Solsel, Javanusa—Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah menjadi momentum penguatan integritas dan spiritualitas aparatur sipil negara di Kabupaten Solok Selatan (Solsel).
Kegiatan ini digelar Pemerintah Kabupaten Solok Selatan di Aula Sarantau Sasurambi, Senin (19/1/2026).
Acara tersebut dihadiri jajaran ASN, tokoh agama, serta unsur pemerintahan nagari. Peringatan Isra Mi’raj dipandang sebagai refleksi nilai keimanan yang relevan dengan tugas pelayanan publik.
Wakil Bupati Solok Selatan H. Yulian Efi menegaskan Isra Mi’raj bukan sekadar peringatan seremonial. Menurutnya, peristiwa ini harus menjadi landasan spiritual dalam menentukan arah pembangunan daerah.
“Setiap kebijakan pembangunan harus berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, sekaligus berlandaskan nilai keimanan dan etika,” ujar Yulian Efi dalam sambutannya.
Ia menilai pembangunan yang kuat tidak hanya diukur dari capaian fisik. Nilai moral dan keadilan sosial menjadi penopang utama keberlanjutan daerah.
Integritas dan Disiplin sebagai Cerminan Nilai Shalat
Yulian Efi menekankan peran strategis ASN sebagai pelayan masyarakat dan penggerak pembangunan. Karena itu, nilai Isra Mi’raj harus tercermin dalam etos kerja sehari-hari.
Ia menyebut disiplin, profesionalisme, kejujuran, dan integritas sebagai karakter utama ASN. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan makna shalat yang diwajibkan dalam peristiwa Isra Mi’raj.
“ASN harus menjadi teladan, baik dalam pelayanan maupun dalam perilaku sosial di tengah masyarakat,” kata dia.
Sinergi Nagari untuk Solok Selatan Berdaya Saing
Selain ASN, Wabup juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kebersamaan. Sinergi antara pemerintah nagari, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat dinilai krusial.
Kolaborasi tersebut diharapkan melahirkan nagari yang mandiri, religius, dan berdaya saing. Upaya ini sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Solok Selatan berbasis kearifan lokal.
Menutup sambutannya, Yulian Efi mengajak masyarakat membangun daerah dengan semangat gotong royong. Ia menegaskan pentingnya persatuan dan keikhlasan demi pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Shalat sebagai Sumber Kekuatan Moral
Dalam ceramah agama, Ustad Arizal, S.Ag menjelaskan bahwa Isra Mi’raj mengajarkan pentingnya menjaga kualitas shalat. Menurutnya, shalat merupakan sumber kekuatan spiritual dan pengendali moral.
“Shalat yang baik melahirkan pribadi yang tenang, amanah, dan mampu menahan diri dari perbuatan merugikan,” ujar Ustad Arizal.
Ia menambahkan, nilai shalat sangat relevan dalam kehidupan sosial dan birokrasi. Ketika nilai itu dijalankan, maka kepercayaan publik terhadap pemerintah akan semakin kuat. (*/red)






