga pemenang terbaik dalam Lomba Cipta Lagu dan Mars Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional ke-31.
Penetapan tersebut setelah dewan juri menyelesaikan proses penilaian secara komprehensif dan objektif terhadap seluruh karya peserta.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, mengatakan lomba ini menjadi bagian dari upaya memperluas syiar Al-Qur’an melalui pendekatan seni yang inspiratif dan membangun kebersamaan.
“Melalui lagu dan mars MTQ, kami ingin menghadirkan pesan Al-Qur’an yang lebih dekat dengan masyarakat. Nilai-nilai harmoni, persatuan, dan kepedulian terhadap lingkungan dapat disampaikan secara efektif melalui karya musik,” ujar Abu Rokhmad di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Penilaian Utamakan Substansi dan Musikalitas
Abu Rokhmad menjelaskan, dewan juri mengedepankan kualitas substansi dan musikalitas dalam proses penilaian. Seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator yang telah ditetapkan sejak awal kompetisi.
Aspek penilaian meliputi kesesuaian tema dan pesan, kekuatan lirik, komposisi dan aransemen musik, karakter lagu atau mars, serta kualitas penyajian dan produksi. Kelima aspek tersebut menjadi dasar dalam menentukan karya terbaik.
“Penilaian dilakukan secara menyeluruh dan profesional. Kami memastikan setiap karya mendapatkan kesempatan yang sama untuk dinilai secara adil sesuai kriteria yang telah ditetapkan,” katanya.
Pemenang Lomba Lagu dan Mars MTQ XXXI
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, berikut daftar pemenang Lomba Cipta Lagu dan Mars MTQ Tingkat Nasional ke-31:
-
- Sri Husodo
- Abu Rizal Zulmi
- Hafifudin
“Ketiga pemenang dinilai mampu menghadirkan karya yang kuat secara pesan dan musikalitas,” jelasnya.
Karya Pemenang Dukung Syiar Al-Qur’an
Abu Rokhmad juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang mengikuti kompetisi tersebut. Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan besarnya perhatian terhadap pengembangan syiar Al-Qur’an melalui media kreatif.
Ia menambahkan, karya para pemenang tidak hanya menjadi hasil kompetisi, tetapi juga berpotensi memperkuat identitas MTQ Nasional ke-31. Karya tersebut dapat digunakan dalam berbagai rangkaian kegiatan MTQ.
“Panitia memiliki hak untuk memanfaatkan karya pemenang sebagai bagian dari kebutuhan MTQ Nasional. Ini menjadi bentuk kontribusi nyata para peserta dalam mendukung syiar Al-Qur’an di ruang publik,” ujarnya.
Usung Tema Harmoni dan Kepedulian Lingkungan
Lomba ini mengangkat tema “Bersama dalam Harmoni, Rukun Menjaga Bumi”. Tema tersebut menekankan pentingnya menjaga kerukunan umat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dalam perspektif keagamaan.
Pengumuman pemenang menjadi tahapan akhir kompetisi setelah peserta mengirimkan karya dalam format audio berdurasi dua hingga tiga menit. Para peserta menghadirkan beragam gaya musik, mulai dari pop religi hingga orkestra dan etnik daerah.
“Kementerian Agama berharap, ke depan semakin banyak karya kreatif yang lahir dari masyarakat untuk mendukung penguatan nilai-nilai keagamaan yang inklusif dan membangun. Lomba ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara dakwah dan kreativitas dalam menyongsong MTQ Nasional ke-31 di Jawa Tengah,” tandasnya. (*/red)






