Javanusa.com—Keriput pada wajah pria muncul secara alami seiring bertambahnya usia. Namun, perawatan kulit dan perubahan gaya hidup dapat membantu mengurangi garis halus serta memperlambat penuaan kulit.
Keriput merupakan bagian dari proses penuaan kulit. Kondisi ini biasanya terlihat sebagai garis halus pada dahi, area bawah mata, hingga dagu.
Faktor penyebabnya cukup beragam. Genetik, paparan sinar matahari, polusi, kebiasaan merokok, serta perubahan hormon dapat mempercepat kemunculan kerutan.
Pada pria, penurunan testosteron seiring usia juga dapat memengaruhi elastisitas kulit. Selain itu, berkurangnya lemak wajah membuat kulit lebih mudah mengendur.
Warna kulit turut berperan dalam perlindungan terhadap sinar ultraviolet. Kulit dengan lebih banyak melanin memiliki perlindungan alami lebih besar terhadap paparan UV.
Faktor keturunan juga dapat memengaruhi waktu munculnya kerutan. Pria dengan anggota keluarga yang mengalami keriput sejak muda memiliki risiko serupa.
1. Bersihkan wajah secara rutin
Membersihkan wajah dua kali sehari menjadi langkah dasar dalam perawatan kulit pria. Lakukan pada pagi hari dan sebelum tidur.
Gunakan pembersih yang sesuai dengan jenis kulit. Kebiasaan ini membantu mengangkat kotoran, minyak, dan berbagai partikel yang menempel pada permukaan kulit.
Setelah mencuci wajah, gunakan pelembap. Kulit yang tetap terhidrasi cenderung terasa lebih lembut dan tidak mudah menonjolkan garis halus.
2. Gunakan sunscreen setiap hari
Paparan sinar ultraviolet dapat mempercepat kerusakan kolagen dan elastin pada kulit. Karena itu, sunscreen menjadi bagian penting dalam perawatan anti-aging.
Pilih sunscreen spektrum luas dengan SPF minimal 30. Gunakan secara rutin, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.
Aplikasikan kembali sunscreen setiap dua jam saat berada di luar ruangan. Penggunaan teratur dapat membantu mengurangi dampak paparan UV terhadap penuaan kulit.
Studi dalam Journal of Dermatological Science pada 2017 melaporkan penurunan tampilan keriput dan kulit kasar hingga 24 persen dengan penggunaan sunscreen secara rutin.
3. Pertimbangkan skincare yang mengandung retinol
Retinol menjadi salah satu bahan yang banyak digunakan dalam produk perawatan kulit anti-aging. Bahan ini merupakan turunan vitamin A yang dapat membantu memperbaiki tampilan kulit.
Retinol juga membantu melawan dampak kerusakan kulit akibat paparan sinar ultraviolet. Penggunaannya perlu dilakukan secara bertahap agar kulit dapat beradaptasi.
Pilih produk sesuai kondisi kulit dan ikuti petunjuk pemakaian. Jika muncul iritasi berat, hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan dokter kulit.
4. Gunakan pelembap, termasuk minyak kelapa
Minyak kelapa dapat berfungsi sebagai pelembap alami. Kandungan minyaknya membantu mempertahankan kelembapan sehingga kulit terasa lebih lembut.
Kulit yang cukup lembap juga dapat membuat garis halus tampak lebih samar. Namun, minyak kelapa tidak dapat menghilangkan keriput secara permanen.
Bagi pemilik kulit berminyak atau rentan berjerawat, pertimbangkan jenis pelembap lain. Pilih produk yang sesuai dengan karakteristik kulit masing-masing.
5. Berhenti merokok
Merokok dapat mempercepat proses penuaan kulit. Nikotin menyebabkan penyempitan pembuluh darah sehingga aliran oksigen dan nutrisi menuju kulit berkurang.
Berbagai bahan kimia dalam rokok juga dapat merusak elastisitas kulit. Dampaknya dapat terlihat dalam bentuk keriput, kulit kusam, dan tanda penuaan lainnya.
Mayo Clinic menyebut nikotin dan bahan kimia rokok sebagai faktor yang dapat memicu kerutan serta penuaan dini. Berhenti merokok menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan kulit sekaligus kesehatan tubuh.
6. Perhatikan posisi saat tidur
Kebiasaan tidur juga dapat memengaruhi kondisi kulit wajah. Tidur tengkurap atau menyamping memberikan tekanan berulang pada permukaan wajah.
Tekanan tersebut dapat membuat garis pada kulit semakin terlihat, terutama jika terjadi dalam waktu lama. Posisi telentang dapat mengurangi tekanan langsung pada wajah.
Meski demikian, posisi tidur bukan satu-satunya faktor yang menentukan munculnya keriput. Usia, paparan UV, genetik, dan gaya hidup tetap memiliki pengaruh besar.
7. Batasi konsumsi gula
Asupan gula berlebihan juga berkaitan dengan proses penuaan kulit. Gula dapat memicu proses glikasi ketika berikatan dengan protein atau lemak dalam tubuh.
Proses tersebut menghasilkan advanced glycation end products atau AGEs. Senyawa ini dapat memengaruhi struktur protein kulit dan berkontribusi terhadap perubahan elastisitas.
Karena itu, batasi makanan serta minuman tinggi gula. Pilihan pola makan yang lebih seimbang dapat mendukung kesehatan kulit dalam jangka panjang.
Perawatan keriput perlu dilakukan secara konsisten
Keriput pada wajah pria merupakan bagian normal dari proses penuaan. Meski tidak dapat dicegah sepenuhnya, beberapa kebiasaan dapat membantu memperlambat kemunculannya.
Perlindungan dari sinar matahari, penggunaan skincare yang tepat, berhenti merokok, tidur cukup, dan membatasi gula dapat menjadi bagian dari perawatan.
Jika keriput muncul semakin cepat atau menimbulkan kekhawatiran, konsultasikan kondisi kulit kepada dokter spesialis dermatologi. Dokter dapat menentukan pilihan perawatan yang sesuai dengan kondisi kulit. (*)






