IPLT Payakumbuh Diresmikan, Kapasitas Pengolahan Limbah Domestik Naik Dua Kali Lipat

Penulis -

Rabu, 24 Desember 2025 - 17:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta meresmikan Unit Pengolahan II IPLT Payakumbuh di Kelurahan Sungai Durian, Rabu (24/12/2025). (Foto: MC Payakumbuh)

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta meresmikan Unit Pengolahan II IPLT Payakumbuh di Kelurahan Sungai Durian, Rabu (24/12/2025). (Foto: MC Payakumbuh)

Payakumbuh, Javanusa—Pemerintah Kota Payakumbuh meresmikan Unit Pengolahan II IPLT Payakumbuh di Kelurahan Sungai Durian, Rabu (24/12/2025). Peresmian ini menandai peningkatan signifikan kapasitas pengolahan limbah domestik di kota tersebut.

Dengan beroperasinya unit baru, kapasitas IPLT Payakumbuh meningkat dari 15 meter kubik per hari menjadi 30 meter kubik per hari. Peningkatan ini memperkuat layanan sanitasi perkotaan yang aman dan berkelanjutan.

Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menyebut peningkatan kapasitas ini mampu melayani hingga 2.500 pelanggan setiap tahun. Ia memproyeksikan kapasitas tersebut masih mencukupi kebutuhan kota selama tujuh hingga delapan tahun ke depan.

“Limbah tinja berpotensi besar mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan jika tidak dikelola dengan baik,” kata Zulmaeta.

Menurut dia, pengelolaan harus dimulai dari rumah tangga hingga pengolahan aman di IPLT Payakumbuh sesuai standar.

Sanitasi Aman Jadi Prioritas Daerah

Zulmaeta menegaskan IPLT merupakan infrastruktur vital dalam pengendalian pencemaran lingkungan perkotaan.
Dari 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat, baru tujuh daerah yang memiliki IPLT aktif.

Payakumbuh dinilai sebagai salah satu daerah dengan pengelolaan IPLT terbaik karena memenuhi standar teknis. Namun, ia mengingatkan agar operasional dan pemeliharaan tetap sesuai ketentuan.

“Investasi besar ini harus dijaga agar manfaatnya berkelanjutan,” ujarnya.

Dukungan APBN dan Tantangan Layanan Sedot Tinja

Dalam lima tahun terakhir, pembangunan IPLT Payakumbuh dua kali mendapat dukungan APBN melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Menurut Zulmaeta, hal itu mencerminkan kepercayaan pemerintah pusat terhadap kinerja daerah.

Ia mengingatkan tantangan ke depan akan meningkat seiring naiknya akses sanitasi aman masyarakat.
Lonjakan permintaan layanan sedot tinja perlu diantisipasi dengan pengembangan teknologi dan perluasan kapasitas.

Inovasi Lumpur IPLT Jadi Pupuk Organik

Pemko Payakumbuh juga mengembangkan inovasi pemanfaatan lumpur residu IPLT menjadi pupuk organik.
Produksinya mencapai 1,5 hingga 2 ton per bulan dan dibagikan gratis ke masyarakat.

Baca Juga :  Kota Padang Bakal Ditanami 10 Ribu Pohon, Upaya Perbaiki Kerusakan Ekologis

Pupuk tersebut telah dimanfaatkan sekolah dan perkantoran. Ke depan, kualitasnya akan ditingkatkan melalui pengujian teknis berkelanjutan.

Sejarah dan Investasi IPLT Payakumbuh

Kepala Dinas PKP Kota Payakumbuh, Marta Minanda, menjelaskan IPLT merupakan infrastruktur wajib dalam SPM air limbah domestik. IPLT Payakumbuh pertama kali dibangun pada 1997 dan direvitalisasi secara besar sejak 2020.

Revitalisasi melalui APBN Kementerian PUPR membuat IPLT kembali beroperasi pada 2021. Saat itu, kapasitasnya mencapai 15 meter kubik per hari.

Permintaan layanan sedot tinja meningkat dari 260 rumah tangga pada 2017 menjadi hampir 1.000 rumah tangga pada 2024. Kondisi ini membuat kapasitas lama hampir penuh.

Pembangunan Unit II IPLT tahun 2025 menelan anggaran Rp 2,6 miliar. Pekerjaan meliputi kolam anaerobik, fakultatif, maturasi, fasilitas pengeringan lumpur, dan sarana pendukung.

Dukungan Tangki Septik untuk Warga

Sejak 2018 hingga 2025, Pemko Payakumbuh membangun 4.590 tangki septik bagi masyarakat.
Program ini menyasar kelompok berpenghasilan rendah untuk meningkatkan sanitasi permukiman.

“Dengan dukungan semua pihak, Unit II IPLT dapat difungsikan tepat waktu,” kata Marta.

Ia berharap fasilitas ini mampu menjawab kebutuhan pengolahan limbah domestik kota dalam beberapa tahun ke depan. (*/red)

Berita Terkait

Maju ke Tingkat Nasional, Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang Pamerkan Segudang Inovasi Pelayanan dan Ekonomi
BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober
Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi
Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan
Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana
Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta
Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Patras Jalani Tur Jepang Perdana, Bawa Cha-Cha Boo! ke Empat Panggung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB