Solsel, Javanusa—Upaya membuka jalur pendakian Gunung Kerinci melalui wilayah Solok Selatan terus bergerak maju.
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan bersama Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) mulai membahas langkah konkret untuk merealisasikan akses pendakian baru yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Pembahasan tersebut berlangsung dalam audiensi di Kantor Balai Besar TNKS, Sungai Penuh, Jambi, Rabu (17/6/2026).
Pertemuan itu menjadi bagian dari rangkaian koordinasi antara pemerintah daerah dan pengelola kawasan konservasi untuk mengembangkan wisata minat khusus di kawasan Gunung Kerinci.
Pemkab Tunjukkan Keseriusan
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mengirim tim lintas organisasi perangkat daerah dalam pertemuan tersebut. Tim dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Solok Selatan, Epi Yandri, bersama Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Pamil Ruskamdani.
Selain itu, hadir pula perwakilan dari Dinas PUTRP, Bagian Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Perkim LH, Bapperida, Dinas Pertanian, serta Bagian Perkosda.
Kehadiran sejumlah perangkat daerah menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk mengawal realisasi jalur pendakian baru menuju puncak Gunung Kerinci dari wilayah Solok Selatan.
Jalur tersebut diproyeksikan menjadi salah satu destinasi unggulan baru yang dapat memperkuat daya tarik wisata daerah.
Dukungan Bupati ke Kementerian Kehutanan
Sebelumnya, Bupati Solok Selatan H. Khairunas telah menyampaikan dukungan terhadap pengembangan wisata pendakian Gunung Kerinci melalui Solok Selatan kepada Kementerian Kehutanan.
Dukungan itu kemudian ditindaklanjuti melalui usulan kerja sama dan berbagai koordinasi dengan pihak terkait. Langkah tersebut bertujuan membuka akses pendakian yang selama ini belum tersedia dari kawasan Solok Selatan.
Fokus pada Infrastruktur, Masyarakat dan Promosi
Dalam audiensi tersebut, Pemkab Solok Selatan dan TNKS membahas rancangan kerja sama yang mencakup tiga agenda utama.
Pertama, pembangunan sarana dan prasarana pendukung wisata alam. Infrastruktur yang memadai dinilai menjadi faktor penting untuk menunjang kenyamanan dan keselamatan wisatawan yang akan menggunakan jalur pendakian baru.
Kedua, pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan. Pemerintah daerah dan TNKS mendorong keterlibatan warga dalam aktivitas wisata sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
Ketiga, penguatan promosi dan publikasi destinasi. Langkah ini bertujuan memperkenalkan jalur pendakian Gunung Kerinci via Solok Selatan kepada pasar wisata yang lebih luas sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah tersebut.
Apabila rencana ini terealisasi, jalur pendakian Gunung Kerinci melalui Solok Selatan berpotensi menjadi pintu masuk alternatif bagi pendaki sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan ekonomi berbasis pariwisata di kawasan tersebut. (*/red)






