Javanusa.com—Jamu masih menjadi pilihan banyak masyarakat untuk menjaga kesehatan secara alami. Berbagai jenis jamu dipercaya membantu meningkatkan daya tahan tubuh, meredakan keluhan tertentu, hingga menjaga kebugaran.
Namun, manfaat tersebut dapat berkurang jika dikonsumsi tanpa memperhatikan pantangan setelah meminumnya.
Dikutip dari Alodokter, beberapa kebiasaan yang dilakukan setelah minum jamu diketahui berpotensi mengganggu penyerapan senyawa aktif herbal di dalam tubuh. Karena itu, penting memahami apa saja yang sebaiknya dihindari agar manfaat jamu dapat dirasakan secara maksimal.
Larangan Setelah Minum Jamu
1. Mengonsumsi Kopi, Teh dan Minuman Bersoda
Kopi, teh, maupun minuman bersoda mengandung kafein dan zat tertentu yang dapat memengaruhi proses penyerapan kandungan aktif dalam jamu. Selain itu, minuman tersebut dapat meningkatkan produksi asam lambung sehingga berisiko menimbulkan rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.
Bagi penderita maag atau gastroesophageal reflux disease (GERD), kebiasaan ini dapat memicu gejala seperti nyeri ulu hati, sensasi terbakar di dada, hingga mual. Karena itu, disarankan memberi jeda waktu sebelum mengonsumsi minuman berkafein setelah minum jamu.
2. Langsung Menyantap Makanan Berat atau Pedas
Makanan berat dan pedas sebaiknya tidak dikonsumsi sesaat setelah minum jamu. Kebiasaan ini berpotensi mengganggu proses penyerapan zat aktif herbal serta memicu gangguan pencernaan pada sebagian orang.
Keluhan yang dapat muncul antara lain perut kembung, mual, atau nyeri perut. Memberikan jeda waktu sebelum makan membantu tubuh memanfaatkan kandungan jamu secara lebih optimal.
3. Tidur atau Berbaring Setelah Minum Jamu
Setelah mengonsumsi jamu, sebaiknya tetap berada dalam posisi duduk atau berdiri selama sekitar 20–30 menit. Posisi tubuh yang tegak membantu mencegah iritasi pada lambung dan kerongkongan.
Sebaliknya, langsung berbaring dapat meningkatkan risiko refluks asam lambung yang ditandai dengan rasa panas di dada, mual, atau ketidaknyamanan pada saluran pencernaan.
4. Merokok dan Mengonsumsi Alkohol
Merokok maupun minum alkohol juga termasuk kebiasaan yang sebaiknya dihindari setelah minum jamu. Kedua hal tersebut dapat memengaruhi proses metabolisme tubuh terhadap kandungan herbal sekaligus meningkatkan beban kerja hati.
Selain berpotensi memicu efek samping, kandungan zat berbahaya dalam rokok dan alkohol dapat mengurangi manfaat kesehatan yang diharapkan dari konsumsi jamu.
5. Mengonsumsi Obat atau Suplemen Secara Bersamaan
Beberapa bahan herbal dalam jamu dapat berinteraksi dengan obat medis maupun suplemen tertentu. Interaksi ini dapat memperkuat, melemahkan, atau mengubah efek yang dihasilkan.
Dalam kondisi tertentu, kombinasi tersebut juga berisiko meningkatkan efek samping, seperti gangguan lambung atau masalah pada fungsi hati. Oleh karena itu, disarankan memberi jeda sekitar satu hingga dua jam antara konsumsi jamu dan obat-obatan atau suplemen.
Tips Aman Mengonsumsi Jamu
Agar manfaat jamu dapat diperoleh secara optimal, perhatikan beberapa hal berikut:
-
- Pilih jamu yang telah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
- Cermati komposisi bahan, terutama jika memiliki riwayat alergi terhadap herbal tertentu.
- Konsumsi sesuai dosis yang dianjurkan dan hindari penggunaan berlebihan.
- Sebaiknya tidak minum jamu saat perut kosong, khususnya bagi penderita maag atau GERD.
- Pastikan proses pengolahan jamu dilakukan secara higienis.
- Hindari mencampur beberapa jenis jamu tanpa mengetahui efek kombinasinya.
- Beri jeda waktu jika akan mengonsumsi obat atau suplemen.
- Hentikan penggunaan apabila muncul efek samping seperti pusing, mual, atau reaksi alergi.
- Simpan jamu sesuai petunjuk agar kualitasnya tetap terjaga.
Pentingnya Memperhatikan Pantangan Setelah Minum Jamu
Memahami larangan setelah minum jamu dapat membantu tubuh menyerap kandungan herbal secara lebih efektif sekaligus mengurangi risiko efek samping. Meski berasal dari bahan alami, jamu tetap perlu dikonsumsi dengan cara yang tepat agar manfaatnya optimal.
Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang menjalani pengobatan rutin, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi jamu. Langkah ini penting untuk mencegah kemungkinan interaksi yang tidak diinginkan dan memastikan penggunaan jamu tetap aman. (*/red)






