Integrasi Data MBG, Kemenag Pastikan Program Tepat Sasaran untuk Santri dan Siswa Madrasah

Penulis -

Kamis, 23 April 2026 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi'i saat Rapat Koordinasi Penyelarasan Data Penerima Manfaat MBG. Rapat berlangsung di Kantor Badan Gizi Nasional, Jakarta, Kamis (23/4/2026). (Foto: Kemenag)

Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi'i saat Rapat Koordinasi Penyelarasan Data Penerima Manfaat MBG. Rapat berlangsung di Kantor Badan Gizi Nasional, Jakarta, Kamis (23/4/2026). (Foto: Kemenag)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan komitmen menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kemenag juga akan mengawal penguatan tata kelola data agar program tepat sasaran bagi peserta didik madrasah dan pesantren.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi’i dalam Rapat Koordinasi Penyelarasan Data Penerima Manfaat MBG. Rapat berlangsung di Kantor Badan Gizi Nasional, Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Rapat dipimpin Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Sony Sonjaya. Sejumlah pejabat turut hadir, termasuk Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka. Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Maria Endang Sumiwi juga mengikuti pertemuan tersebut.

Basis Penerima Besar, Data Jadi Kunci

Wamenag menegaskan Kemenag memiliki basis penerima manfaat signifikan dalam program MBG.
Jumlahnya mencapai sekitar 15,6 juta jiwa yang mencakup santri dan siswa madrasah.

Karena itu, Kemenag memprioritaskan penguatan kualitas dan integrasi data. Langkah ini penting agar program berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Kementerian Agama 100 persen mendukung dan sangat membutuhkan program MBG. Ini bukan sekadar dukungan administratif, tetapi kebutuhan riil di lapangan agar peserta didik memperoleh asupan gizi lebih baik,” ujar Wamenag.

Ia menambahkan, Kemenag tengah membenahi sistem melalui kebijakan Satu Data Kemenag. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan akurasi dan konsistensi data.

Selain itu, Kemenag memastikan sinkronisasi data dengan kementerian dan lembaga lain. Langkah ini menjadi dasar perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

“Kami sedang menyatukan dan merapikan sistem data agar lebih akurat dan terintegrasi. Dengan data yang baik, intervensi program akan semakin tepat,” lanjutnya.

Karakteristik Santri Perlu Pendekatan Khusus

Wamenag menilai karakteristik pendidikan keagamaan perlu perhatian dalam penyusunan kebijakan. Ia menyoroti irisan antara siswa madrasah dan santri pesantren.

Baca Juga :  Pemko Padang Aktifkan Kembali Pendidikan Agama Islam Bagi Siswa SMP/MTs di Masjid dan Musala

Sebagian besar siswa madrasah juga tinggal dan belajar di pesantren. Kondisi ini memengaruhi perhitungan penerima manfaat program.

“Lebih dari 30 persen siswa madrasah adalah santri yang tinggal di pesantren. Kami mengusulkan klasifikasi ‘Santri’ dan ‘Non-Santri’ agar capaian program lebih jelas,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pendekatan implementasi yang adaptif. Pendekatan ini terutama dibutuhkan pesantren dengan jumlah santri besar atau sarana terbatas.

“Pesantren sangat membutuhkan program ini. Pendekatan fleksibel akan membantu implementasi tanpa mengabaikan kondisi riil,” tegasnya.

Menurutnya, pemenuhan gizi di pesantren merupakan investasi jangka panjang. Upaya ini berdampak langsung pada kualitas pembelajaran dan masa depan santri.

Sinergi Lintas Sektor Perkuat Program

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Sony Sonjaya menegaskan pentingnya integrasi data lintas sektor.
Menurutnya, data terintegrasi membuat pelaksanaan program lebih terarah.

“Kami membutuhkan data terintegrasi agar program benar-benar tepat sasaran. BGN berperan sebagai pengguna data yang bersinergi dengan wali data kementerian,” ujarnya.

Ia menambahkan, program MBG menyasar kelompok paling membutuhkan. Kelompok itu termasuk wilayah rawan pangan dan daerah dengan prevalensi stunting tinggi.

Senada dengan itu, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menyoroti dinamika data. Terutama pada kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

“Data kelompok ini terus bergerak. Karena itu, diperlukan kolaborasi dan pembaruan data berkelanjutan,” ujarnya.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Maria Endang Sumiwi menekankan pendekatan berbasis data.
Pendekatan ini membantu meningkatkan status gizi masyarakat.

“Data membantu memprioritaskan wilayah dan kelompok yang membutuhkan. Dengan begitu, manfaat program lebih optimal,” ungkapnya.

Komitmen Perkuat Data dan Implementasi

Rapat koordinasi ini memperkuat sinergi antar kementerian dan lembaga. Pemerintah juga meningkatkan kualitas data untuk mendukung program MBG.

Baca Juga :  Kekerasan Seksual di Pesantren Ndolo Kusumo, Wamenag Minta Pelaku Dihukum Berat

Kemenag menegaskan komitmennya menyediakan data akurat. Selain itu, Kemenag mendukung implementasi program yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan di madrasah dan pesantren. (*/red)

Berita Terkait

BGN Wajibkan 21.527 SPPG Perbarui SPK, Perketat Pengawasan Program MBG
Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi
BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Polres Pariaman Bongkar Penimbunan 360 Liter Bio Solar Bersubsidi, Pria Lansia Ditangkap  

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:38 WIB

Satpol PP Padang Tertibkan Lapak PKL yang Gunakan Fasum di Jalan Khatib Sulaiman

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Residivis Pencurian Ponsel Ditangkap  di Belakang Plaza Andalas

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pencuri Komponen Pendeteksi Banjir di Padang Ditangkap, 2 Kabur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Polda Sumbar Ungkap Dugaan Judi Togel Online di Padang, Uang Rp4,15 Juta Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Modus Penimbunan BBM Subsidi di Sumbar, Pelaku Gunakan Kantong Plastik dan Kotak Ikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Polda Sumbar Ungkap 24 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 25 Tersangka Diamankan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:30 WIB

BPBD Padang Evakuasi Pohon Karet Tumbang di Kalumbuk, Jalan Kembali Normal

Berita Terbaru

XLSMART membawa program Sisternet ke W20 USA 2026 untuk memperkuat keterampilan digital dan ekonomi perempuan Indonesia. (Foto: XLSMART)

Ekonomi Bisnis

XLSMART Bawa Solusi Pemberdayaan Perempuan Indonesia ke W20 USA 2026

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:21 WIB

Pemko Padang menargetkan 523 unit hunian tetap rampung pada 2027. Pembangunan tersebar di Balai Gadang, Sungkai, dan Kampung Lalang. (Foto: Pemko Padang)

Kota Padang

Pemko Padang Targetkan 523 Huntap Rampung pada 2027

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:12 WIB