Javanusa.com—Gagal ginjal merupakan salah satu penyakit kronis yang dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya.
Selain berisiko mengancam nyawa, penyakit ini juga membutuhkan biaya pengobatan yang tidak sedikit, terutama bagi pasien yang harus menjalani cuci darah (hemodialisis) secara rutin.
Di Indonesia, jumlah penderita gagal ginjal terus menunjukkan tren peningkatan. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mencatat prevalensi penyakit ginjal kronis meningkat signifikan dibandingkan satu dekade sebelumnya.
Sementara itu, BPJS Kesehatan menempatkan gagal ginjal sebagai salah satu penyakit dengan pembiayaan tertinggi setiap tahunnya.
Tidak hanya menyerang kelompok lanjut usia, kasus gagal ginjal kini juga ditemukan pada usia produktif. Karena itu, menjaga kesehatan ginjal sejak dini menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko penyakit tersebut.
Berikut 10 cara yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga fungsi ginjal tetap optimal.
1. Batasi Konsumsi Gula
Asupan gula berlebih dapat meningkatkan risiko diabetes melitus, salah satu penyebab utama penyakit ginjal kronis.
Banyak orang tidak menyadari bahwa gula tambahan sering terkandung dalam minuman kemasan, kopi kekinian, teh manis, hingga berbagai makanan olahan. Mengurangi konsumsi gula harian dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mengurangi beban kerja ginjal.
2. Kurangi Asupan Garam
Konsumsi garam yang berlebihan berisiko memicu tekanan darah tinggi. Padahal, hipertensi merupakan salah satu faktor yang paling sering menyebabkan kerusakan ginjal.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan konsumsi natrium tidak lebih dari 2.000 miligram per hari atau setara sekitar satu sendok teh garam. Membatasi makanan tinggi garam, seperti makanan instan dan makanan cepat saji, dapat membantu menjaga kesehatan ginjal dalam jangka panjang.
3. Penuhi Kebutuhan Air Putih
Air putih berperan penting dalam membantu ginjal menyaring limbah dan membuang zat sisa metabolisme melalui urine.
Kecukupan cairan setiap orang berbeda-beda, tergantung berat badan dan tingkat aktivitas. Secara umum, menjaga tubuh tetap terhidrasi dapat membantu fungsi ginjal bekerja lebih optimal sekaligus mengurangi risiko gangguan pada saluran kemih.
4. Batasi Konsumsi Makanan Olahan
Makanan yang mengandung banyak bahan pengawet, pewarna, dan perasa buatan dapat meningkatkan beban kerja organ tubuh, termasuk ginjal.
Untuk menjaga kesehatan ginjal, perbanyak konsumsi makanan segar seperti sayuran, buah-buahan, ikan, dan sumber protein alami yang minim proses pengolahan.
5. Hindari Minuman Beralkohol
Konsumsi alkohol secara berlebihan dapat mengganggu keseimbangan cairan dalam tubuh dan meningkatkan risiko dehidrasi.
Kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan ginjal dalam menjalankan fungsinya. Karena itu, menghindari atau membatasi konsumsi alkohol menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan ginjal.
6. Jaga Tekanan Darah Tetap Normal
Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama kerusakan ginjal. Jika tidak terkontrol, hipertensi dapat merusak pembuluh darah kecil yang berfungsi menyaring darah di dalam ginjal.
Pemeriksaan tekanan darah secara berkala, menjaga pola makan sehat, mengurangi konsumsi garam, tidur cukup, dan mengelola stres dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.
7. Berhenti Merokok
Kebiasaan merokok tidak hanya merusak paru-paru dan jantung, tetapi juga berdampak pada kesehatan ginjal.
Kandungan zat berbahaya dalam rokok dapat merusak pembuluh darah dan mengurangi aliran darah ke ginjal. Semakin lama seseorang merokok, semakin besar pula risiko gangguan fungsi ginjal yang dapat terjadi.
8. Gunakan Obat Secara Bijak
Mengonsumsi obat tanpa pengawasan tenaga medis berpotensi membahayakan ginjal, terutama jika dilakukan dalam jangka panjang atau melebihi dosis yang dianjurkan.
Beberapa jenis obat tertentu dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal apabila digunakan secara tidak tepat. Karena itu, konsultasikan penggunaan obat kepada dokter atau apoteker jika diperlukan.
9. Rutin Berolahraga
Aktivitas fisik secara teratur membantu menjaga berat badan ideal, mengontrol tekanan darah, serta menurunkan risiko diabetes.
Para ahli merekomendasikan olahraga intensitas sedang setidaknya 150 menit per minggu. Selain menjaga kebugaran tubuh, olahraga juga berkontribusi dalam menjaga fungsi ginjal tetap sehat.
10. Lakukan Pemeriksaan Fungsi Ginjal Secara Berkala
Pemeriksaan kesehatan rutin dapat membantu mendeteksi gangguan ginjal sejak tahap awal. Beberapa pemeriksaan yang umum dilakukan antara lain tes ureum, kreatinin, dan asam urat.
Deteksi dini memberikan peluang lebih besar untuk mencegah kerusakan ginjal berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Menjalankan pola hidup sehat dan menghindari berbagai faktor risiko di atas dapat membantu menjaga kesehatan ginjal dalam jangka panjang.
Jika muncul gejala seperti pembengkakan pada tubuh, penurunan jumlah urine, mudah lelah, atau tekanan darah yang sulit terkontrol, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. (*/red)






