Jangan Salah Pilih! Ini Perbedaan Sunscreen dan Sunblock Beserta Cara Pakainya

Penulis -

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi seseorang mengoleskan tabir surya di pantai. (Foto: Pexels)

Ilustrasi seseorang mengoleskan tabir surya di pantai. (Foto: Pexels)

Javanusa.com—Paparan sinar ultraviolet setiap hari dapat merusak kesehatan kulit, terutama jika terjadi dalam waktu lama.

Dampaknya tidak hanya menyebabkan kulit terbakar, tetapi juga mempercepat munculnya tanda penuaan dan meningkatkan risiko kanker kulit.

Karena itu, penggunaan tabir surya menjadi bagian penting dalam rutinitas perawatan kulit. Dua jenis produk yang paling banyak digunakan ialah sunscreen dan sunblock.

Keduanya sama-sama melindungi kulit dari sinar UV, tetapi memiliki kandungan, cara kerja, hingga metode penggunaan yang berbeda.

1. Kandungan Bahan Aktif Berbeda

Perbedaan sunscreen dan sunblock yang paling mudah dikenali terletak pada kandungannya.

Sunscreen umumnya mengandung bahan kimia seperti avobenzone, oxybenzone, dan para-aminobenzoic acid (PABA). Sementara itu, sunblock lebih banyak menggunakan mineral seperti zinc oxide dan titanium oxide sebagai bahan utama.

Perbedaan komposisi tersebut membuat masing-masing produk bekerja dengan mekanisme yang berbeda dalam melindungi kulit dari paparan sinar matahari.

2. Mekanisme Melindungi Kulit

Sunscreen bekerja dengan menyerap sinar ultraviolet sebelum radiasi tersebut mencapai lapisan kulit yang lebih dalam. Energi dari sinar UV kemudian diubah menjadi panas dan dilepaskan dari permukaan kulit.

Sebaliknya, sunblock membentuk lapisan pelindung di atas kulit. Lapisan ini berfungsi menghalangi sekaligus memantulkan sinar ultraviolet sehingga tidak mudah menembus permukaan kulit.

3. Cara Pemakaian Tidak Sama

Cara menggunakan kedua produk juga menjadi salah satu perbedaan penting.

Agar bekerja optimal, sunscreen perlu diratakan sambil digosok perlahan sehingga bahan aktifnya dapat meresap ke dalam kulit. Setelah diaplikasikan, produk ini umumnya memerlukan waktu sekitar 10 menit sebelum memberikan perlindungan maksimal.

Berbeda dengan sunscreen, sunblock cukup dioleskan secara merata pada area tubuh yang sering terpapar matahari. Produk ini dapat langsung bekerja tanpa menunggu proses penyerapan ke dalam kulit.

Baca Juga :  MUI Desak Pemerintah Batalkan Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Ini Alasannya
4. Hasil Akhir pada Kulit

Perbedaan berikutnya terlihat setelah produk digunakan. Sunscreen biasanya memberikan hasil akhir transparan sehingga tidak mengubah warna kulit.

Sebaliknya, sunblock sering meninggalkan white cast atau lapisan putih karena kandungan mineral di dalamnya.

Meski demikian, efek tersebut tidak memengaruhi fungsi utama sunblock dalam melindungi kulit dari paparan sinar UV.

Pilih Tabir Surya Sesuai Jenis Kulit

Tidak ada produk yang mutlak lebih baik antara sunscreen maupun sunblock. Pilihan terbaik bergantung pada kondisi kulit dan aktivitas yang akan dilakukan.

Bila beraktivitas di luar ruangan dengan intensitas sinar matahari tinggi, seperti saat berada di pantai pada siang hari, sunblock dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai.

Di sisi lain, pemilik kulit sensitif umumnya lebih cocok menggunakan sunblock karena kandungan zinc oxide dan titanium oxide dinilai lebih aman bagi kulit yang mudah mengalami iritasi.

Bagi penderita rosacea, sebaiknya pilih tabir surya tanpa tambahan parfum atau pewangi untuk mengurangi risiko iritasi maupun reaksi alergi.

Tips Agar Perlindungan Kulit Lebih Optimal

Penggunaan tabir surya sebaiknya dilengkapi dengan pelembap atau moisturizer untuk membantu menjaga kesehatan kulit.

Selain itu, kenakan topi dan kacamata hitam saat beraktivitas di bawah sinar matahari guna mengurangi paparan langsung sinar UV.

Pilih sunscreen atau sunblock dengan SPF minimal 30. Ulangi pemakaian setiap dua jam atau setiap 40–80 menit setelah berkeringat agar perlindungan terhadap kulit tetap optimal.

Jika masih ragu menentukan produk yang sesuai, terutama bila memiliki masalah kulit tertentu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar memperoleh rekomendasi yang tepat. (*)

Berita Terkait

Benarkah Kacang Tanah Pemicu Asam Urat? Cek Fakta dan Porsi Amannya
Bintik Kasar Seperti Kulit Ayam di Lengan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Sering Kurang Tidur? Kenali Gejala, Dampak Kesehatan dan Cara Mengatasinya
7 Pilihan Lauk untuk Penderita Darah Tinggi, Sehat dan Mudah Diolah
Anak Makan Banyak tapi Tetap Kurus? Kenali 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya
Benarkah Nanas Bisa Meredakan Batuk? Ini Penjelasan dan Faktanya
7 Cara Alami Meredakan Ambeien Tanpa Obat, Efektif Kurangi Nyeri dan Bengkak
7 Minuman yang Bisa Membantu Menurunkan Kolesterol, dari Teh Hijau hingga Susu Kedelai

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Jamin Seleksi Dikbang Polri 2027 Bersih, Polda Sumbar Tegaskan Pakta Integritas Bukan Sekadar Formalitas

Berita Terbaru