Padang, Javanusa—Pemko Padang kembali menorehkan prestasi. Kali ini lewat Kompetisi Camat Berprestasi Tingkat Sumbar 2023.
Camat Padang Selatan, Jasman sukses meraih penghargaan Camat Terbaik II se-Sumbar 2023.
Jasman mengatakan, penghargaan yang diperoleh bukanlah merupakan hasil pribadi, melainkan bentuk dari partisipasi dan keseriusan semua pihak.
“Capaian ini bukanlah capaian saya pribadi, melainkan bentuk dari partisipasi dan keseriusan semua pihak Kecamatan Padang Selatan. Sebab, penghargaain ini sejatinya tidak terlepas dari dukungan yang terdapat di dalamnya,” ujar Jasman.
Seperti dukungan dari Pemko Padang, rekan-rekan di kecamatan, kelurahan, tokoh masyarakat, LPM, RT/RW, serta seluruh lapisan masyarakat.
“Semuanya memiliki perannya masing-masing dalam mencapai penghargaan ini. Tentu dengan hal baik ini, musti kita jaga dan kita tingkatkan lagi ke depannya,” tuturnya.
Menurutnya, penghargaan ini tidak terlepas dari inovasi-inovasi yang telah dilahirkan di Kecamatan Padang Selatan.
Diantaranya pelayanan digital. Sejalan dengan perkembangan teknologi, di Padang Selatan sudah menggeser pelayanan yang mulanya manual, kemudian menjadi pelayanan digital. Seluruh lurah, kasi sudah melakukan pelaporan melalui digital.
Hal ini diyakini menjadi inovasi yang efektif. Sebab, ketika terjadinya kendala di lapangan, baik lurah, kasi dan seluruh komponen yang ada dapat tersampaikan langsung.
“Dengan cepatnya laporan secara digitalisasi itu, maka tindakan yang akan kita berikan juga akan lebih cepat dibanding menunggu laporan dua atau tiga hari,” jelasnya.
Kemudian, inovasi yang dilakukan adalah melakukan perbaikan-perbaikan atau pembinaan bagi generasi muda. Baik itu melalui pembinaan agama dan budaya.
“Kita melalukan penyesuaian di sana, bagi generasi budaya yang beragama Islam, kita ajak kembali ke masjid, wirid remaja, didikan subuh dan sebagainya. Bahkan juga kita perlombakan di kecamatan mengenai prosesi penyelenggaraan salat jenazah,” ungkapnya.
Terkait generasi muda yang tidak beragama Islam, juga diperhatikan. Tentu, pembinaan tersebut menyesuaikan dengan agama yang diyakini. Sebab Padang Selatan ini merupakan kawasan heterogen.
“Kemudian, inovasi kita bernama Padang Tacelak dalam semua sektor. Jika bahasa yang muda-muda ialah glowing. Glowing tersebut baik itu agama, pendidikan, ekonomi, sosial. Semua elemen itu kita satukan untuk kemajuan Padang Selatan,” bebernya.
Selanjutnya melakukan pembersihan Batang Arau yang sejUh ini sudah membersikan sekitar 18 bangkai kapal.
“Kita melihat dari sisi Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (K3). Sebab, yang akan menikmati Batang Arau adalah masyarakat. Menariknya, pembersihan di Batang Arau ini sifatnya gotong royong dan melibatkan semua pihak,” tuturnya.
Adapun inovasi selanjutnya adalah pihaknya melakukan penjajakan dengan Politeknik Negeri Padang (PNP) terkait pembersihan sampah di Palinggam.
“Di balik capaian ada tantangan yang harus kita tingkatkan. Artinya di balik rasa senang tadi, menunggu tugas berat yang harus kita selesaikan bersama-sama. Insya Allah, Padang Selatan bisa menyelesaikan hal tersebut,” tutupnya. (*/jn01)






