Payakumbuh, Javanusa—Pemerintah Kota Payakumbuh meresmikan Unit Pengolahan II IPLT Payakumbuh di Kelurahan Sungai Durian, Rabu (24/12/2025). Peresmian ini menandai peningkatan signifikan kapasitas pengolahan limbah domestik di kota tersebut.
Dengan beroperasinya unit baru, kapasitas IPLT Payakumbuh meningkat dari 15 meter kubik per hari menjadi 30 meter kubik per hari. Peningkatan ini memperkuat layanan sanitasi perkotaan yang aman dan berkelanjutan.
Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menyebut peningkatan kapasitas ini mampu melayani hingga 2.500 pelanggan setiap tahun. Ia memproyeksikan kapasitas tersebut masih mencukupi kebutuhan kota selama tujuh hingga delapan tahun ke depan.
“Limbah tinja berpotensi besar mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan jika tidak dikelola dengan baik,” kata Zulmaeta.
Menurut dia, pengelolaan harus dimulai dari rumah tangga hingga pengolahan aman di IPLT Payakumbuh sesuai standar.
Sanitasi Aman Jadi Prioritas Daerah
Zulmaeta menegaskan IPLT merupakan infrastruktur vital dalam pengendalian pencemaran lingkungan perkotaan.
Dari 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat, baru tujuh daerah yang memiliki IPLT aktif.
Payakumbuh dinilai sebagai salah satu daerah dengan pengelolaan IPLT terbaik karena memenuhi standar teknis. Namun, ia mengingatkan agar operasional dan pemeliharaan tetap sesuai ketentuan.
“Investasi besar ini harus dijaga agar manfaatnya berkelanjutan,” ujarnya.
Dukungan APBN dan Tantangan Layanan Sedot Tinja
Dalam lima tahun terakhir, pembangunan IPLT Payakumbuh dua kali mendapat dukungan APBN melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Menurut Zulmaeta, hal itu mencerminkan kepercayaan pemerintah pusat terhadap kinerja daerah.
Ia mengingatkan tantangan ke depan akan meningkat seiring naiknya akses sanitasi aman masyarakat.
Lonjakan permintaan layanan sedot tinja perlu diantisipasi dengan pengembangan teknologi dan perluasan kapasitas.
Inovasi Lumpur IPLT Jadi Pupuk Organik
Pemko Payakumbuh juga mengembangkan inovasi pemanfaatan lumpur residu IPLT menjadi pupuk organik.
Produksinya mencapai 1,5 hingga 2 ton per bulan dan dibagikan gratis ke masyarakat.
Pupuk tersebut telah dimanfaatkan sekolah dan perkantoran. Ke depan, kualitasnya akan ditingkatkan melalui pengujian teknis berkelanjutan.
Sejarah dan Investasi IPLT Payakumbuh
Kepala Dinas PKP Kota Payakumbuh, Marta Minanda, menjelaskan IPLT merupakan infrastruktur wajib dalam SPM air limbah domestik. IPLT Payakumbuh pertama kali dibangun pada 1997 dan direvitalisasi secara besar sejak 2020.
Revitalisasi melalui APBN Kementerian PUPR membuat IPLT kembali beroperasi pada 2021. Saat itu, kapasitasnya mencapai 15 meter kubik per hari.
Permintaan layanan sedot tinja meningkat dari 260 rumah tangga pada 2017 menjadi hampir 1.000 rumah tangga pada 2024. Kondisi ini membuat kapasitas lama hampir penuh.
Pembangunan Unit II IPLT tahun 2025 menelan anggaran Rp 2,6 miliar. Pekerjaan meliputi kolam anaerobik, fakultatif, maturasi, fasilitas pengeringan lumpur, dan sarana pendukung.
Dukungan Tangki Septik untuk Warga
Sejak 2018 hingga 2025, Pemko Payakumbuh membangun 4.590 tangki septik bagi masyarakat.
Program ini menyasar kelompok berpenghasilan rendah untuk meningkatkan sanitasi permukiman.
“Dengan dukungan semua pihak, Unit II IPLT dapat difungsikan tepat waktu,” kata Marta.
Ia berharap fasilitas ini mampu menjawab kebutuhan pengolahan limbah domestik kota dalam beberapa tahun ke depan. (*/red)






